Beranda Kepulauan Riau Karimun Total 1.075, Namun yang Menerima BLT-DD Hanya 180 KK

Total 1.075, Namun yang Menerima BLT-DD Hanya 180 KK

159
0

Karimun, GK.com – Sebanyak 180 Kartu Keluarga (KK) masyarakat di Desa Pangke telah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) terdampak akibat Covid-19 yang diserahkan oleh Pemerintah Desa Pangke berdasarkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Nomor 6 tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

Berdasarkan metode perhitungan penetapan jumlah penerima manfaat BLT Dana Desa (DD) yang disampaikan oleh Menteri Desa PDTT, Desa penerima DD mulai dari Rp. 800.000.000,- sampai dengan Rp. 1.200.000.000,- mengalokasikan BLT-DD maksimal sebesar 30% dari jumlah DD.

Sehubungan dengan hal tersebut, Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun memiliki jumlah DD sebesar Rp. 1.107.280.000,-, dan hanya dapat mengalokasikan BLT-DD sebanyak 30% dengan jumlah Rp 324.000.000,- untuk masyarakat Desa Pangke yang terdampak akibat Covid-19 sebesar Rp. 600.000,- per- KK selama 3 bulan, yakni bulan April hingga Juni dengan total masing-masing per KK Rp. 1.800.000,-.

Kepala Desa Pangke, Effendi mengatakan, ”BLT-DD ini diberikan kepada 180 KK yang tidak mendapatkan bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan penyerahan BLT ini tidak boleh secara cash atau langsung. Namun melalui Bank BNI yang telah bekerjasama dengan Kabupaten Karimun dalam urusan Dana Desa,” ucapnya kepada Pimpinan Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Kabupaten Karimun Ruslan (CikLan) bersama Wakil Pimpinan Redaksi Media Gerbangkepri.com saat berkunjung ke Ruang Kerjanya, Rabu (10/06) sekitar pukul 11.00 Wib.

“KK dan KTP penerima manfaat BLT ini kita ambil, kemudian di daftarkan di Bank BNI sampai menerima buku dan kartu ATM. Pada saat pencairan, kita sampaikan kepada RT untuk dapat menyampaikan kepada warganya yang menerima BLT tersebut agar pengambilan dana tersebut apabila caer di Bank,” paparnya.

“Namun karena keterlambatan DD masuk ke kita di bulan April, maka untuk pencairan BLT pada bulan April di bagikan diawal bulan Mei. Sementara bulan Mei dibagikan diakhir bulan, dan untuk bulan Juni kita bagikan diawal bulan Juni,” terang Effendi.

Dijelaskan Effendi, penerima manfaat BLT-DD berjumlah 180 KK dari total 1.075 penduduk Desa Pangke. Hal ini tentunya berdasarkan dari hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama para RT. Namun dalam penerima manfaat BLT-DD dengan jumlah KK yang sedikit di bandingkan dengan jumlah total penduduk yang ada, tentu ini membuat kekecewaan bagi masyarakat yang tidak menerimanya.

“Bagi masyarakat yang belum menerima BLT, sampai saat ini kita belum mendapat arahan akan adanya penambahan bantuan dari Kementerian Desa, jika kita bisa mengusulkan ke Pemerintah untuk mengalokasikan DD yang tersisa sebanyak Rp. 700 juta lebih ini, tentu kita juga membutuhkan acuan seperti perubahan peraturan oleh Kementerian Desa untuk penambahan bantuan. Jadi kita tidak bisa melakukan penambahan bantuan menggunakan DD semau kita, karena semua DD pasti akan di audit”. tutup Effendi. (KR).

Editor : Milla