Selasa, Juni 23, 2026
Beranda blog Halaman 500

Sebagai Bentuk Kepedulian, Ini yang Dilakukan Rumah Zakat Dan Relawan Nusantara

Relawan saat membagikan nasi bungkus kepada Ojol. (Ist).
Relawan saat membagikan nasi bungkus kepada Ojol. (Ist).

Batam, GK.com – Relawan Nusantara (RN) Kepulauan Riau (Kepri) bersama Amil Rumah Zakat Kota Batam, kembali mengelar misi kemanusiaan dengan tema  Jumat Menabung (Menebar Nasi Bungkus).

Panti Asuhan Mahabbatul Haq di Tanjung Uma, Drive Ojek Online (Ojol), pedagang asongan, dan petugas kebersihan jalan menjadi sasaran para relawan dalam menerima bantuan tersebut.

Melalui pesan WhatsApp Branch Manager (BM) Rumah Zakat Kota Batam Muhammad Isa menyampaikan kepada awak Media ini, program Jumat Menambung di setiap hari Jumat bersama Relawan ini merupakan program lanjutan pada kegiatan sebelumnya.

“Sebanyak 200 bungkus nasi kita bagikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Untuk Panti Asuhan kita salurkan ada sekitar  60 nasi bungkus dan air mineral, sementara sisanya kita salurkan kepada Gojek, pedagang, dan petugas kebersihan,” terang Isa, Jumat (03/12/2021) sekitar pukul 18.00 Wib.

Lebih lanjut Isa menjelaskan bahwa, kegiatan tersebut di laksanakan setelah Sholat Jumat, yaitu persisnya pada pukul 13.00 Wib sampai dengan pukul 15.00 Wib.

“Seperti biasa setelah Sholat Jumat rombongan langsung berangkat ke lokasi yang telah di tentukan, ini semua kita lakukan untuk berbagi sesama saudara kita yang membutuhkan, dan kegiatan ini salah satu program kita yang akan kita jalani terus  ke depannya,” kata Isa.

Diwaktu bersamaan, seorang Drive Ojek Online (Ojol), Andre yang menerima nasi kotak mengucapkan terima kasihnya kepada relawan yang bertugas saat itu.

“Alhamddulillah, bantuan ini tentunya sangat membantu, walaupun hanya sebungkus nasi, apalagi ditengah kondisi seperti ini. Semoga yang memberikan bantuan ini semakin mengalir rezekinya, serta dimudahkan segala urusannya”. ucap Andre. (IWD).

Editor : Milla

DPK Karimun Sediakan Informasi Dan Akses Disabilitas

Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. (Ist).
Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. (Ist).

Karimun, GK.com – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap tanggal 03 Desember, Forum Keluarga Spesial Indonesia (Forkesi) Chapter Karimun Kepri menyelenggarakan kegiatan Webinar yang bertajuk “KLOP” Dengan Anak Disabilitas, dengan menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kabupaten Karimun sebagai fasilitator.

Diterangkan Kasi Pengembangan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, R. Dharma Afriyanti, “Kegiatan ini dilaksanakan agar dapat memahami keadaan teman-teman Disabilitas. Dan diharapkan masyarakat juga bisa menerima keberadaan Disabilitas di sekeliling kita,” ucapnya, Jum’at (03/12/2021) Sekitar pukul 14.00 Wib di Perpustakaan Daerah Karimun.

Pada saat itu, Dharma juga menjelaskan bahwa sekarang Dinas Perpustakaan juga mendukung kegiatan yang melibatkan masyarakat lebih dari fungsinya sendiri, seperti informasi serta akses untuk Disbilitas dan non Disabilitas dalam memahami keadaan Disabilitas sekelilingnya.

“Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa menerima keadaan teman-teman Disabilitas disekeliling kita, tanpa membully dan melecehkan mereka”. pungkasnya. (FS).

Editor : Milla

Hingga Desember 2021, Dana Zakat di Karimun Mencapai 3 Miliar

Kantor Baznas Karimun
Kantor Baznas Karimun

Karimun, GK.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karimun memaparkan pengumpulan dana zakat periode Januari hingga awal Desember Tahun 2021 mencapai 3 Miliar Rupiah.

“Untuk tahun ini, dana zakat yang kami kumpulkan mengalami penurunan sekitar 10% dari tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan salah satunya pendemi Covid-19,” jelas Ketua Baznas Kabupaten Karimun, Drs. H. Nasrial didampingi Stafnya, Mustakim sekitar pukul 14.00 Wib.

“Adapun dana zakat yang diperoleh terdiri dari penggumpalan zakat fitrah, zakat infaq, dan zakat sedekah. Dari 3 Miliar yang sudah terkumpulkan, kami distribusikan sebesar 90% atau senilai 2,7 Miliar, dan sisanya kita pergunakan untuk dana emergency atau keperluan mendadak, serta dana simpanan di tahun depan,” terang Nasrial, Jumat (03/12/2021) di Ruangannya.

Diwaktu yang sama, Mustakim menambahkan, “angka 90% itu terhitung sampai tanggal 16 Desember 2021 untuk pendistribusian. Tetapi, jika ada kebutuhan yang mendesak seperti bencana alam dan lain-lain, maka sisa dari 10% tersebut akan digunakan”. tegasnya. (IWD).

Editor : Ron

Faktor Ekonomi Dan Politik dari Kemiskinan di Tanjungpinang, Serta Dampak Sosialnya

Ina Harlina, Mahasiswi Raja Haji Tanjungpinang
Ina Harlina, Mahasiswi Raja Haji Tanjungpinang

Kemiskinan dan pendidikan yang rengah merupakan sebuah paradoks dalam artian bahwa keduanya mempengaruhi satu sama lain, khususnya di Kota Tanjungpinang. Dalam pembahasan mengenai bagaimana tingkat pendidikan yang rendah dapat mempengaruhi kemiskinan, dapat dikatakan bahwa pendidikan sebagai modal bagi keluarga yang miskin untuk dapat mengakses peluang dalam pekerjaan dan kehidupan yang lebih layak, namun mereka tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak (baik itu karena masalah biaya, fasilitas, maupun kendala lainnya). Hal inilah yang membuat mereka tidak memiliki peluang besar untuk mengangkat diri mereka sendiri, hingga terjebak dalam kemiskinan. Di Tanjungpinang, rendahnya tingkat pendidikan juga membuat jumlah angkatan kerja yang berkualitas menjadi jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan total populasi dari Tanjungpinang itu sendiri. Berkembangnya ekonomi akan melahirnya kesempatan dalam bentuk pekerjaan tingkat tinggi yang membutuhkan kualitas angkatan kerja yang tinggi juga. Namun, jika tingkat pendidikan itu rendah, lantas bagaimanakah masyarakat Tanjungpinang yang berada dalam kemiskinan dapat berubah menjadi angkatan kerja yang berkualitas, sesuai dengan apa yang selayaknya dibutuhkan.

Selain itu, derivasi material dan sosial akibat keterbatasan sumber daya dan modal secara finansial, hal ini juga tentunya akan dapat membuat berkurangnya akses hingga ke barang dan jasa yang diperlukan untuk menjalani kehidupan yang layak.

Adapun sumber daya yang diperlukan meliputi: makanan bergizi yang cukup, pakaian yang memadai, perumahan yang terjangkau dan berkualitas dengan sanitasi yang baik, air bersih dan pasokan energi yang andal juga sangat dibutuhkaan dalam memberikan kenyamanan dan privasi, pendidikan non-diskriminatif di Sekolah yang dilengkapi dengan baik, perawatan kesehatan dan gigi yang terjangkau yang mudah diakses dan efektif, angkutan umum yang dapat diservis, serta lingkungan yang tidak berbahaya. Kurangnya akses ke sumber daya ini berarti individu, keluarga, dan masyarakat tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, hidup bermartabat, atau memiliki waktu berkualitas yang cukup untuk pertumbuhan keluarga atau pribadi, serta anak sebagai tumbuh kembang secara normal.

Kurangnya sumber daya moneter, materi, dan sosial adalah dimensi kemiskinan yang paling terlihat. Kurangnya pekerjaan yang layak juga mengacu pada pengalaman umum berupa penolakan akses ke pekerjaan dengan upah yang adil, aman, teratur, dan bermartabat.

Seringkali orang mulai bekerja ketika mereka masih sangat muda, dan sejak saat itu mereka mengalami eksploitasi, perlakuan buruk dan penghinaan karena mereka tidak punya pilihan selain bekerja di pekerjaan yang secara aktif membayar mereka lebih rendah dan mengeksploitasi mereka.

Nah, di Kota Tanjungpinang sendiri, banyak dijumpai pekerjaan di eselon yang lebih rendah seperti pekerja pabrik, pembantu keluarga, dan pekerjaan bergaji rendah lainnya yang sangat terkait dengan eksploitasi, karena yang upah yang jauh di bawah standar. Dalam kasus kemiskinan di Tanjungpinang, ketidakmampuan finansial suatu keluarga akan dapat membatasi akses mereka terhadap pendidikan yang lebih tinggi, yang secara langsung akan mempengaruhi tingkat kemiskinan di Tanjungpinang secara spesifik, dan pada tingkat Provinsi maupun Nasional.

Tidak semua orang tanpa pendidikan hidup dalam kemiskinan yang ekstrem. Tetapi kebanyakan dari mereka yang hidup dalam kemiskinan ekstrem tidak memiliki pendidikan dasar, menengah, apalagi tinggi. Mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan juga akan lebih cenderung membuat anak-anak mereka tidak bersekolah, yang berarti bahwa anak-anak mereka juga akan memiliki peluang lebih besar untuk hidup dalam kemiskinan. Pendidikan sering disebut sebagai penyeimbang yang hebat. Pendidikan juga dapat membuka pintu untuk pekerjaan, sumber daya, dan keterampilan yang dibutuhkan sebuah keluarga untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga berkembang. Akses ke pendidikan dasar berkualitas tinggi dan mendukung kesejahteraan anak adalah solusi yang diakui secara global untuk siklus kemiskinan. Pendidikan tinggi dapat membuka peluang kerja yang lebih besar dan gaji yang lebih besar untuk sebuah keluarga, sehingga dapat membawa mereka keluar dari garis kemiskinan.

Dapat dikatakan bahwa ada hubungan dua arah yang mendalam antara kemiskinan dan kesehatan. Artinya, orang-orang dengan akses terbatas ke pendapatan seringkali lebih terisolasi secara sosial, mengalami lebih banyak stres, memiliki kesehatan mental dan fisik yang lebih buruk, dan lebih sedikit kesempatan untuk pengembangan anak usia dini, serta pendidikan pasca sekolah menengah. Mereka juga sering memiliki perumahan yang tidak memadai, lebih banyak terpapar polusi lingkungan dan tidak dapat mengakses makanan sehat. Sebaliknya, telah ditemukan bahwa kondisi kronis, terutama yang membatasi kemampuan seseorang untuk mempertahankan pekerjaan yang stabil, dapat berkontribusi pada penurunan kemiskinan.

Seiring pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang, kesempatan kerja dan pertumbuhan pendapatan, pasar tenaga kerja yang lebih kuat dan tingkat pendapatan yang lebih tinggi cenderung membantu keluarga yang hidup dalam kemiskinan bergerak di atas ambang kemiskinan.

Sementara untuk tingkat pembangunan ekonomi yang rendah menyebabkan kemiskinan yang bsar. Karena, sumber daya fisik dan alam kurang dimanfaatkan dikarenakan oleh kurangnya teknologi, modal dan kemampuan kewirausahaan yang juga memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi yang lambat.

Lebih spesifik lagi, secara sosiologis kemiskinan merupakan sebuah permasalahan sosial yang merupakan akibat dari sistem yang tidak dapat membantu mereka. Permasalahan sistemis ini kemudian akan menghasilkan dampak sosial yang cukup besar terhadap keluarga, terutama anak-anak yang hidup dalam garis dan lingkaran setan kemiskinan. Lingkaran setan kemiskinan berarti bahwa hambatan dan masalah seumur hidup diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pengangguran dan pendapatan rendah menciptakan lingkungan di mana anak-anak tidak dapat bersekolah. Anak-anak harus sering bekerja untuk memberikan penghasilan bagi keluarga mereka. Adapun anak-anak yang mampu bersekolah, banyak yang gagal melihat bagaimana kerja keras dapat meningkatkan taraf hidup mereka sebagaimana mereka melihat orang tua mereka bersusah payah mengerjakan tugas sehari-hari. Pada akhirnya, kemiskinan adalah penyebab utama ketegangan sosial dan akan menjadi sebuah ancaman yang dapat memecah belah Bangsa, karena ketimpangan-ketimpangan yang ada.

Wajah Baru Pengurus DPC PPP Tanjungpinang di Dominasi Kaum Milenial

Para Kader dan Pengurus DPC PPP Kota Tanjungpinang. (Ist).
Para Kader dan Pengurus DPC PPP Kota Tanjungpinang. (Ist).

Tanjungpinang, GK.com – Beberapa hari lalu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tanjungpinang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) IV di Hotel Comforta Tanjungpinang.

Kegiatan Muscab secara resmi dibuka langsung oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang Fungsional  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Hj Ermalena, Dan turut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad serta bebrapa anggota DPRD Provinsi Kepri maupun DPRD Kota Tanjungpinang.

Hal ini disampaikan oleh Muhammad Hedary atau lebih dikenal dengan panggilan Abang Dary, selaku Ketua Panitia Kegiatan Muscab IV kepada wartawan ini, Kamis (02/12/2021) di salah satu Cafe yang ada di Tanjungpinang sekitar pukul 19.00 Wib.

Abang Dery bersama Staf Ahli Gubernur Kepri bidang Ekonomi dan Pembangunan, Eko Sumbaryadi. (Ist).
Abang Dery bersama Staf Ahli Gubernur Kepri bidang Ekonomi dan Pembangunan, Eko Sumbaryadi. (Ist).



Dary mengatakan, “sesuai dengan arahan Waketum, bahwa Partai PPP saat ini fokus merekrut sebanyak-banyaknya kader baru dari kaum milenial, yang tentunya mempunyai semangat baru dan berenergik,” ucapnya.

Untuk diketahui, kegiatan Muscab tersebut adalah dalam rangka mengevaluasi kegiatan Partai sekaligus melakukan perubahan pengurusan atau mempertahankan Pengurus yang masih ada.

“Terlepas dari rasa hormat, tentunya kami tetap meminta masukan kepada sesepuh maupun pengurus PPP yang lama, karena ini menyangkut kepentingan Partai menyambut Pileg 2024 nanti yang menjadi target Partai PPP harus mempunyai satu fraksi,” tuturnya.

Banyaknya pemilih pemula yang berasal dari generasi milenial akan berdampak signifikan. Tentu hal ini menjadi kunci dalam menaikkan elektabilitas suatu Partai Politik yang mampu menarik simpati para generasi milenial.

“Salah satu cara PPP menggandeng generasi milenial yaitu dengan saling berkontribusi. Artinya, setiap caleg yang nantinya menduduki kursi legislatif, wajib memberikan kontribusi terhadap caleg yang tidak terpilih, sesuai dengan peraturan yang berlaku di Partai PPP”. terang Dary.

Sementara itu, Hasan, SE selaku Ketua DPC PPP Kota TPI 2016-2021 mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus DPC,  PAC dan Pengurus Ranting PPP se- Kota Tanjungpinang yang telah bekerja keras dan semangat untuk kejayaan PPP.


Dan dikesempatan yang sama, Hj Rosiani selaku Sekretaris DPC PPP Kota Tanjungpinang 2016-2021 juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh kader dan simpatisan PPP yang telah memberikan kontribusi pemikiran dan ide yang positif, serta menyukseskan Muscab IV DPC PPP Kota Tanjungpinang Tahun 202. (AZ).

Editor : Ron

Perlomban Rakyat Hingga Pembagian Bunga Dilakukan SLB Sehati Karimun

Kapsek SLB Sehati Karimun, Emillya Anggraini
Kapsek SLB Sehati Karimun, Emillya Anggraini

Karimun, GK.com – Sekolah Luar Biasa (SLB) Sehati Karimun mengadakan beberapa kegiatan dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember 2021.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan berupa perlombaan rakyat serta pembagian bunga kepada masyarakat. Dengan tujuan, Karimun ramah dengan anak Disabilitas.

Dijelaskan Kepala SLB Sehati Karimun, Emillya Anggraini, “kegiatan pada hari ini melaksanakan perlomban rakyat seperti lomba estafet, dan lain-lain. Sementara untuk pembagian bunga di lampu merah di dekat RSUD Muhmmad Sani akan dilaksankan pada esok hari,” terangnya, Kamis (02/12/2021) sekitar pukul 09.30 Wib di Ruang Kerja.

“Dengan diadakannya perlombaan rakyat ini diharapkan akan menumbuhkan sifat berani kepada anak-anak Disabilitas untuk berinteraksi dengan yang lainnya,” ujar Emillya Anggraini.

“Besar harapan kami dari pihak Sekolah, agar tidak ada perbandingan antara anak Disabilitas dengan anak yang normal lainnya”. harap Emillya Anggraini. (RP).

Editor : Milla