Beranda Politik Debat Publik Tahap Pertama, Tiga Paslon Janjikan Kebutuhan Dasar Masyarakat Suku Laut

Debat Publik Tahap Pertama, Tiga Paslon Janjikan Kebutuhan Dasar Masyarakat Suku Laut

72
0
Ketiga Paslon Cabup dan Cawabup Lingga Dalam Debat Publik Tahap I

Lingga, GK.com – Pelaksanaan debat publik Pilkada Lingga tahap pertama oleh ketiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Lingga resmi digelar di Aula Kantor Bupati Lingga, Daik, Rabu (4/11) pukul 09.00 Wib.

Dalam sesi pertama debat publik ini, ketiga Paslon Pilkada Lingga diminta untuk menyampaikan strateginya dalam melindungi dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat suku laut di Kabupaten Lingga.

Masing-masing Paslon diberikan waktu tiga menit untuk memberikan jawaban.
Paslon nomor urut 2, H. Riki Syolihin-H. Raja Supri (2HRS) yang mendapatkan kesempatan pertama untuk memberikan jawaban mengatakan,”Suku laut atau suku lainnya di Kabupaten Lingga akan tetap menjadi perhatian, semuanya akan mendapatkan hal yang sama,” ujarnya.

“Kami akan perhatikan mereka dengan visi misi kami, tidak akan ada dibedakan,” lanjut Riki Syolihin.

Ia mengatakan, keterbatasan pangan serta masalah pendidikan di lingkungan masyarakat suku laut sangat perlu diselesaikan.

“Kemudian, masyarakat suku laut juga rentan dengan penyakit menular seperti misalnya TBC, ini menjadi tanggung jawab kami kedepannya. Kita akan bersama mereka (Suku Laut) membangun Lingga untuk menjadikan Lingga Bahagia,” kata Riki.

Sementara itu, kesempatan untuk menjawab pertanyaan selanjutnya diberikan kepada Paslon nomor urut 3 Muhammad Nizar-Neko Wesha Pawelloy.

Nizar menjelaskan, Ia dan Neko mengusung visi `Terwujudnya Kabupaten Lingga Sebagai Bunda Tanah Melayu yang Maju, Sejahtera, Agamis dan Berbudaya`. Maju dan sejahtera disini memiliki artian mereka ingin suku laut menjadi perhatian yang harus diberikan tempat dan pengakuan oleh Pemda.

“Untuk itu, kami diawal sudah menyampaikan bahwa Suku Laut ini harus mendapatkan tempat. Hari ini sudah kita mulai di zaman Alias Wello-Nizar, maka di zaman Nizar-Neko, kami akan melanjutkan kerjasama dengan Yayasan Kajang untuk hal ini,” ungkapnya.

“Harapan kami, setelah mereka mendapat pengakuan, kita akan mudah memberikan mereka bantuan,” tambah Nizar.

Sedangkan Paslon nomor urut 1, Muhammad Ishak-Salmizi yang mendapatkan kesempatan terakhir menjawab pertanyaan tersebut, mengatakan bahwa Suku Laut merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Lingga.

“Pemkab Lingga berkewajiban kepada masyarakatnya. Kami akan menghidupkan kembali rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat Suku Laut yang sudah terhenti sejak 5 tahun terakhir. Kita bisa lihat rumah mereka sudah memperihatinkan. Selain itu, kita akan membantu mereka mulai dari bidang pelayanan, serta pendidikan yang juga harus kita berikan,” sebut Ishak.

“Suku laut jangan dijadikan ajang eksploitasi. Kami akan lakukan hal yang strategis, yang paling penting pembinaan kepada mereka untuk hidup layak, hidup bersih, pendidikan dan keagamaan, sehingga mereka tidak selamanya menjadi masyarakat terpencil”. pungkas Salmizi. (Man).

Editor : Febri