Beranda Hukrim Maraknya Rokok Tanpa Cukai di Luar Kawasan FTZ, di Duga Instansi Terkait...

Maraknya Rokok Tanpa Cukai di Luar Kawasan FTZ, di Duga Instansi Terkait Tutup Mata

120
0

Tanjungpinang, GK.com – Maraknya Rokok tanpa Cukai di luar kawasan Free Trade Zone (FTZ)  yang dapat merugikan Negara maupun merusak generasi penerus Bangsa menjadi bahan pembicaraan hangat akhir-akhir ini di kalangan masyarakat. Pasalnya, Kota Tanjungpinang yang bukan menjadi bagian dari FTZ, justru dibanjiri oleh Rokok-Rokok tak berbandrol Lebel Cukai.

Mirisnya lagi, sasaran pemakainya justru cenderung banyak dikalangan siswa-siswi yang masih duduk dibangku sekolah. Dikarenakan dengan harga yang sangat terjangkau, tak jarang mereka bisa dengan gampangnya merogoh dari uang jajannnya, hanya untuk menikmati Rokok tanpa Cukai tersebut.

“Ngeri kita lihat anak-anak zaman sekarang, tempo hari saya memergoki anak dibawah umur sudah berani mengisap Rokok, mau jadi apa coba generasi penerus Bangsa kita kedepannya ini,” keluh Paslan, mewakili suara masyarakat.

“Sebenarnya bagaimana sih sistem pengawasan di Kantor Bea dan Cukai Tanjungpinang, kenapa ya, kok Rokok-Rokok tanpa Cukai tersebut semakin menjamur beredar di Kota ini,” tanya Paslan, heran.

“Semoga pihak terkait dapat segera memberantas permasalahan ini dengan cepat dan tuntas, demi menyelamatkan generasi penerus Bangsa kedepannya,” harap Paslan.

Kepala Bagian Humas Bea dan Cukai Tanjungpinang, Oka Ahmad

 

Menanggapi keluhan dari masyarakat tersebut, Media ini lantas mendatangi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang pada Senin (16/3) sekitar pukul 14.15 untuk menanyakan terkait pengawasan keberadaan Rokok tanpa Pita Cukai tersebut.

“Kemaren kita melakukan pengecekan secara berkala pada stok Rokok yang berada di Gudang-Gudang Rokok di Kota Tanjungpinang, kita sudah tekankan bahwa kedepannya Rokok-Rokok tersebut tidak diperbolehkan untuk di pasok lagi, saat ini cukup hanya  menghabiskan sisa stok yang masih tersedia,” ungkap Oka Ahmad sekalu Kepala Bagian Humas Bea dan Cukai Tanjungpinang.

Ditegaskan Oka Ahmad saat itu bahwa, Rokok-Rokok ilegal untuk kawasan bebas yang masuk di Tanjungpinang saat ini sudah di stop, dimulai sejak bulan Juli Tahun 2019 lalu.

“Pihak Bea dan Cukai Tanjungpinang sendiri sampai saat ini terus melakukan pengecekan secara berkala di Gudang-Gudang yang menyetok Rokok tersebut, dan Rokok yang ada di Gudang saat ini merupakan produksi lama, ada juga beberapa Rokok yang kita jumpai saat itu yang sudah tidak layak untuk di konsumsi lagi. Intinya disini mereka hanya menghabiskan sisa stok yang masih ada,” tegas Oka.

“Seharusnya, dalam hal ini pihak Dinas Perdagangan juga harus ikut mengawasi peredaran Rokok tanpa Pita Cukai tersebut, karena Rokok tersebut selayaknya harus beredar sesuai dengan kawasannya”. pungkas Oka Ahmad.

Adaapa dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang ?

Kenapa sudah tau Rokok tanpa lebel Cukai dapat merugikan Negara, bahkan yang lebih mirisnya secara tidak langsung dapat merusak generasi Bangsa, justru terkesan terjadi pembiaran, bahkan seolah para pemain-pemain Rokok ilegal itu seperti dipelihara. Hal ini jelas terlihat, setelah melakukan pengecekan secara langsung di Gudang-Gudang Rokok tersebut, justru malah terkesan Bea dan Cukai Tanjungpinang malah memberikan kesempatan kepada si pemilik Gudang Rokok untuk menghabiskan sisa stok Rokok yang masih tersisa, bukan malah segera menyegelnya demi menyelamatkan generasi Bangsa, dan jelas-jelas dapat merugikan Negara.

Kenapa justru dalam hal ini seolah Bea dan Cukai Tanjungpinang juga malah terkesan mencari teman dalam melakukan kelalaian dengan mengikutsertakan Dinas Perdagangan, meskipun seperti yang kita sama-sama ketahui, dua nama tersebut sama-sama memiliki peran penting akan hal itu.

Kenapa Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang tidak bisa memberikan penindakan tegas pada oknum pengusaha ilegas tersebut, bahkan memberikan sanksi. Apakah Tajinya sudah mulai luntur di depan wajah para pengusaha ilegal ?

Hal ini tentunya harus mendapatkan perhatian khusus dan serius dari pihak-pihak terkait. Tanggung jawab generasi Bangsa ini tidak hanya cukup dijatuhkan sepenuhnya oleh Orang Tua saja, yang dalam hal ini harus ekstra ketat dalam memberikan pengawasan terhadap anak-anak mereka sebagai generasi penerus bangsa, melainkan juga  dituntut keseriusan dari pihak-pihak terkait, seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Yang dalam hal ini berfungsi melaksanakan sebagian tugas pokok Kementerian Keuangan di bidang Kepabeanan dan Cukai, berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Menteri dan mengamankan kebijaksanaan Pemerintah yang berkaitan dengan lalu lintas barang yang masuk atau keluar Daerah Pabean termasuk pemungutan Bea Masuk dan Cukai, memberikan pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan Negara di bidang Kepabeanan dan Cukai, serta pungutan Negara lainnya, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Red).

Editor : Milla