Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Terjadi Miskomunikasi, Bea Dan Cukai Klarifikasi Penangguhan Al- Quran

Terjadi Miskomunikasi, Bea Dan Cukai Klarifikasi Penangguhan Al- Quran

57
0

Tanjungpinang, GK.com – Berkaitan penangguhan Al-Qur’an sebanyak 20 kotak atau berisi sekitar 240 yang rencananya  akan disumbangkan ke beberapa Panti Asuhan, Masjid dan Lembaga yang ada di Kota Tanjungpinang oleh rombongan silaturahmi Zuriat Bentan dari Johor Bahru yang sempat di tangguhkan oleh pihak Bea dan Cukai Tanjungpinang saat tiba di pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura beberapa waktu lalu, membuat pihak Bea dan Cukai Tanjungpinang diwakili oleh Kepala Bagian Humas Bea dan Cukai, Oka Ahmad angkat bicara menjelaskan kronologi terkait hal tersebut.

Kepada Media ini, Senin (16/3) sekitar pukul 14.00 Wib Oka Ahmad menjelaskan bahwa, penangguhan Al-Qur’an tempo hari sifatnya bukan sebagai bentuk penahanan, melainkan sembari menunggu surat-surat atau dokumen yang harus dilengkapi dari si penerima atau yang mempunyai barang tersebut.

“Dalam hal ini memang pihak terkait sudah menunjukkan surat dari pengiriman atas barang tersebut, hanya saja saat itu kita juga harus mengetahui, surat dari penerima atau yang menjamin bahwa Al-Qur’an tersebut memang untuk disumbangkan, bukan untuk diperjual-belikan,” terang Oka Ahmad.

“Sebenarnya jika mengacu pada peraturan baku, maka harusnya melampirkan Surat Keterangan dari Dinas Sosial atau bahkan dari Kementerian Sosial,  akan tetapi jika birokrasi pada Dinas terlalu panjang, kami hanya membutuhkan orang yang bertanggung jawab terhadap barang yang dikirim,” tambahnya.

Sementara itu, lanjut Oka menjelaskan, jika nantinya barang tersebut kedapatan diperdagangkan, maka pihak yang bersangkutan berhutang biaya masuk,” kata Oka.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, jika ingin melakukan kegiatan hibah dari Luar Negeri, alangkah baiknya untuk menanyakan terlebih dahulu kepada Bea dan Cukai, apa saja syarat dan ketentuan yang berlaku, agar hal serupa kedepannya tidak terjadi lagi. Karena menurut aturan yang berlaku, untuk barang bawaan penumpang yang datang dari Luar Negeri itu harusnya tidak boleh melebihi 500 US dollar, atau setara dengan nilai rupiah sebesar Rp. 7.000.000,- tetapi untuk impor dalam jumlah besar, tentunya tidak sama”. pungkasnya. (Mis).

Editor : Milla