Beranda Kesehatan Tak Tertampung, 47 Pasien Positif Covid-19 Terpaksa Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

Tak Tertampung, 47 Pasien Positif Covid-19 Terpaksa Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

147
0

Karimun, GK.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi kembali menyampaikan informasi tentang adanya penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 28 orang.

“Kembali kami sampaikan, hari ini terjadi lonjakan tinggi kasus penambahan pasien positif Covid-19, yakni berjumlah 28 orang di Karimun,” ujarnya kepada Media ini, Selasa (27/10) malam.

Melalui pesan Whatsapp, Rachmadi menjelaskan, dari 28 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 kemaren malam, salah satunya ada yang meninggal dunia.

“Total kasus Covid-19 sampai hari ini berjumlah 162 orang, dengan pasien yang masih dalam masa perawatan sebanyak 97 orang, serta hari ini tambah satu pasien positif yang meninggal dunia. Jadi total keseluruhannya ada 8 pasien positif yang meninggal dunia di Karimun,” jelasnya.

Sampai hari ini, pihak RSUD Muhammad Sani serta RSKI Galang, Batam masih belum mampu menerima dan menampung pasien baru untuk menjalani perawatan, sehingga sebanyak 47 pasien yang baru terkonfirmasi positif tersebut menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Kemarin ada 20 pasien yang kita isolasi mandiri di rumah, lalu hari ini ada lagi penambahan pasien sebanyak 28 orang. Kini Pihak RSUD M Sani serta RSKI Galang masih belum mampu menampung semua pasien yang baru terkonfirmasi positif baru-baru ini, kita masih isolasi mandiri semuanya,” tutur Rachmadi.

Ia mengatakan, hingga saat ini Pemerintah Daerah masih berupaya dalam mencari solusi dari permasalahan yang ada.

“Rata-rata penambahan pasien positif Covid-19 terdapat di setiap wilayah yang ada di Pulau Karimun. Jadi, saya berharap agar masyarakat dapat sedikit lebih sadar akan bahayanya penyebaran dan penularan Covid-19 ini”. harapnya.

Rachmadi juga mengajak kepada seluruh masyarakat Karimun agar sementara ini dapat menghindari keramaian, selalu senatiasa menggunakan masker saat berada diluar rumah dan jangan mengabaikan wabah yang sedang menyebar di Bumi Berazam ini. (RC).

Editor : Febri