Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Disdik Tanjungpinang Gelar Bimtek Untuk Wujudkan Pengelolaan Dana BOS Yang Lebih Transparan

Disdik Tanjungpinang Gelar Bimtek Untuk Wujudkan Pengelolaan Dana BOS Yang Lebih Transparan

60
0

Tanjungpinang, GK.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun 2019, Selasa (30/7) sekitar pukul 08.00 Wib, di Hotel Bintan Plaza, Tanjungpinang.

Dalam acara yang digelar selama 3 hari itu, dibuka langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd dengan menyampaikan harapan dan apresiasinya kepada kegiatan yang sedang berlangsung tersebut.

“Saya selaku Wali Kota Tanjungpinang mendukung dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang atas pengadaan program kegiatan ini,” ucap Syahrul.

“Saya berharap, kedepannya para petugas di Sekolah dapat melaksanakan program ini dengan Transparan, Akuntabel dan Tepat Sasaran,” tegas Syahrul.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Drs. H. Atmadinata, M.Pd saat diwawancarai oleh Media ini mengatakan bahwa, diselenggarakannya acara ini bertujuan agar dapat memberikan pengetahuan kepada Bendahara dan Petugas terkait aplikasi baru yang digunakan itu.

“Kegiatan ini kami adakan untuk mewujudkan pengelolaan dana BOS yang transparan dan akuntabel, serta membimbing para Bendahara dan para Petugas di Sekolah dalam menjalankan pengelolaan aplikasi anggaran ini, karena sekarang program ini menggunakan aplikasi yang masih baru, maka tentunya harus ada bimbingan,” ujar Atma.

“Jumlah bantuan yang kami berikan tentunya harus sesuai dengan jumlah peserta didik di setiap Sekolah, apabila ada banyak peserta didik di suatu Sekolah, maka semakin besar bantuan yang diberikan, begitu pula sebaliknya,” terang Atma.

Dijelaskan Atmadinata, bantuan ini merupakan bantuan untuk operasional Sekolah, bukan bantuan operasional siswa,  maka hendaknya digunakan untuk keperluan Sekolah.

“Walaupun pembagiannya berdasarkan peserta didik, namun bantuan tersebut hanya untuk Sekolah, karena peserta didik sudah punya bantuannya sendiri, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP)”. tutup Atma. (AA).

Editor : Febri