Senin, April 20, 2026
BerandaKepulauan RiauBatamMenkomarves RI : Kita Jangan Mau Dilecehkan Oleh Bangsa Lain

Menkomarves RI : Kita Jangan Mau Dilecehkan Oleh Bangsa Lain

Batam, GK.com – Menteri Koordinator Maritim dan Investasi RI (Menkomarves RI), Letnan Jendral TNI Purnawirawan Luhut Binsar Panjaitan bersama Menko Polhukam Prof. Dr. Muhammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., Kepala Staf Angkatan Laut Laksaman TNI Yudo Margono, S.E., M.M., serta Instasi terkait tiba di Provinsi Kepulauan Riau dengan menggunakan pesawat Boing 737 milik TNI Angkatan Udara.

Setibanya di Ruang VIP Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (18/3) pagi, Luhut Binsar Panjaitan disambut langsung oleh Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Danlatamal IV) Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, S.E., M.Han., Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, S.E., M.M., Pangdam I/BB Mayor Jenderal TNI Hasanudin, S.I.P., M.M., Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., unsur Pimpinan FKPD Provinsi Kepri dan unsur Kementerian.

Usai penyambutan, Menkomarves, Menko Polhukam, Menteri Perdagangan, Kasal, Gubernur Provinsi Kepri, menggunakan pesawat Helly milik TNI Angkatan Laut meninjau Karang Singa, passing di area lego jangkar Kabil dan Batu Ampar dan kapal super tanker.

Setelah itu, melanjutkan kegiatan Launching Batam Logistik Ecosystem di Kantor BP Batam yang dihadiri oleh Menteri Keuangan, launching tersebut ditandai dengan penekanan tombol oleh keempat Menteri RI.

Selanjutnya, para Menteri mengunjungi pabrik pengolahan limbah Batam Slop and Sludge Treatmen Center (BSSTEC) di Jembatan II Batam, dimana peresmian pabrik tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menkomarves.

Kegiatan diakhiri dengan peninjauan titik awal jembatan Batam-Bintan Landing Point Batam yang berlokasi di Jalan Patimura Kabil Batam.

Dalam sambutannya pada acara Launching Batam Logistik, Menkomarves mengatakan, “launching Batam Logistik ini nantinya harus betul-betul oleh semua Instasi terkait terkolaborasi, sehingga dapat berjalan dengan bagus,” katanya.

“Kita jangan mau dilecehkan oleh Bangsa lain. Untuk itu, aparat penegak hukum di laut terintegrasi, semua wajib menggunakan AIS, sehingga dapat dimonitor kapal-kapal yang lego jangkar,” ungkapnya.

“Saya berharap kita bekerjasama dengan bagus, saya titip kepada Gubernur, Bupati dan Wali Kota, segala proses perizinan jangan dipersulit, kalau bisa segera diselesaikan”. pungkasnya. (Red/Hms).

Editor : Febri

Berita Terkait

Berita Populer