Beranda Hukrim Diduga Gelapkan Dana Kontraktor, Oknum Pegawai PT Timah Dilaporkan ke Polisi

Diduga Gelapkan Dana Kontraktor, Oknum Pegawai PT Timah Dilaporkan ke Polisi

299
0

Karimun, GK.com – Dugaan tindak pidana penggelapan dana kembali terjadi, kali ini menimpa salah satu Kontraktor di Kabupaten Karimun, Edy (38) warga Perumahan Grand Permata, Kecamatan Meral.

Edy menerangkan bahwa dirinya merasa di tipu oleh Direktur CV Satriani yang berinisial BK dan F, sebab tiga paket pekerjaan fisik seperti Semenisasi Jalan di perkampungan RT 06 RW 02 Gang Pelipit Kolong Atas, dan pembangunan Mushola di Telaga Baru, serta Rehab Mushola Assomad di Cangai Putri, dua diantaranya telah dibayarkan oleh pihak Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi Kepulauan Riau, namun semua dana tersebut diduga telah “dilarikan” oleh BK dan F.

“Dua proyek tersebut biaya operasional serta upah tukang menggunakan uang pribadi saya.
Ketiga proyek tersebut juga milik saya, saya dan Direktur CV Satriani serta pengurusnya sepakat bekerjasama dengan sistem bagi hasil setelah semua biaya keluar dipotong. Namun setelah uang cair, pada tanggal 21 September lalu, mereka tidak memberitahu sama sekali, saya taunya dari pihak Provinsi,” ujarnya kepada Media ini, Selasa (10/11).

Merasa telah ditipu dan dana uangnya digelapkan, pada tanggal 02 November 2020 lalu, Edy yang didampingi Penasehat Hukumnya Trio Wiramon SH melaporkan dugaan tindak pidana penggelapan tersebut ke Mapolres Karimun dengan Laporan Informasi : LI/142/XI/2020/Reskrim.

Atas kejadian tersebut, Edy mengaku merasa dirugikan hingga puluhan juta rupiah. Awalnya dirinya telah menghubungi oknum Direktur CV Satriani berinisial BK yang juga berstatus sebagai Pegawai BUMN yang bekerja di PT Timah, Prayon, namun yang bersangkutan tidak mengindahkannya.

“Saya sudah tanya Direkturnya, saya tanya kenapa dana proyek itu cair tapi saya tidak diberitahu, dan kemana sisa uangnya, tapi mereka tidak memberikan respon apapun dan malah dengan gampangnya mengatakan dananya telah habis, bahkan pengurus CV tersebut memblokir seluruh nomor kontak saya.

“Mereka merasa tidak bersalah dalam hal ini, karena diduga di backup oleh salah satu oknum Purnawirawan Polri. Sebab, oknum Purnawirawan tersebut menggunakan CV Satriani untuk Stokis kayu ke PT Saipem, Karna yang bersakutan tidak memiliki izin pengolahan kayu alam, infonya kalau tidak memakai CV, barang tersebut tidak akan bisa masuk ke PT Saipem,” terangnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, Trio Wiramon SH, selaku Penasehat Hukum Kontraktor tersebut mengatakan pihaknya akan tetap memperjuangkan hak kliennya, sebab menurutnya dugaan penggelapan tersebut seakan terencana.

“Analisa kami, perbuatan Direktur CV Satriani ini seakan terencana, sebab seluruh dokumen baik soft copy maupun hardcopy yang berkaitan dengan proyek semenisasi tersebut hilang dari kantor klien kita, tapi mereka melupakan sesuatu dan meninggalkan jejak, semua ada saksi yang mengetahui kronologis ke tiga proyek tersebut, seandainya adapun oknum Purnawiran Polri yang ngeback up mereka, itu tidak jadi penghalang bagi penegakan hukum, semua sama dihadapan hukum haknya”. pungkasnya. (RC).

Editor : Febri