Beranda Hukrim Tanpa Izin, PT. GBRS Sudah Jalankan Proyek

Tanpa Izin, PT. GBRS Sudah Jalankan Proyek

360
0

Anambas, GK.com – Alat berat berupa excavator yang diturunkan oleh PT. Ganesha Bangun Riau Sarana untuk pengerjaan proyek Jalan Selayang Pandang 2 pada Rabu (2/12) lalu, mengundang amarah warga setempat, khususnya para Nelayan Anambas. Pasalnya, dengan leluasa excavator tersebut melindas, mengeruk serta membongkar terumbu karang yang ada di daerah tersebut.

Setelah ditelusuri, ternyata pengerukan tersebut belum mendapat izin dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) Anambas.

Kepala Bidang Bina Marga, Isa Hendra saat diwawancarai oleh Awak Media menjelaskan, “kami baru melakukan pembahasan kepada PT tersebut, belum ada memberi izin, tetapi mereka langsung melakukan pengerukan,” ujarnya, Kamis (03/12) di Kantor PUPR Anambas.

Saat itu, Isa Hendra juga menegaskan bahwa pengerukan tersebut seharusnya ada konservasi dari pihak Perusahaan untuk mengembalikan ekosistem yang rusak dikarenakan pengerjaan proyek itu.

“Contohnya seperti pohon bakau yang terkena dampak pembangunan, maka seharusnya diganti di tempat lain dengan penanaman ulang pohon bakau,” ucap Isa.

Sementara itu, menurut General Superintendent PT. Ganesha Bangun Riau Sarana, Ardi Lapiza mengatakan kalau pihaknya sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihak PU bahwa, ada toleransi yang diberikan untuk merusak terumbu karang sepanjang 10 meter ke kanan dan ke kiri, namun hal tersebut ditepis oleh Isa.

“Bukan diperbolehkan merusak terumbu karang sepanjang 10 meter, tapi itu dampak yang akan terjadi pada terumbu karang,” tegas Isa kembali.

“Jika dilakukan pengerukan di laut dari jarak 10 meter, maka itu akan merusak terumbu karangnya, itu yang seharusnya dicegah untuk meminimalisir dampak”. ucapnya.

Saat ini, Dinas PUPR terus melakukan upaya untuk meminimalisir dampak yang diakibatkan oleh proyek tersebut. (FR).

Editor : Febri