Beranda Kepulauan Riau Bintan Karantina Pertanian Tanjungpinang Gelar Pengawasan di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban, Ini Hasilnya

Karantina Pertanian Tanjungpinang Gelar Pengawasan di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban, Ini Hasilnya

185
0

Bintan, GK.com Dalam upaya pencegahan masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Tarantina (OPTK), Karantina Pertanian Tanjungpinang optimalkan pengawasan di pintu akses masuk dan keluar dengan melakukan operasi patuh karantina pada Jumat (22/10/2021) di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban.

Operasi tersebut dilaksanakan sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 21/2019 tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan.

Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho dalam sambutanya mengatakan, selain melaksanakan tugas pencegahan masuk dan tersebarnya HPHK/OPTK, Pejabat Karantina juga memiliki tugas untuk menjamin kesehatan dan keamanan pangan dan pakan, serta mengawasi lalu lintas, Invasif Alian Spesies (IAS), Produk Rekayasa Genetika (PRG) dan Tumbuhan Satwa Liar dilindungi (TSL).

“Target operasi patuh kita kali ini adalah pengawasan terhadap adanya dugaan lalu lintas media pembawa HPHK/OPTK berupa komoditas beras dan daging babi secara ilegal. Beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat yang harus terjamin kesehatan dan keamanan pangannya, bila dimasukkan secara ilegal tentu tidak ada jaminan kesehatan dan keamanan pangannya,” ujar Raden.

Lalu, Raden juga menuturkan Karantina Pertanian melakukan serangkaian pemeriksaan sebelum diterbitkan Sertifikat Kesehatan. Sertifikasi merupakan jaminan kesehatan dan keamanan pangan maupun pakan, sehingga dibutuhkan kesadaran bersama akan pentingnya Karantina Pertanian.

“Bintan dan Tanjungpinang kerap menjadi rembesan komoditas pertanian ilegal, sehingga dengan operasi patuh ini diharapkan dapat menjadi kewaspadaan bersama,” tutur Raden.

Untuk diketahui, pada kegiatan operasi patuh kali ini Karantina Pertanian Tanjungpinang masih menemukan adanya penumpang yang membawa komoditas pertanian yang termasuk barang tentengan berupa, beras 10 kg dan sayuran 10 kg dari Batam tanpa dilengkapi Sertifikat Kesehatan dari Daerah asal.

Sementara untuk kegiatan domestik keluar ditemukan adanya lalu lintas ayam, telur ayam dan kelapa yang telah lapor karantina dan dilengkapi Sertifikat Kesehatan.

Sementara itu, Koordinator Wasdak Karantina Pertanian Tanjungpinang, Purwanto menambahkan, “Lalu terhadap penumpang tersebut, telah dilakukan sosialisasi tentang Karantina Pertanian, sementara komoditas yang dibawa sebagai bahan pokok tersebut dilakukan pemeriksaan. Setelah media pembawa tersebut dipastikan kesehatannya, Pejabat Karantina menerbitkan Sertifikat Pelepasan”. tambahnya.

Dukungan operasi patuh karantina ini juga dilakukan oleh instansi terkait, yaitu dari POMAL Barakuda Tanjung Uban, Babinsa, Kepolisian Kawasan Pelabuhan, Bea dan Cukai, BKIPM, BPTD dan Operator Pelabuhan ASDP Tanjung Uban. (*).

Editor : Dina