Sabtu, April 18, 2026
BerandaKepulauan RiauAnambasDedi : KKA Punya Potensi Lumbung Cumi

Dedi : KKA Punya Potensi Lumbung Cumi

Anambas, GK.com – Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Dedi Syahputra mengatakan jika Anambas memiliki potensi cumi yang besar, akan tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.

Kepada sejumlah Awak Media, Dedi menilai sangat disayangkan jika potensi cumi di perairan Anambas hanya sebagian kecil yang diambil oleh nelayan setempat, sebab selebihnya diambil oleh kapal-kapal penangkap ikan dari luar Daerah.

“Padahal jika dikelola dengan maksimal, KKA bisa menjadi lumbung cumi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), bahkan sampai level Nasional. Tapi harus fokus untuk mengelola itu, mulai dari proses penangkapan hingga pemasaran,” ungkapnya, Senin (27/09/2021) sekitar pukul 14.00 Wib di Kantor Koperasi Unit Desa.

Kemudian Dedi menuturkan, saat ini nelayan Anambas menggunakan Alat Penangkapan Ikan (API) bagan apung untuk menangkap cumi, tetapi alat tersebut dinilai belum maksimal. Oleh karena itu, Moderenisasi bagan apung menjadi bagan perahu, sekaligus untuk mencegah terjadinya Overfishing (penangkapan ikan yang dilakukan melampaui kemampuan sumber daya ikan) di wilayah tangkap pesisir dan gesekan dengan nelayan tangkap pancing ulur.

“Melalui alat tangkap bagan apung saja, nelayan Anambas bisa menghasilkan sekitar 500.000 ton cumi, yaitu bisa senilai Rp 100 miliar setiap tahunnya. Saat ini jumlah bagan apung mencapai sekitar 250 unit, dan itu akan terus bertambah. Sedangkan untuk pendapatan 1 unit bagan apung selama 20 hari beroperasi hasilnya paling sedikit 2 ton, sekarang harga beli cumi dengan nelayan berkisar Rp. 25.000,- per kilo gramnya”. sebutnya.

Terakhir, Dirinya berharap agar Pemerintah dapat menggarap potensi perikanan di Anambas, sebab potensi perikanan kalau dikelola dengan baik akan mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Anambas nantinya. (EN).

Editor : Dina

Berita Terkait

Berita Populer