Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 99

Pengawasan Ketat, MBG di SD 002 Meral Berjalan Lancar

Kepala SD 002 Meral, Istiqamah. (Dok. GK/Kamal)

Karimun, GK.com — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD 002 Meral sejauh ini berjalan dengan baik, dan tanpa kendala sejak dimulai pada bulan Agustus lalu.

Dikatakan Kepala SD 002 Meral Istiqamah, hingga saat ini, belum pernah ditemukan adanya kasus keracunan makanan di Sekolah yang ia pimpin.

Menurutnya, seluruh proses penyediaan dan distribusi makanan untuk siswa telah diatur dengan ketat, dan memastikan keamanan serta kebersihannya.

“Sejauh ini, program MBG di SD 002 Meral berjalan lancar dan baik. Untuk kasus seperti keracunan belum ada sejauh ini. Hanya saja, terkadang dari segi lauk anak-anak kurang selera, tapi mereka tetap boleh request,” ujarnya, Senin (06/10/2025) Pukul 09.00 WIB.

Ia menjelaskan, bahwa pihak Sekolah telah membentuk tim khusus yang terdiri dari dua orang guru untuk melakukan pengecekan makanan sebelum disajikan untuk siswa nya. Hal ini dilakukan karena makanan datang menggunakan mobil pengantar, sehingga tidak memungkinkan untuk memeriksa seluruh bungkusan satu per satu.

“Untuk memastikan keamanan, kami bentuk tim dua guru. Karena datangnya pakai mobil, tidak mungkin kami buka satu-satu. Tapi kami buka satu untuk dites dulu. Jika semuanya aman, baru kita berikan untuk anak-anak. Tetap dicek, ada coordinator, dibantu dengan guru-guru,” tegasnya.

Menanggapi isu maraknya kasus keracunan makanan MBG di beberapa Sekolah lain, Istiqamah mengimbau agar masyarakat tidak langsung menilai bahwa penyebabnya berasal dari dapur penyedia makanan. Ia mencontohkan kasus yang sempat terjadi di salah satu Sekolah Dasar (SD) lainnya, di mana setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan, diketahui bahwa siswa yang mengalami gejala keracunan sebelumnya sudah mengonsumsi makanan lain di luar program MBG.

“Kita harus klarifikasi dulu. Tidak semata-mata salah dapur. Kemarin katanya pernah terjadi di SD 010, itu anaknya sebelum makan MBG, mereka makan di luar dulu. Setelah di cek oleh tim kesehatan, ternyata sebelumnya mereka makan mie instan, baru setelah itu makan MBG,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihak Sekolah juga berupaya menjaga transparansi dengan membagikan menu makanan setiap hari kepada orang tua siswa. Hal ini dilakukan agar para orang tua dapat mengetahui jenis makanan yang dikonsumsi anak mereka di Sekolah, dan memastikan kesesuaian dengan kebutuhan gizi.

“Kami tetap share menu-nya ke orang tuanya setiap hari,” tegas Istiqamah.

“Dengan pengawasan yang ketat dan keterlibatan aktif dari pihak Sekolah serta guru, pelaksanaan program MBG di SD 002 Meral diharapkan dapat terus berjalan aman, sehat, dan memberikan manfaat bagi tumbuh kembang para siswa”. harap Istiqamah. (KI)

Wawako Batam: Makanan MBG Harus Bersih, Bervariasi, Dan Bernutrisi

Bimtek SPPG. (Dok. Diskominfo Batam)

Batam, GK.com – Bertempat di Hotel Grand Mercure Batam, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra membuka secara resmi acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penjamah Makanan di Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Saya titipkan kepada petugas untuk memastikan makanan yang disajikan mulai dari kebersihan, variasi menu, sampai nutrisinya agar selalu di jaga sesuai kebutuhan anak-anak,” pesan Li Claudia, Minggu (05/10/2025).

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. (Dok. Diskominfo Batam)


“Program MBG ini adalah inisiatif Pemerintah Pusat dalam menyediakan makanan bergizi gratis untuk anak-anak Sekolah, dengan tujuan meningkatkan kesehatan, pertumbuhan, dan daya saing generasi muda melalui menu sehat yang terjangkau dan berkualitas,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan bahwa, dari makanan sehat ini, Pemerintah sedang menyiapkan masa depan Batam yang lebih kuat, cerdas, dan berdaya saing. Oleh karena itu, ia mengajak kerja sama dari seluruh elemen yang terlibat dalam program Nasional ini.

Para peserta Bimtek SPPG Provinsi Kepri. (Dok. Diskominfo Batam)


“Saya merasa senang sekali bisa hadir bersama Bapak Ibu yang perannya sangat penting dalam keberhasilan program makan bergizi gratis di Batam ini,” kata Li Claudia.

“Di Batam, program MBG ini sudah dilaksanakan di beberapa Sekolah, sedikit kendala, tapi saya yakin kalau kita saling bekerjasama, program ini dapat terlaksanakan dengan baik. Saya yakin dan percaya, makanan dalam program Makan Bergizi Gratis disajikan sesuai dengan prosedur. Baik dalam penyajiannya, kandungan makanannya dan juga pemilihan menu – menu yang di sajikan,” ucapnya.

Berfoto bersama. (Dok. Diskominfo Batam)

“Semoga program Makan Bergizi Gratis di Kota Batam ini bisa memberi manfaat besar, khususnya bagi anak-anak Sekolah. Dan terima kasih saya ucapkan kepada Badan Gizi Nasional atas terselenggaranya Bimtek ini. Saya apresiasi peran besar petugas dalam keberhasilan program MBG di Batam yang telah memberikan manfaat signifikan bagi anak-anak Sekolah”. tutup Li Claudia. (Red)

1.100 Paket Sembako Disalurkan di Belakang Padang

Wali Kota Batam saat memberikan 1.100 paket sembako disalurkan di Belakang Padang. (Dok. Rumawi)

Batam, GK.com – Sebanyak 1.100 paket sembako diserahkan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad kepada masyarakat Belakang Padang, Sabtu 04/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jami At-Taqwa itu, melalui program “Baznas Batam Berbagi Peduli Hinterland” yang digelar oleh Baznas Kota Batam.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. (Dok. Rumawi)



Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dalam sambutannya mengapresiasi Baznas Batam yang konsisten hadir dan peduli terhadap masyarakat Hinterland.

“Terima kasih kepada Baznas Kota Batam. Kita ingin agar keberadaan Baznas benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama di wilayah Hinterland,” ucap Amsakar.

Ditegaskan Amsakar bahwa, tugas Pemerintah adalah memastikan Negara hadir di tengah masyarakat dengan segala kompleksitas yang ada. Menurutnya, isu-isu penting seperti kesejahteraan, pendidikan, dan pengangguran harus terus menjadi perhatian bersama.

“Alhamdulillah, hari ini 1.100 paket sembako digelontorkan untuk masyarakat Belakang Padang. Ini sebagai bentuk nyata perhatian kita terhadap saudara-saudara di Hinterland,” ujarnya.

Masyarakat Belakang Padang antusias saat mengikuti acara. (Dok. Rumawi)



Selain penyaluran bantuan sembako, Wali Kota Batam juga menyoroti pentingnya peran Baznas dalam program pendidikan. Ia menekankan agar Baznas turut hadir dalam program beasiswa, khususnya program “Satu Pulau Satu Sarjana”.

“Saya ingin bagaimana agar di pulau-pulau kita ini ada sarjana. Saya harapkan saudara-saudara saya di Hinterland dapat menangkap peluang itu,” harap Amsakar.

“Generasi muda di Hinterland harus dipersiapkan menjadi generasi tangguh dan mampu bersaing di masa depan. Kita tidak boleh melahirkan generasi yang cengeng dan lemah, tapi generasi yang kuat, berpendidikan, dan berdaya saing lah hendaknya yang ada untuk dimasa depan,” kata Amsakar.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Batam, Habib Soleh menyampaikan bahwa Baznas memiliki tanggung jawab besar untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah dengan tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Menurutnya, kepedulian sosial menjadi nilai utama yang harus terus dijaga oleh Baznas.

“Baznas Kota Batam harus memiliki kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang tinggal di wilayah Hinterland,” tegas Habib Soleh.

Ia berharap bantuan ini tidak hanya meringankan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Pemerintah, Baznas, dan warga Batam.

“Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, dan menjadi dorongan bagi kita semua untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap sesama”. harap Habib Soleh. (Yogi)

UMKM Tepi Laut Tanjungpinang Harapkan Dukungan Pemerintah

UMKM Tepi Laut Tanjungpinang. (Dok. GK/Kafyan)

Tanjungpinang, GK.com — Kawasan tepi laut Tanjungpinang menjadi pilihan strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Meski tingkat kunjungan tidak selalu ramai. Lokasi ini tetap menarik perhatian, karena masih ada pengunjung yang datang dan biaya sewa yang terjangkau.

Roy Mangitua Manurung, salah satu pedagang ditepi laut menuturkan, “Penyewa memilih berjualan di kawasan tepi laut karena sistem sewanya harian, berbeda dengan lokasi lain yang umumnya mematok sewa bulanan di atas Rp 500.000,-. Untuk biaya operasional per malam, para pedagang mengeluarkan total Rp 14.000,- dengan rincian menjadi tiga komponen yaitu: keamanan Rp 3.000, kebersihan Rp 5.000, dan listrik Rp 6.000 (dua lampu masing-masing Rp 3.000),” paparnya, Sabtu (04/10/2025) sekitar Pukul 16.00 WIB.

Dikatakan Roy, tantangan utama yang sering dihadapi pedagang adalah menarik pelanggan, terutama karena lokasi berada di ujung area. Menurutnya, diperlukan spanduk yang lebih menarik, serta strategi pemasaran yang efektif agar pengunjung lebih tertarik mampir dan membeli.

“Kami berharap, Pemerintah Daerah memberikan perhatian lebih, yaitu berupa perbaikan fasilitas, pelatihan promosi, dan panduan manajemen keuangan. Dengan dukungan tersebut, para pelaku UMKM di Tepi Laut diharapkan dapat lebih baik dalam mengelola usaha dan menghitung pendapatan,” harapnya.

Sementara itu, Zafif salah satu pengunjung menilai keberadaan UMKM di Tepi Laut memberi manfaat tersendiri bagi masyarakat.

“Menurut saya, keberadaan UMKM di sini sangat membantu, karena selain menjadi tempat rekreasi, pengunjung juga bisa menikmati berbagai kuliner khas dengan harga yang terjangkau. Suasananya juga cukup nyaman, apalagi kalau sore hari sambil menikmati angin laut,” ujarnya.

“Harapan saya, kedepan lokasi UMKM ini bisa lebih tertata rapi dengan fasilitas yang memadai, seperti tempat duduk, lampu penerangan, dan area parkir yang lebih baik. Pedagang juga bisa menambahkan inovasi produk dan promosi lebih kreatif agar semakin banyak orang tertarik untuk datang. Jika ini terwujud, Tepi Laut berpotensi menjadi destinasi kuliner, sekaligus wisata malam yang menarik di Tanjungpinang”. imbuhnya. (KF)

Pohon Hias di Jalan Raja Oesman di Esekusi

Kondisi pohon-pohon di sepanjang jalan Raja Oesman, khususnya dibagian depan Danau RSUD. (Dok. GK / RP)

Karimun, GK.com — Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun melalui Kepala Bidang Pertamanan Eriyanto menjelaskan proses penebangan atau eksekusi pohon-pohon besar yang berada di sepanjang Jalan Raja Oesman, Poros, Karimun. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah untuk menjaga keselamatan para pengguna jalan, mengingat kondisi beberapa pohon di kawasan tersebut sudah mulai rapuh dan berpotensi membahayakan pengendara yang melintas.

Baca juga: 👇👇👇

https://gerbangkepri.com/2025/09/05/dian-ihkwan-jangan-tunggu-ada-korban-baru-pemda-sibok-nak-turun/



“Eksekusi dilakukan sebagai upaya mitigasi resiko terhadap kemungkinan tumbang nya pohon yang dapat mencelakai pengendara dan pengguna jalan lain, penebangan dikhususkan pada pohon-pohon yang kondisinya tidak stabil atau potensi bisa membahayakan,” ujar Eriyanto.

Dalam keterangannya, Eriyanto mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama dalam proses eksekusi ini adalah keterbatasan alat bantu, khususnya mobil crane. Tanpa alat tersebut, proses penebangan pohon berukuran besar akan sangat sulit dilakukan, dan berisiko tinggi bagi para petugas yang bertugas di lapangan.

“Kendala kita saat ini memang di alat bantu, terutama mobil crane. Kalau tidak ada crane, pekerjaan akan sulit dilaksanakan karena menyangkut keselamatan pekerja maupun pengguna jalan,” jelasnya, Jumat (03/10/2025) Pukul 09.00 WIB.

“Kita tetep berkoordinasi dengan berbagai pihak, agar proses pelaksanaannya dapat berjalan aman dan lancar. Pihak Satlantas Polres Karimun juga turut dilibatkan untuk membantu pengaturan arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Sementara, pihak Reskrim memberikan dukungan dengan menurunkan crane yang akan digunakan dalam proses eksekusi tersebut,” terangnya.

“Rencananya eksekusi akan dilakukan sore ini, tinggal menunggu konfirmasi dan pengaturan dari pihak Satlantas. Dari Reskrim juga sudah siap menurunkan crane sore ini,” ujar Eriyanto.

Meski diperkirakan kegiatan penebangan pohon ini akan menyebabkan kemacetan sepanjang 300 hingga 400 meter, namun petugas telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi dengan menempatkan penjaga jalan di setiap titik. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan para pengguna jalan yang melintas dan menjaga agar arus lalu lintas tetap terkendali selama proses berlangsung.

Adapun untuk esekusi pohon tersebut dilaksanakan pada Sabtu (04/10/2025) pagi.

“Pelaksanaan pemangkasan pohon hias sepanjang danau depan RSUD Mihammad Sani ini sebagai tindak lanjut DLH dari aspirasi pemberitaan gerbangkepri.com sebelumnya. (Kl)

Revitalisasi Landscape Masjid Agung Dimatangkan

Pemko Batam mematangkan revitalisasi landscape Masjid Agung. (Dok. Diskominfo Batam/Rumawi)

Batam, GK.com – Rencana revitalisasi lanjutan Masjid Agung Batam Centre terus di tindaklanjutin oleh Pemerintah Kota Batam.

Bertempat di Ruang Rapat Lantai 5 Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (04/10/2025), presentasi terkait pembangunan landscape kawasan masjid disampaikan oleh tim teknis.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. (Dok. Diskominfo Batam/Rumawi)



Dalam rapat tersebut, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menekankan pentingnya perencanaan matang dalam pembangunan landscape Masjid Agung Batam Centre tersebut. Ia juga mengingatkan agar desain kawasan benar-benar memperhatikan aspek kenyamanan jemaah, serta fungsi ruang terbuka yang representatif.

“Masjid Agung ini adalah ikon Batam. Maka setiap detail pembangunannya harus dipikirkan dengan cermat. Jangan sampai ada kesan asal jadi, apalagi menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegas Amsakar.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat memimpin rapat. (Dok. Diskominfo Batam/Rumawi)



Salah satu poin utama yang ditekankan adalah penataan sistem drainase dan aliran air di kawasan masjid. Menurutnya, kehadiran genangan air akan merusak estetika dan kenyamanan. Oleh karena itu, ia meminta agar tim teknis memastikan landscape dirancang dengan sistem resapan dan saluran yang memadai.

“Tidak boleh ada genangan air. Kawasan masjid harus nyaman, bersih, dan indah. Kita ingin setiap orang yang datang merasa betah berlama-lama di sana nantinya, baik untuk beribadah, maupun menikmati suasana”. tegasnya lagi.

Revitalisasi ini juga mencakup penataan taman, jalur pedestrian, serta aksesibilitas yang lebih ramah bagi semua kalangan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Amsakar berharap, wajah baru Masjid Agung nantinya akan semakin memperkuat citra Batam sebagai kota yang religius dan modern.

Selain aspek teknis, Amsakar juga menekankan agar pembangunan tetap memperhatikan kearifan lokal, serta identitas keislaman. Ia menyebutkan, Masjid Agung bukan hanya tempat ibadah, melainkan pusat aktivitas umat yang harus bisa menjadi teladan dalam hal kebersihan, kerapian, dan keindahan.

Rapat ini menjadi langkah lanjutan setelah tahapan perencanaan sebelumnya. Amsakar memastikan Pemerintah Kota Batam akan mengawal setiap proses agar revitalisasi Masjid Agung Batam Centre berjalan sesuai harapan masyarakat. (Yogi)