Beranda Kepulauan Riau Batam DPRD Soroti Pembengkakan Tenaga Honorer di Lingkungan Pemko Batam

DPRD Soroti Pembengkakan Tenaga Honorer di Lingkungan Pemko Batam

21
0

Batam, GK.com – Jumlah tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam mencapai 6.000 orang, DPRD Kota Batam mengakui belum mengetahui secara jelas sistem rekrutmen dan persyaratannya.

Diketahui, perekrutan dan pembinaan honorer di lingkungan Pemko Batam berada pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha mengatakan, belum ada rujukan hukum yang mengatur perihal honorer tersebut. Dan yang melakukan perjanjian kerja itu adalah OPD dan biasanya Kepala Dinas.

“Jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan PNS. Aturan perekrutannya pun belum ada, adapun penggajian honorer tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam, amun tetap di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Batam,” ujarnya, Senin (7/6).

Berdasarkan pengetahuannya, Utusan menyebutkan untuk upah tenaga administratif ada yang Rp 2.500.000,- ada juga yang Rp 3.000.000,-, apabila mencapai UMK tentunya akan menyedot APBD cukup banyak. Dan ini justru membebani APBD Kota Batam.

“Kalau dibuat sesuai UMK, tentunya akan jebol APBD kita, saat ini DPRD Kota Batam sedang mengawal 6.000 tenaga honorer ini akan menjadi 4.000, sebab akan ada 2.000 kuota formasi P3K pada 2021.

Dirinya menuturkan, P3K di Kota Batam dibagi menjadi 2 bagian, yaitu P3K daerah yang digaji oleh Daerah, dan P3K pusat yang digaji oleh pusat. Gaji yang diperoleh pun lebih besar karena dapat tunjangan. Menangani banyaknya jumlah honorer ini masing-masing OPD harus melakukan kajian kebutuhan analisis jabatan kerja di masing-masing OPB.

“P3K ini ada yang digaji daerah ada juga oleh pusat. Dan mereka lebih sejahtera karena gaji yang diperoleh lebih besar karena dapat tunjangan. Untuk itu, Pemko Batam harus berjuang kepada Pemerintah Pusat agar mendapatkan formasi yang besar dan lebih banyak. Jangan sampai yang bekerja di Pemerintah itu kesejahteraannya menurun”. tukas Utusan. (*).

Editor : Dina