Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang 30 Orang Dikhitan Gratis di Klinik Tanpa Kasir PCNU

30 Orang Dikhitan Gratis di Klinik Tanpa Kasir PCNU

52
0

Tanjungpinang, GK.com – Klinik tanpa kasir dr Syamsurizal milik Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kota Tanjungpinang menggelar khitanan massal yang diikuti sebanyak 30 orang peserta.

Ketua Tanfidziah PCNU Tanjungpinang, Drs. HM Juramadi Esram, SH.,MT.,MH dalam sambutannya mengatakan, kegiatan hari ini merupakan salah satu upaya yang dibuat oleh PCNU melalui kliniknya untuk membantu anak-anak yang ingin dikhitan.

“Antusias masyarakat cukup tinggi, karena di sini kita tidak menarik biaya sepersen pun, bahkan dari pihak kita yang memberikan souvernir,” kata Juramadi, di Sekretariat PCNU Tanjungpinang Km. IX Bintan Center, Sabtu (27/3) siang.

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19, mungkin saja dana untuk khitanan bisa digunakan untuk keperluan lain,” lanjutnya.

Disampaikan Juramadi, khitan massal ini merupakan salah satu program yang akan dibuat setiap bulan, apalagi BAZNAS Kota Tanjungpinang sudah memberikan supportnya bagi kelas menengah kebawah.

“Mengingat bulan depan kita sudah memasuki bulan suci Ramadhan, maka kegiatan ini kita pending sementara, dan akan dilanjutkan kembali sekitar bulan Mei,” ujarnya.

“Sekretariat ini kita jadikan milik umat, tidak hanya bagi umat Islam, melainkan non muslim pun diperbolehkan, karena dari segi kesehatan, khitan memang berdampak baik,” ungkapnya.

Selain khitanan, Juramadi juga mengatakan program utama lainnya dari klinik ini, yakni kepengurusan kesehatan dan donor darah.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Tanjungpinang, Samsudi S.Sos., MH mengungkapkan, dengan adanya kegiatan ini tampak adanya rasa kepedulian terhadap sesama.

“Perlu kita ketahui bersama bahwa PCNU Tanjungpinang ini sangat peduli terhadap sesama, baik muslim maupun non muslim, dan Pemko Tanjungpinang sendiri sangat siap bekerjasama dengan setiap organisasi dalam setiap kegiatan sosialnya, apalagi Klinik tanpa kasir dr Syamsurizal merupakan sebuah kegiatan sosial yang sangat luar biasa, jadi masyarakat kecil merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini,” jelas Samsudi.

Disisi lain, Penanggung Jawab Klinik tanpa kasir dr Syamsurizal, dr. Muhammad Mahadi Hasibuan M.K.M menjelaskan, kegiatan khitan yang dalam bahasa medisnya disebut sirkumsisi ini menurut syariat agama serta dari segi kesehatan dilakukan agar lebih membersihkan diri.

“Selain wajib dalam perintah agama, dalam segi medis sebenarnya wajib gunanya agar lebih bersih di bagian area kelamin,” tuturnya.

“Semoga kegiatan ini disupport oleh Pemerintah Kota maupun tokoh masyarakat lainya, dan kegiatan yang baik ini bisa berlangsung secara terus menerus dengan jumlah masyarakat yang akan semakin banyak dan tidak terpaku dengan budget yang ada”. tutup Mahadi. (Fit).

Editor : Febri