Beranda Kepulauan Riau Karimun Nelayan Keluhkan Eceng Gondok yang Penuhi Danau Taman Hijau

Nelayan Keluhkan Eceng Gondok yang Penuhi Danau Taman Hijau

543
0

Karimun, GK.com – Tanaman merambat Eceng Gondok yang tumbuh subur di danau Taman Hijau Bersih, tepatnya di Jalan Sudirman Poros, Kabupaten Karimun, semakin hari nyaris memenuhi permukaan danau tersebut. Tanaman tersebut dianggap sangat mengganggu para Nelayan di sekitar danau dalam mencari ikan tawar.

Kepada Media ini, salah seorang nelayan danau yang enggan disebutkan namanya mengatakan, tumbuhnya tanaman eceng gondok di danau tersebut membuat dirinya dan nelayan yang lain mengalami kesulitan dalam mencari nafkah.

“Sebelum eceng gondok ini merambat luas di permukaan danau, banyak sekali masyarakat yang menangkap dan memancing ikan air tawar disini, namun sekarang sepi karena sulit sekali untuk mendapatkan ikan,” ujarnya, Kamis (11/2) siang di area sekitar danau.

Dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten Karimun segera melakukan pembersihan terhadap eceng gondok tersebut, karena tanaman tersebut sudah hampir menutupi permukaan danau, yang mana akses menuju ke tengah danau pun menjadi terganggu.

“Kami masyarakat yang menggantungan kehidupan di danau ini menjadi sangat terganggu, diharapkan dinas terkait bisa ambil tau dengan permasalahan ini dan cepat mengatasinya,” harapnya.

Dikesempatan yang berbeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karimun, Sugianto saat ditanyakan mengenai dampak negatif dari tanaman tersebut mengatakan, tanaman eceng gondok dinilai bisa merusak lingkungan disekitar perairan, mempercepat pendangkalan air, dan dapat merusak estetika perairan karena akar tumbuhan yang rontok akan mengambang, sehingga membuat air terlihat sangat kotor serta terlihat sangat keruh.

“Eceng Gondok mempunyai kecepatan tumbuh yang sangat tinggi, sehingga pertumbuhannya dapat menghalangi sinar matahari yang masuk kedalam perairan, kemudian menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air,” kata Sugianto.

Disatu sisi, Sugianto juga menuturkan bahwa, tanaman merambat tersebut sebenarnya memiliki dampak positif bagi masyarakat jika masyarakat pandai mengolahnya.

“Sebenarnya pertumbuhan eceng gondok ditangan orang-orang kreaktif bisa dikomersilkan, eceng gondok itu sendiri dapat di jadikan berbagai macam bentuk kerajinan,” ujarnya.

Menurut Sugianto, salah satu faktor penyebab lajunya pertumbuhan tanaman eceng gondok tersebut ialah sisa pemberian pakan ikan di area tambak milik masyarakat yang melimpah.

“Memang salah satu faktor pendukung yang membuat pertumbuhan eceng gondok di area danau meningkat dikarenakan pemberian makanan ikan di area tambak milik warga,” ucapnya.

Dikatakan Sugianto, sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup sudah melakukan kegiatan gotong-royong bersama masyarakat sekitaran danau. Hanya saja pengangkatan eceng gondok berskala besar tentunya memerlukan kegiatan atau suatu perencanaan dari Pemerintah Daerah.

“Sejauh ini bersama masyarakat dan beberapa instasi dinas terkait sudah pernah melakukan gotong-royong, cuman kegiatan itukan hanya sebatas kemampuan kecil saja. Memang harus ada kegiatan atau perencanaan untuk menanggulangi permasalah eceng gondok itu”. ungkap Sugianto.

Namun saat media ini ingin menanyakan mengenai langkah cepat dalam mengatasi merabatnya tanaman eceng gondok tersebut, awak media ini belum berhasil menemui dan mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun. (RC).

Editor : Dina