Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang ADDI Keluhkan Sikap Walikota Tanjungpinang Yang Tidak Kooperatif

ADDI Keluhkan Sikap Walikota Tanjungpinang Yang Tidak Kooperatif

488
0

Tanjungpinang, GK.com – Masyarakat yang mengatas namakan Aliansi Darurat Demokrasi Indonesia (ADDI) menggelar aksi forum audiensi bersama Walikota Tanjungpinang di Kantor Walikota pada Senin (19/07/21) Siang.

Masa yang dihadiri oleh Ketua Cindai Kota Tanjungpinang, Samiun, Ketua Forum Musyawarah Mahasiswa Pulau Abang (FOMMAPA), Edi Putra, Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP), Adiya Prama Rivaldi, Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Kota Tanjungpinang Said Ahmad Sukri, dan organisasi lainnya dengan jumlah masa kurang dari 20 orang.

Dalam aksi tersebut, antara ADDI dan Walikota Tanjungpinang tidak menemukan titk tengah, pasalnya aksi yang dilakukan dengan damai tersebut tidak diimbangi dengan hadirnya Walikota Tanjungpinang, H. Rahma S.IP, dan sempat terjadi perdebatan di depan teras Kantor Walikota antara masa dan Perwakilan Walikota Tanjungpinang.

Saat itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang, Boby Wira Satria mengatakan, “Mohon maaf, Ibu Walikota mau menerima audiensi yang digelar ini, namun Ibu Walikota maunya di dalam dan sudah disediakan tempat. Ibu tidak bisa menemui masa di luar,” kata Boby kepada masa ADDI.

Namun, apa yang disampaikan oleh Boby ditolak oleh masa, dengan alasan sesuai dengan instruksi surat yang mereka sampaikan bahwa akan melaksanakan diskusi pada Ruang terbuka, namun kenyataannya Walikota menolak untuk keluar dari ruangan ber AC nya.

“Kami melakukan ini sesuai dengan istruksi surat yang telah kami edarkan, apabila Walikota tidak mau menemui kami di Ruang terbuka, berarti kami anggap Walikota tidak bersedia untuk bertemu dengan kami. Kami akan meninggalkan tempat ini, dan secepat mungkin kami akan kembali menggelar aksi selanjutnya,” tegas Adiya Ketua JPKP Kota Tanjungpinang.

Masa ADDI merasa kecewa dengan sikap Walikota Tanjungpinang yang seolah-olah tidak menghargai masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya.

Ketua FOMMAPA Kota Tanjungpinang, Edi menekankan jika memang dari awal Walikota tidak mau menerima forum diskusi di Ruang terbuka, seharusnya disampaikan sejak awal, bukan dengan cara seperti ini.

“Kami sudah menyampaikan surat kepada Walikota Tanjungpinang dan mereka sudah menyetujui, hal ini terbukti dengan sudah disiapkan pihak pengamanan yaitu Aparat Kepolisian. Jika mereka menyampaikan dari awal pertemuan akan dilakukan di dalam ruangan dengan syarat harus melakukan Tes Swab Antigen atau Vaksin, kami pun mungkin akan mempersiapkan diri, tapi kenyataannya tidak ada pemberitahuan,” ujar Edi.

“Sebenarnya kami sudah mengambil jalan tengah dengan mengadakan audiensi, kami kesini mewakili masyarakat kecil, pedagang, serta kedai kopi, yang sebelumnya ingin melakukan aksi demonstrasi, tapi kami tahan, kami mencoba mengambil jalan tengah”. terangnya.

Masa ADDI membubarkan diri dengan damai dan tertib, mereka menegaskan akan melakukan aksi kembali dengan masa yang lebih banyak dalam waktu dekat ini. (Erl).

Editor : Dina