Beranda Kesehatan Direktur RSUD Dabo Sampaikan Penjelasan Terkait Satu Orang Warga Dabo yang Meninggal...

Direktur RSUD Dabo Sampaikan Penjelasan Terkait Satu Orang Warga Dabo yang Meninggal Akibat Positif Covid-19

98
0

Lingga, GK.com – Satu orang warga Dabo Singkep yang bermukim di jalan Bukit Abun, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep berinisial Tn. S (53), bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) meninggal dunia, pada Kamis (28/5) pagi lalu, sekitar pukul 08.08 Wib di RSUD Budi Kemuliaan Batam akibat positif Covid-19.

Direktur RSUD Dabo Singkep, dr. Bukit T.R Gultom saat rapat bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga, pada Sabtu (30/5) malam di ruang pertemuan Gedung Daerah Dabo menjelaskan, “pasien yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut, diketahui sebelum dirujuk ke Batam, terlebih dahulu sempat masuk di RSUD Dabo Singkep, tepatnya pada tanggal 19 Mei 2020,” terangnya.

“Beliau dirawat dengan protap kesehatan dan dilakukan test rapid dengan hasil non reaktif. Pasien dirawat sampai dengan tanggal 27 Mei 2020, kemudian dirujuk ke RSBP Batam dengan protokol Covid-19 dan dilakukan rapid test, juga non reaktif. Namun dikarenakan kondisi semakin memburuk, maka pasien ditetapkan sebagai PDP Covid-19 yang selanjutnya dipindahkan ke RS Budi Kemuliaan,” lanjut Gultom.

Sebelum hasil swab keluar, Gultom menjelaskan, pasien telah meninggal dunia pada Kamis 28 Mei 2020, dan guna mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, maka pemakaman almarhum dilakukan secara pemulasaran Covid-19.

“Dan ternyata benar, hari ini tepatnya Sabtu 30 Mei 2020, hasil test swab dari pasien itu keluar dan dinyatakan positif Covid-19,“ ungkapnya.

Selama almarhum dirawat di RSUD Dabo, hasil pemeriksaan melalui screening dan rapid test masih non reaktif, guna mengantisipasi segala macam kemungkinan yang terjadi, maka akan dilakukan pemeriksaan kepada semua tenaga medis yang ada riwayat kontak dengan pasien sebelumnya.

“Untuk menyikapi hal ini, kinerja Tim Gugus harus benar-benar dimaksimalkan, perlu dilakukan cluster-cluster, teutama di lingkungan keluarga, Mushalla, RSUD dan di Dinas Pendidikan,” tuturnya.

Gultom menyampaikan, saat ini RSUD Dabo Singkep tidak ada mengijinkan jam besuk bagi pasien yang dirawat, agar dapat dilakukan penelusuran sumbernya, karena penularan sangat sulit untuk diprediksi.

“Ada kemungkinan pasien tersebut tertular di Dabo Singkep dan setiap yang kontak erat dengan pasien, perlu dilakukan penelusuran. Namun dalam hal ini, kendala yang kita hadapi di Kabupaten Lingga adalah, belum adanya alat yang mendukung untuk melakukan test swab tersebut”. pungkasnya.

Belakangan diketahui, pasien berinisial Tn. S tersebut merupakan salah seorang pengawas tingkat Sekolah Dasar (SD). (Man).

Editor : Febri