Minggu, April 12, 2026
BerandaKepulauan RiauBintanPotensi Banjir Rob Masih Tinggi, BMKG Jelaskan Kondisi Cuaca Terkini di Tanjungpinang

Potensi Banjir Rob Masih Tinggi, BMKG Jelaskan Kondisi Cuaca Terkini di Tanjungpinang

Tanjungpinang, GK.com — Cuaca di wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Peningkatan pasang air laut, curah hujan yang tidak menentu, serta angin utara yang mulai menguat menimbulkan kekhawatiran akan potensi bencana di wilayah pesisir.

Menanggapi kondisi tersebut, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) melalui Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Vivi Putrima Ardah memberikan penjelasan lengkap mengenai situasi cuaca terkini serta imbauan bagi masyarakat agar tetap waspada.

Menurut Vivi, potensi banjir rob masih perlu diwaspadai masyarakat pesisir Tanjungpinang. Berdasarkan pola pasang surut, periode pasang maksimum terjadi pada 9 hingga 11 Desember. Meski puncaknya telah lewat, ketinggian air laut pada 11 hingga siang 12 Desember masih berada pada level yang cukup tinggi.

“Karena itu, potensi banjir rob tetap ada, terutama jika bertepatan dengan curah hujan,” ujar Vivi di Ruang Tamu, Jumat (12/12/2025) Pukul 11.35 WIB.

Menanggapi pertanyaan terkait isu cuaca ekstrem, Vivi menegaskan Tanjungpinang saat ini belum masuk dalam kategori cuaca ekstrem berdasarkan indikator resmi BMKG. Cuaca ekstrem baru ditetapkan jika curah hujan mencapai lebih dari 50 mm per hari atau terjadi angin dengan kecepatan sangat tinggi. Kondisi saat ini lebih dipengaruhi faktor musiman.

“Yang terjadi sekarang adalah dampak dari musim angin utara yang memang membawa peningkatan curah hujan dan angin di Wilayah Kepulauan Riau, termasuk Tanjungpinang,” jelasnya.

Vivi juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi dampak cuaca selama periode angin utara, seperti banjir rob, curah hujan yang tidak menentu, dan gelombang tinggi terutama di wilayah utara hingga timur Pulau Bintan yang dapat mencapai 2,5 hingga 3 meter. Sementara itu, tinggi gelombang di sekitar Tanjungpinang relatif lebih rendah, tetapi tetap perlu diwaspadai nelayan.

Periode musim angin utara diperkirakan berlangsung hingga awal Februari. Selama masa tersebut, warga pesisir dan masyarakat yang beraktivitas di laut diminta meningkatkan kewaspadaan.

“Masyarakat, terutama yang tinggal di pesisir, perlu lebih waspada terhadap angin kencang dan perubahan cuaca mendadak. Nelayan juga harus berhati-hati karena gelombang tinggi bisa membahayakan kapal kecil”. imbau Vivi.

BMKG Tanjungpinang mendiseminasikan seluruh peringatan dini dan informasi cuaca resmi yang dikeluarkan oleh BMKG Batam sebagai koordinator wilayah. Informasi tersebut disampaikan melalui WhatsApp Group instansi terkait, serta akun Instagram resmi BMKG yang diperbarui secara berkala.

Hingga kini, belum ada peringatan khusus untuk pelayaran, penerbangan maupun aktivitas luar ruang di wilayah Tanjungpinang. Walaupun demikian, peringatan gelombang tinggi tetap diberlakukan untuk wilayah perairan Natuna dengan ketinggian gelombang mencapai dua meter. (KF)

Berita Terkait

Berita Populer