Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang 30 November mendatang, Laman Boenda Dijadikan Tempat Peluncuran Album Madah

30 November mendatang, Laman Boenda Dijadikan Tempat Peluncuran Album Madah

59
0

Tanjungpinang, GK.com – Tidak banyak album instrumental yang dilahirkan di Tanjungpinang, apalagi pada era musik digital saat ini, dimana kebanyakan musisi atau band lebih menyukai format lagu utuh yang diunggah ke YouTube.

Menepis kebiasaan lama, serta mencoba keluar dari belenggu pernyataan itu, Ryan Syahputra hadir dengan semangat bermusiknya yang dianggapnya sebuah sarana dalam berkarya. Secara resmi, merilis album instrumental gambus keduanya dengan judul “Madah”, yang sudah dipasarkan secara digital di Peron Musik di Gawai.

“Sudah bisa didengar di Spotify atau Joox atau Deezer dan juga iTunes,” kata Ryan.

“Pada album Madah, budak Penyengat ini menyajikan sembilan lagu instrumental dengan memiliki beragam tema,” tuturnya.

“Jangan karena instrumen utamanya adalah Gambus, lantas menuding album ini sebagai instrumental musik Daerah, karena disini, Ryan memanfaatkan bunyi-bunyi digital untuk menambah kaya nuansa komposisi lagunya,” terangnya.

“Saya menawarkan ke pendengar sesuatu yang lain dari Gambus, semoga bisa diterima dengan baik,” harapnya.

Walau sudah dirilis secara resmi di kanal-kanal digital, album ini tetap akan diluncurkan secara seremonial dengan menggelar Hajatan yang diprakarsai secara mandiri oleh kawan-kawan sepermainan Ryan, karena merasa album ini tetap perlu dirayakan bersama.

“Saya dan teman-teman ingin menemani Ryan mengantar lagu ini secara langsung kepada para pendengar di Tanjungpinang,” kata Fatih Muftih, inisiator peluncuran album Madah.

Dikatakan Fatih, nantinya bukan melulu Ryan yang tampil membawakan instrumental terbarunya, karena akan ada pula banyak penampilan seni dan juga diskusi.

“Terhibur dan tercerdaskan, begitu kami mengonsep acaranya,” kata Fatih.

Peluncuran album Madah akan dilaksanakan pada Sabtu (30/11) malam mendatang di area Laman Boenda Tepi Laut Tanjunangpinang, dengan mempersilahkan siapapun untuk datang dan menikmati musik tersebut.

“Tidak perlu undangan khusus, siapa pun boleh datang, siapa pun boleh bergabung, tanpa terkecuali. Mari datang dan ikut merayakan pada album kedua musisi Tanjungpinang ini, kalau bukan kita, masa harus warga Pochinki,” katanya, seraya tertawa. (*).

Editor : Febri