Beranda Hukrim Direktur Proyek SP Anambas Mangkir di Panggil Penyidik PPNS Ini Alasannya!!

Direktur Proyek SP Anambas Mangkir di Panggil Penyidik PPNS Ini Alasannya!!

274
0
Pembangunan Jembatan Selayang Pandang II Anambas

Anambas, GK.com – Penyelidikan yang dilakukan oleh tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Riau untuk memanggil Direktur PT.

GBRS, Rafni R, di Pekanbaru Provinsi Riau terkait kasus kecelakaan kerja yang terjadi pada saat proyek pembangunan Jembatan Selayang Pandang II ternyata tidak berjalan lancar. Pasalnya, pemanggilan tersebut tidak dipenuhi oleh Perusahaan terkait.

Padahal, surat panggilan sudah dilayangkan kepada Direktur PT. GBRS, pada tanggal 8 Desember kemarin. Namun, Rafni yang merupakan Direktur PT. GBRS tidak hadir pada saat panggilan tersebut, dengan alasan pandemi Covid-19 yang sedang merebah.

Salah satu tim PPNS Disnaker Provinsi Kepri, Rainir Akbar membenarkan ketidakhadiran Rafni dengan alasan Covid-19.

“Surat panggilan sudah kita berikan, namun pada tanggal 11 Desember kemarin, dikonfirmasi Beliau tidak hadir dikarenakan Covid-19 dan posisinya masih di Pekanbaru,” ujarnya saat diwawancarai oleh Awak Media ini melalui Telepon, Kamis (24/12).

Panggilan ini bertujuan untuk mengetahui SOP yang dilakukan oleh PT. GBRS terkait penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, karena mengingat pada 4 bulan lalu, PT. GBRS diduga melakukan eksploitasi pekerja dibawah umur bernama La Ode Arif Rahman yang kehilangan jari kelingking di tangan kanannya.

Perlu diketahui, sebelumnya tim Penyidik dari Disnaker Provinsi Kepri sudah turun ke proyek pembangunan Jembatan Selayang Pandang, pada 19 November lalu untuk memeriksa keselamatan kerja dan K3 yang dilakukan oleh PT. GBRS.

Sementara itu, tim penyidik dari Disnaker Provinsi Kepri akan berkoordinasi dengan Polda Kepri untuk panggilan kedua yang akan dilayangkan kembali kepada Direktur PT. GBRS.

“Kami akan berkoordinasi dengan Polda Kepri dulu, tapi yang pasti panggilan kedua itu nanti ada”. tutup Akbar. (FR).

Editor : Febri