Beranda Advetorial Pemko Tanjungpinang Tekan Angka Belanja Daerah Dalam Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Pemko Tanjungpinang Tekan Angka Belanja Daerah Dalam Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional

274
0

Tanjungpinang, GK.com – Dihadapan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Plt Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP menyampaikan bahwa Target pendapatan daerah Kota Tanjungpinang Tahun Anggaran (TA) 2021 mengalami penurunan dari TA 2020.

“Target pendapatan daerah Kota Tanjungpinang TA 2021 direncanakan hanya sebesar Rp 852,79 miliar, menurun sebesar Rp 149,9 miliar atau 14,96% dari target Tahun 2020 sebesar Rp 1,002 Triliun,” ungkap Rahma saat menyampaikan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Tanjungpinang, Senggarang, Kamis (13/8) sekitar pukul 10.00 Wib.

“Untuk kebijakan umum perubahan APBD TA 2020 ini, rancangan belanja daerah atau jumlah belanja langsung dan belanja tidak langsung pada APBD murni sebesar Rp 1,050 Triliun, dimana terjadi penurunan sebesar 2,15% atau Rp 22,56 Milyar pada perubahan APBD TA 2020 yaitu menjadi Rp 1,028 Triliun,” paparnya.

Plt Walikota Tanjungpinang saat menyampaikan laporan KUA PPAS

Disampaikan Rahma, kebijakan belanja daerah sangat ditekan, karena mendukung program Pemerintah dalam memfokuskan pemulihan ekonomi Nasional, penanganan pandemi Covid-19, penyediaan sarana dan prasarana pelayanan dasar (Infrastruktur, penyediaan pemeliharaan, jaringan penerangan jalan, persampahan serta pendidikan dasar sembilan tahun).

“Penyesuaian prioritas program kegiatan di arahkan pada penjadwalan ulang program dan kegiatan yang tidak menjadi prioritas terhadap kondisi terkini,” ucapnya.

Sementara itu, pada belanja tidak langsung yang pada awalnya sebesar Rp 443,88 Milyar menjadi Rp 515,54 Milyar atau terjadi kenaikan sebesar Rp 71, 66 Milyar, secara persentase terjadi kenaikan sebesar 16,14%, kenaikan tersebut pada belanja tidak terduga sebesar Rp 73,01 Milyar dari Rp 1 Milyar menjadi Rp 74,01 Milyar.

Foto bersama

“Sementara untuk belanja langsung sebelum perubahan sebesar Rp 607,08 Milyar mengalami penurunan menjadi Rp 512,85 Milyar atau 15,52% untuk menyesuaikan terhadap penurunan pendapatan daerah dan sekaligus mengakomodir kebutuhan belanja untuk penanganan Covid-19 yang di anggarkan seluruhnya melalui belanja tidak terduga,” jelas Rahma.

“Penganggaran daerah saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat, dalam keterbatasan ruang fiskal, dimana proporsi belanja daerah yang dialokasikan untuk belanja wajib masih relatif tinggi. Untuk itu, Pemerintah akan fokus pada prioritas anggaran, selayaknya diarahkan kepada belanja produktif untuk mendukung pembangunan bagi masyarakat secara merata”. tutupnya.

Turut hadir, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Hj. Yuniarni Pustoko Weni SH, Wakil Ketua II Hendra Jaya, Sekretaris Daerah Tanjungpinang Teguh Ahmad dan para Kepala OPD di Wilayah Tanjungpinang. (Mis).

Editor : Febri