Beranda Pendidikan Revisi SKB 4 Menteri Tetapkan Siswa Belajar Tata Muka Pada Zona Kuning

Revisi SKB 4 Menteri Tetapkan Siswa Belajar Tata Muka Pada Zona Kuning

109
0

Tanjungpinang, GK.com – Sejak dimulainya Tahun Ajaran (TA) baru Siswa SD dan SMP sejak tanggal 13 Juli lalu hingga hari ini, Sabtu (22/8), seluruh Siswa di Kota Tanjungpinang menjalani proses belajar-mengajar dengan sistem Daring.

Berkenaan dengan itu, belum ada kepastian lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan Tanjungpinang terkait kapan akan dimulainya belajar tatap muka, mengingat pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih terus mengalami peningkatan.

Kepala SDN 011 Bukit Bestari, Sri Utami saat diwawancarai oleh Awak Media ini melalui via Telepon mengatakan, “saat ini kami hanya menunggu Instruksi dari Dinas Pendidikan, jika sudah ada kabar pastinya, tentu akan dimulai kembali proses belajar tatap muka,” ucapnya, Sabtu (22/08) siang.

Sri berharap, Pandemi Covid-19 ini segera berakhir, agar semua Siswa bisa kembali bertatap muka dengan teman-temannya serta Guru-Guru di Sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Atmadinata yang sebelumya sempat ditemui oleh Awak Media ini usai menghadiri kegiatan Gerakan Siswa Mengaji, pada Kamis (20/08) mengatakan, “kita harus mengikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, yaitu beramanat persyaratan pertama satu daerah harus berada pada Zona Hijau, dan SKB ini akan di revisi lagi bahwa kegiatan belajar-mengajar tatap muka boleh dilakukan jika daerahnya berada pada Zona kuning,” jelasnya.

Atma juga menuturkan, jika Kota Tanjungpinang sudah berada di Zona Kuning maka seluruh Sekolah akan bersiap-siap melakukan kegiatan belajar tatap muka.

Nantinya, dalam proses belajar tatap muka, tidak bisa seluruh Siswa masuk ke Kelas yang sama, tetapi akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menerapkan Physical Distancing.

“Selain itu, hari masuk Sekolah juga akan dibagi menjadi 3 hari dalam seminggu”. ungkap Atma.

Diharapkan Atma, semoga Kota Tanjungpinang tidak lagi berada pada Zona Merah, agar proses kegiatan belajar-mengajar tatap muka segera dilaksanakan. (FR).

Editor : Febri