Minggu, Agustus 2, 2026
Beranda blog Halaman 30

Disdik Karimun Ajukan Pembangunan SNT

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuerah, S.T., M.E. (Foto Pribadi)

Karimun, GK.com – Berbagai program strategis terus di dorong oleh Pemerintah Daerah, salah satunya melalui pengajuan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) kepada Pemerintah Pusat. Program ini diharapkan mampu menjadi langkah besar dalam menghadirkan sistem pendidikan yang lebih terpadu dan berkualitas di daerah nantinya.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuerah, S.T., M.E usulan pengajuan pembangunan SNT dengan pembiayaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di nilai anggaran yang diajukan diperkirakan mencapai Rp 200 hingga Rp 300 miliar.

“Proses pengusulan telah dilakukan sesuai mekanisme yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Seluruh persyaratan administrasi dan data pendukung juga telah dipenuhi, serta di sampaikan melalui sistem yang disediakan,” ujarnya.

“Pada 12 Maret 2026, kami sudah mengikuti tahapan verifikasi dan validasi (verval) data secara Daring bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Zoom Meeting. Saat ini, kami tinggal menunggu tahapan verifikasi lapangan yang direncanakan akan di lakukan dalam waktu dekat,” terang Grandy melalui pesan WhatsApp, Kamis (30/04/2026).

Lebih lanjut Grandy menjelaskan, program SNT yang diusulkan Karimun mengusung konsep pembangunan dan konsolidasi. Dalam skema ini, Pemerintah Daerah mengusulkan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) tingkat SD, serta penggabungan atau penyatuan antara SMP Negeri 2 Tebing dan SMA Negeri 4 Karimun yang berada dalam satu kawasan pendidikan di Kecamatan Tebing.

“Salah satu syarat utama program ini adalah keberadaan Sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK dalam radius maksimal dua kilometer. Selain itu, Pemerintah Daerah juga harus memastikan ketersediaan lahan minimal 20 hektare yang berstatus milik Pemerintah Daerah, sesuai dengan rencana tata ruang, serta berada di kawasan yang aman dari risiko bencana.

“Selain lahan, kami juga memastikan kesiapan hal lainnya, seperti ketersediaan calon siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga peta kontur wilayah. Semua persyaratan tersebut sudah kami lengkapi dan unggah ke sistem Kementerian,” ungkap Grandy Pukul 13.05 WIB.

Untuk memperkuat peluang persetujuan, Disdikbud Karimun juga menjalin komunikasi dan meminta dukungan dari berbagai pihak, antara lain, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau serta Komisi X DPR RI yang pernah melakukan Kunjungan Kerja ke Karimun.

“Strategi kami adalah memastikan seluruh persyaratan terpenuhi dengan data yang kuat, sekaligus membangun dukungan dari pihak terkait agar usulan ini menjadi prioritas,” katanya.

Meski demikian, Disdikbud Karimun tetap menyiapkan langkah alternatif apabila usulan tersebut belum disetujui atau mengalami penundaan. Peningkatan kualitas pendidikan, menurutnya, akan tetap dijalankan melalui berbagai program yang didanai baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun APBN.

“Kami akan terus berupaya menghadirkan pembangunan pendidikan di Karimun dengan memanfaatkan berbagai sumber pendanaan yang tersedia. Hal ini juga sejalan dengan arahan Bupati agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih kreatif dalam mencari dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat”. tutup Grandy. (DS)

Editor: Endang

Timnas Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia bakal jadi tuan rumah Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto bolasport)

Jakarta, GK.com – Diajang FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan dilaksanakan pada September-Oktober mendatang, Negara tambahan juga turut di undang untuk melengkapi acara, selain enam Negara yang sudah ditetapkan.

FIFA berencana bakal membagi turnamen menjadi dua divisi. Dikutip dari akun Instagram The Asean Football, FIFA dan AFF sudah setuju soal pelaksanaan format turnamen FIFA ASEAN Cup pada Kongres FIFA ke- 76 di Kanada.

“FIFA dan Federasi Sepak Bola ASEAN secara resmi telah menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dan mengkonfirmasi format turnamen untuk Piala ASEAN FIFA 2026 perdana selama Kongres FIFA ke- 76,” tulis The ASEAN Football.
Timnas Indonesia resmi jadi tuan rumah untuk turnamen kasta pertama. Sementara untuk kasta kedua, FIFA menunjuk Hong Kong.

Hong Kong akan menjadi Negara yang diundang untuk mengikuti turnamen ini. Tidak ada detail soal format kompetisi. Namun pembagian peserta FIFA ASEAN Cup akan dibagi berdasarkan peringkat FIFA terkini. Jumlah laga yang berhak dimainkan pada FIFA Matchday September-Oktober 2026 juga ikut diperhatikan.

Pada periode tersebut, setiap Negara berhak memainkan empat laga resmi yang masuk hitungan ranking FIFA. Kemungkinan FIFA ASEAN Cup 2026 akan memainkan empat laga saja sampai laga puncak untuk mengakomodasi jadwal.

Skenario paling memungkinkan adalah membagi enam negara menjadi dua grup.

Skenario tersebut memungkinkan untuk empat laga sampai laga final. Dua laga akan digelar pada babak penyisihan grup. Sementara dua laga lain adalah semifinal dan final. Namun, semua masih menunggu konfirmasi dari FIFA soal format turnamen baru ini. (*)

Editor: Milla

Ribuan Bantuan Sembako di Serahkan Kelurahan Batu IX

Ribuan Bantuan Sembako di Serahkan Kelurahan Batu IX. (Foto gerbangkepri.com/Dwi)

Tanjungpinang, GK.com – Dalam rangka meringankan beban kebutuhan masyarakat kurang mampu, Kelurahan Batu IX menyalurkan bantuan sembako.

Bantuan ini merupakan bagian dari program sosial Pemerintah yang menyasar untuk masyarakat yang telah terdata secara resmi, sekaligus memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.

Kepala Seksi Pelayanan Umum dan Kesejahteraan Sosial Kelurahan Batu IX, Iskandar S.Pd., M.M, kepada gerbangkepri.com menyampaikan, untuk alokasi bulan Februari hingga Maret yang disalurkan di bulan April ini, jumlah penerimanya mencapai 3.551 orang. Sementara, untuk menghindari kerumunan, pembagian dilakukan secara bertahap, berdasarkan wilayah Rukun Warga (RW) setiap harinya.
Dijelaskannya, penerima bantuan merupakan warga yang telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Daftar tersebut ditetapkan langsung oleh Kementerian Sosial, dan penyalurannya dilakukan melalui Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Pusat.

“Penerima adalah warga yang sudah masuk dalam data DTSEN. Data itu diturunkan dari Kementerian Sosial melalui Bulog Pusat,” jelasnya di Ruang Lobi Kantor Kelurahan Batu IX, Kamis (30/4/2026) sekitar Pukul 10.47 WIB.

Menurutnya, pihak Kelurahan bersama Ketua Rukun Tetangga (RT) dan RW hanya berperan dalam menyampaikan informasi terkait data yang telah ditetapkan. Untuk mencegah ketidaktepatan sasaran atau tumpang tindih penerimaan bantuan, warga yang merasa kurang mampu namun belum terdaftar, dianjurkan segera mendaftarkan diri ke dalam sistem DTSEN.

“Mekanisme pengusulan bisa dilakukan secara mandiri melalui aplikasi milik Kementerian Sosial, atau dibantu oleh operator di Kantor Kelurahan. Namun perlu di ingat, pihak Kelurahan hanya bertugas mengusulkan data,” ujar Iskandar.

Ia menegaskan, keputusan akhir terkait penetapan penerima bantuan sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Sosial. Setelah pengajuan dilakukan, data akan melalui tahap verifikasi, dan tim dari Kementerian akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi ekonomi warga yang mengajukan permohonan.

Sebagai solusi buat warga yang belum menerima bantuan, namun merasa berhak mendapatkannya, pihak Kelurahan bersama pengurus RT dan RW terus melakukan sosialisasi agar masyarakat segera mengajukan diri untuk dimasukkan ke dalam data sosial tersebut.

“Kami terus berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW untuk menyosialisasikan kepada warga yang belum mendapatkan bantuan agar segera mendaftarkan diri ke dalam data DTSEN”. ucap Iskandar. (DS)

Editor: Endang

Dapur MBG di Sidak BPOM

Dok BPOM RI

Jakarta, GK.com – Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar tetap turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di DKI Jakarta dalam satu hari, meskipun anggaran terkait pengawasan Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi minim.

Inspeksi pada Kamis (30/04/2026) itu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyiapan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan ke penerima manfaat. Salah satu lokasi yang disidak adalah SPPG Tebet Manggarai Selatan yang melayani 2.858 orang, dan di kelola Yayasan Bina Siwi Oku Timur.

“BPOM ingin memastikan program Presiden Prabowo Subianto berjalan memenuhi standar keamanan, higiene, dan sanitasi, agar makanan yang diterima masyarakat aman, bermutu, serta bergizi,” ujar Taruna.

Sidak tak hanya dilakukan di satu titik saja, melainkan secara paralel, pengawasannya juga dilakukan di sejumlah wilayah lain Jakarta. Di Palmerah, Jakarta Barat, SPPG melayani sekitar 4.100 penerima manfaat. Di Jatinegara Kampung Melayu tercatat 2.905 penerima, Johar Baru Tanah Tinggi 2.260 penerima, dan Sunter Jaya sebanyak 3.376 penerima manfaat.

Taruna menegaskan, pengawasan BPOM untuk memitigasi risiko Kejadian Luar Biasa Keamanan Pangan (KLB KP), terutama dalam program berskala besar seperti MBG. Meski anggaran terbatas, pendekatan pengawasan dilakukan secara adaptif dan berbasis risiko.

“Monitoring yang baik serta tindak lanjut cepat akan menentukan keberhasilan program ini. Risiko insiden keamanan pangan harus dicegah sejak awal,” tegas Taruna.

Dari hasil sidak di lima lokasi, secara umum operasional SPPG sudah berjalan sesuai ketentuan. Namun, BPOM masih menemukan sejumlah catatan perbaikan.

Beberapa di antaranya terkait konsistensi higiene personal petugas, sanitasi peralatan dan area produksi, sistem pencatatan serta pelabelan bahan baku, hingga pengendalian suhu penyimpanan pangan.

Temuan tersebut langsung disampaikan ke pengelola untuk segera ditindaklanjuti. BPOM juga akan melaporkan hasil monitoring secara komprehensif kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi.

“Kami datang bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan program MBG ini berjalan semakin baik. Ini bagian dari perbaikan berkelanjutan”. kata Taruna. (DK/*)

Editor: Milla

Indonesia Gagal Lanjut ke Thomas Cup 2026

Tim Thomas Cup Indonesia. (Foto: Mercy Raya/detikcom)

Jakarta, GK.com – Gagal lolos pada Thomas Cup 2026, PBSI meminta maaf. Diakui mereka, lawan yang dihadapi saat itu menampilkan penampilan yang lebih baik.

Persaingan di grup D yang tergabung yaitu Tim Thomas Indonesia bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair berlangsung sangat ketat sejak mulai pertandingan pertama.

Sebelumnya, Indonesia berhasil mengalahkan Aljazair 5-0, dan Thailand 3-2. Namun, langkah Fajar Alfian dan kawan-kawan harus terhenti usai kalah dari Prancis dengan skor 1-4. Hasil ini pun terpaksa menempatkan Indonesia di posisi ketiga klasemen akhir Grup D.

Thailand keluar sebagai juara grup, sedangkan Prancis menjadi runner-up. Meski sama-sama mengemas dua kemenangan, namun Thailand dan Prancis punya selisih poin lebih baik dari Indonesia.

“Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui, Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini. Kami menerima hasil ini, dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai”. ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian dikutip dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (29/04/2026). (mcy/adp/rd)

Editor: Milla


Proyek Pengganti LPG Mulai di Bangun

Ilustrasi tabung kompor berbahan bakar Dimethyl Ether (DME) yang dipamerkan dalam acara groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase II pengembangan hilirisasi batu bara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. (Foto CNBC Indonesia/Verda Nano Setiawan)

Sumsel, GK.com – Bertujuan untuk mengurangi Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang berasal dari impor, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina (Persero) memulai pembangunan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).

Proyek berlokasi di Tanjung Enim dengan melibatkan kolaborasi Holding BUMN Pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Pertamina (Persero) itu dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tersebut dirancang untuk memperkuat kedaulatan energi nasional sesuai dengan Asta Cita Pemerintah.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto, Rabu (29/04/2026) mengatakan jika proyek ini menjadi tonggak penting dalam transformasi industri pertambangan Indonesia melalui industrialisasi batu bara.

“Dalam fasilitas tersebut menggunakan teknologi batu bara bersih (clean coal technology) yang mampu menekan emisi hingga 40% dibandingkan pembakaran konvensional. Proyek ini memiliki arti penting, karena sudah masuk dalam proyek strategis nasional dengan kapasitas 1,4 juta ton DME. Ini setara dengan sekitar 1 juta ton LPG,” papar Turino Yulianto di Tanjung Enim.

Fasilitas yang dibangun di kawasan Bukit Asam Industrial Estate (Beki) dengan luas 585 hektare itu akan mengolah sekitar 7 juta ton batu bara kualitas rendah per tahun. Seluruh pasokan bahan baku berasal dari tambang Tanjung Enim, dan produk akhirnya akan diserap oleh PT Pertamina Patra Niaga.

“Kami mengolah batu bara loreng, jadi batu bara yang memang belum terutilisasi selama ini dan jumlahnya di Indonesia banyak. Jadi sekali proyek ini berjalan, Insya Allah nanti kalau terus berkembang kita bisa me-utilisasi batubara low rank di Indonesia,” kata Turino Yulianto.

Sementara, Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina Emma Sri Martini menjelaskan, kolaborasi ini merupakan jawaban atas ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi global. Menurutnya, Pertamina siap bertindak sebagai pembeli siaga (offtaker) guna menjamin kepastian pasar bagi produk hasil hilirisasi batu bara tersebut.

“Alhamdulillah, Indonesia masih bisa menjaga ketersediaan BBM dan LPG. Kita tahu betul bahwa Indonesia masih net importer dan kita masih belum bisa swasembada energi, terhusus LPG. Dan itu tidak mudah Bapak Ibu”. ujar Emma Sri Martini.

Pembangunan Proyek tersebut diresmikan bersamaan dengan 12 proyek hilirisasi lainnya. (Pgr/DK)

Editor: Milla