Senin, Mei 4, 2026
Beranda blog Halaman 1051

Putra Lingga Jadi Duta Budaya Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2018

LINGGA– Muhammad Al Rasid yang berasal dari Dusun Senempek, Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga berhasil meraih posisi pertama pada pemilihan Duta Budaya tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang diselenggarakan di Belakang Padang, Kota Batam, pada 26-28 Oktober 2018.

Putra dari kampung penghasil Gonggong itu mewakili Lingga tidak sendirian, bersama Ekka Yuni Trianasari yang berasal dari Kelurahan Daik, mereka maju mengikuti kompetisi bergengsi tersebut, namun sayang, Ekka hanya mampu meraih posisi ketiga sebagai Duta Budaya untuk kategori putri pada kesempatan tersebut.

“Alhamdulillah bangga dan senang rase nye, karena bisa memperkenalkan Kebudayaan, Sejarah, Adat Istiadat, Makanan, Pakaian Tradisional, Tari Tradisional dan Cagar Budaya dari Kabupaten Lingga ke Kabupaten/Kota lainnya di Kepri ini, serta mempertegaskan kembali bahwa Lingga adalah Bunda Tanah melayu,” terang Rasyid, Minggu (28/10).

Anak terakhir dari sembilan bersaudara itu memang sejak duduk di bangku sekolah selalu menuai prestasi. Bahkan, di bangku kuliah pun prestasi pria yang biasa dipanggil Acit itu tak pernah memudar.

Menjadi seorang mahasiswa Pendidikan Kimia di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Tanjungpinang, Acit sudah meraih berbagai prestasi, mulai dari Juara 3 Putra FKIP-UMRAH 2016, 5 Besar Duta Bahasa Provinsi Kepri 2016 serta Duta UMRAH Olimpiade Nasional Matematika Ilmu Pengetahuan Alam se- Pulau Sumatera 2016.

Tak berhenti sampai disitu, Acit juga pernah meraih Juara 1 Pidato se- Fakultas FKIP-UMRAH 2016, Juara Persabatan Duta Generasi Berencana Provinsi Kepri 2017, 5 Besar Finalis Duta Generasi Berencana Provinsi Kepri 2017, dan Juara harapan 1 Berbalas Pantun se- Provinsi Kepri 2017.

Sedangkan di tahun 2018 ini, Acit juga sudah mengoleksi beberapa prestasi yakni, Finalis Duta Bahasa Provinsi Kepri, Juara 2 Mahasiswa Berprestasi FKIP-UMRAH, serta yang terbaru yakni menjadi Duta Budaya Kepri.

“Saya harap dengan terpilihnya saya mewakili Kepri di tingkat Nasional nantinya dapat memberitahukan bahwa Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu terdiri dari 7 Kabupaten/Kota yang memiliki kebudayaan yang beraneka ragam,” ujarnya.

“Saya juga ingin menjadikan Kepulauan Riau yang Berwisata Bahari, Berbudaya Madani serta menjadi Bunda Tanah Melayu rujukan bagi setiap penjuru Negeri nantinya,” harap putra dari Rosmina itu.

 

Seperti diketahui, pemilihan Duta Budaya tingkat Provinsi Kepri tahun 2018 ini merupakan yang perdana. Setiap Kabupaten/Kota yang ada, mengirimkan masing-masing perwakilan sebanyak dua orang duta yakni, seorang putra dan putri. Mereka yang meraih juara pertama di tingkat Provinsi nantinya berkesempatan mewakili Kepri untuk tingkat Nasional. (MN)

Syahrul Resmikan Grand Opening Cafe Pasta Kangen

TANJUNGPINANG – Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd didampingi Wawako Tanjungpinang Hj. Rahma, S.Ip, meresmikan Grand Opening Cafe Pasta Kangen yang terletak di Jl. Wiratno seberang Hotel Kaputra, Sabtu (27/10) pukul 20.00 Wib.

Dalam sambutannya Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul mengatakan, “kita harus mendukung dan mengapresiasikan kepada kalangan anak muda, khususnya di Kota Tanjungpinang ini yang mempunyai ide cemerlang dan selalu berinovasi untuk berkarya agar berguna untuk masyarakat,” ujarnya.

“Kementrian Pariwisata sangat mengagumi kuliner-kuliner yang ada di Tanjungpinang ini, mari kita sama-sama menjadikan Tanjungpinang sebagai Gerbang dalam hal pariwisata maupun kuliner bagi para berkunjung yang berkunjung ke Tanjungpinang baik yang berasal dari negara sendiri maupun bagi pengunjung yang berasal dari luar negara,” harap Syahrul.

Sementara itu, Aludin Andi,SE.MM selaku pemilik Cafe Pasta Kangen menjelaskan, bahwa CPK ini adalah salah satu Cafe Franchise yang sudah dibuka di 56 Kota se- Indonesia, dan untuk wilayah Tanjungpinang ini yang perdana.


Selain itu, ditambahkan Andi, Cafe Pasta Kangen ini juga menamakan menu makanannya dengan nama yang serba unik, antara lain seperti, Spaghetti Bini Muda, Pizza Daging Selingkuhan dan banyak lagi menu nama makanan lainnya yang unik.

“Kita mengutamakan kualitas cita rasa makanan disini, selain itu untuk harga jual makanan disini juga cukup terjangkau bagi para pencinta makanan, tergolong murah, dan Fasilitas Cafe juga sangat mendukung dalam memberikan kenyamanan kepada para pengunjung,” terang Andi.

“Kedepannnya untuk menarik perhatian bagi para pengunjung, kami juga nantinya akan menerapkan program makan minimal 20 ribu selama 6 kali berkunjung, lalu foto Cafe Pasta Kangen di upload dan di tag minimal ke 5 orang teman lainnya, selama 6 kali kita kasih makan gratis”. tutup Andi. (KR)

Akkopsi Inginkan Kewenangan Pengelolaan Laut Kembali Ke Kabupaten/ Kota

TANJUNGPINANG- Sesuai amanat Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dimana pengelolaan sumber daya alam khususnya bidang kelautan dan perikanan berada di Provinsi dan pemerintah pusat. Namun sangat disayangkan, permasalahan sampah menjadi tanggung jawab kabupaten /kota, sehingga ketua umum Aliansi Kabupaten /Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Muhammad Ramadhan Pomanto mengajak anggotanya bersatu padu untuk mengembalikan kewenangan tersebut kepada Kabupaten/ Kota.

Hal tersebut disampakan Ramadhan dihadapan anggota AKKOPSI terdiri dari 482 Bupati dan Walikota se -Indonesia, yang merupakan rangkaian acara City Sanitation Summit (CSS) XVIII, dipusatkan di hotel BW Luxury, Jambi Kamis (25/10)

selama ini masalah sampah masih menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota, apalagi sampah plastik yang banyak mengapung dilaut yang selalu jadi permasalahan. Muara sungai, muara danau yang bukan lagi menjadi kewenangan Pemerintah kabupaten/ kota, namun akibat tidak terpeliharanya sistem drainase mulai dari muara sungai, muara danau pada akhirnya akan mengotori pantai.

Ramadhan yang juga menjabat sebagai Walikota Makasar ini mengajak anggotanya untuk bersama-sama bersatu mengembalikan kewenangan tersebut ke kabupaten dan kota.

‎ia juga mengatakan, keberhasilan kepala daerah bukan hanya diukur dari kemajuan kotanya saja, akan tetapi juga bagaimana cara mengelola sanitasi di daerahnya.

Sementara itu, Direktur Jendral Cipta Karya kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Danis Hidayat Sumadilaga ketika membuka acara CSS VIII ini juga mengatakan bahwa, kemajuan suatu daerah dapat dilihat bagaimana penangana sanitasi, lingkungan dan air minum di daerah tersebut.

Menyinggung persoalan sampah plastik, 62 persen limbah laut adalah plastik. Sebagian besar sampah kantong plastik selama ini kurang dilirik, ia mengatakan bahwa kantong plastik bisa diolah dengan dicacah terlebih dahulu menggunakan alat mesin pencacah plastik. Plastik tersebut dapat digunakan untuk campuran aspal jalan.

Walikota Tanjungpinang H. Syahrul S. Pd yang hadir selaku anggota AKKOPSI, disela -sela acara mengatakan pertemuan tersebut telah
Memberikan motivasi bagi seluruh bupati dan walikota se -Indonesia agar dapat bersama -sama menjadi daerah yang peduli akan sanitasi, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, masyarakat sejahtera.

Syahrul menambahkan, untuk Kota Tanjungpinang ada beberapa wilayah yang masih menjadi perhatian khusus untuk dijadikan kawasan bebas kumuh seperti Tanjung Unggat, Teluk Keriting, Senggarang, Kampung Bugis. “Semua upaya kita lakukan, menuju Tanjungpinang smart city tentunya didukung oleh lingkungan bersih, masyarakat cerdas dan sehat”, ujarnya.

Begitu juga upaya penanganan sampah plastik yang masih menyisakan persoalan. Syahrul mengajak seluruh masyarakat Tanjungpinang untuk Sama-sama menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak membuang sampah ke laut. “Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat, tambah Syahrul. (Hms/Red)

 

Tokoh Agama Kota Tanjungpinang Deklarasikan Pemilu Damai 2019

TANJUNGPINANG– Kementerian Agama Kota Tanjungpinang bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Tanjungpinang Kota dan Kecamatan Tanjungpinang Barat mendeklarasikan Pemilu Damai tahun 2019.

Dalam Deklarasi yang terdiri dari 40 orang tersebut digelar di Aula kantor Camat Tanjungpinang Kota, Kamis (25/10). Kegiatan yang digagas oleh Kemenag Kota Tanjungpinang itu selain mendeklarasi pemilu damai 2019 juga disertai dengan temu dan dialog antara tokoh lintas umat beragama.

Hadir dalam acara tersebut Camat Tanjungpinang Kota Nasrizal, S.Sos, Kapolsek Tanjungpinang Kota AKP Edy Supandi, Kakan Kemenag serta Lurah se- Kecamatan Tanjungpinang Kota dan Kecamatan Tanjungpinang Barat.

Dalam deklarasi yang diucapkan oleh tokoh agama kedua Kecamatan tersebut adalah memuat tentang kesiapan untuk saling menjaga dan merajut keharmonisan untuk mewujudkan kerukunan dalam menyongsong pemilu damai tahun 2019.

Drs. H. Erman Zaruddin, MM.Pd selaku Kakan Kemenag Kota Tanjungpinang dalam sambutannya mengatakan, kerukunan umat beragama harus dijaga dan dipelihara bersama, tidak mungkin hanya dijaga oleh pemerintah saja, seluruh elemen masyarakat harus ikut menjaga bersama.

“Dalam hal ini dibutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama para tokoh agama dan tokoh masyarakat, disini Kemenag hanya memfasilitasi dan mengarahkan saja, sedangkan yang berperan aktif adalah tokoh masyarakat dan tokoh agama, suaranya lebih di dengar oleh masyarakat pada tataran akar rumput melalui bahasa agamanya masing-masing,” ucap H. Erman.

Sementara itu AKP. Edy Supandy selaku Kapolsek Tanjungpinang Kota dalam kesempatan itu memberikan apresiasinya dalam kegiatan yang digagas Kemenag tanjungpinang. AKP Edy mengatakan, kegiatan ini mempunyai momen yang sangat pas, mengingat saat sekarang ini sedang viral penyebaran video pembakaran yang diduga bendera HTI.

Kapolsek juga menjelaskan, bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh pihak Kepolisian, dan saat ini sedang dalam proses pemanggilan bagi para ahli untuk dimintai keterangan.

“Saya sangat berharap mudah-mudahan tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa menyampaikan pesan dari Kamtibmas dengan sejuk untuk bisa disampaikan ke masyarakat, termasuk menghadapi berita hoak agar terlebih dahulu disaring kejelasan dan sumbernya, semoga kita dapat melalui pesta demokrasi 2019 ini dengan aman dan damai,” harap Kapolsek Edy.

Dalam acara dialog ini berlangsung sangat hangat, materi dialog yang ditanyakan oleh tokoh agama kebanyakan tentang alur pendirian rumah ibadah dan kondisi Kamtibmas menjelang pemilu 2019. Pertanyaan dijawab secara bergantian oleh Kakan Kemenag, Camat dan Kapolsek Tanjungpinang Kota.

Kegiatan temu dan dialog tersebut akan digelar kembali pada awal November mendatang dengan mengundang tokoh agama dan tokoh masyarakat Kecamatan. Tanjungpinang Timur dan Kecamatan Bukit Bestari. (FM/Red)

Gubenur Kepri Lantik Pengurus Cabang Persakmi Tanjungpinang dan Bintan, Periode 2018-2022

TANJUNGPINANG– Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan adakan acara Pelantikan Pengurus Cabang, serta dibarengi dengan Seminar Kesehatan Masyarakat.

Dalam pelantikan para Pengurus Cabang tersebut langsung dilantik oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun di dampingi oleh Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, di Aula Poltekes, Jalan Pemuda, Tanjungpinang, Rabu (24/10) pagi. Ada sekitar 80 orang para pengurus yang di lantik saat itu.

Persakmi merupakan upaya meningkatkan pengetahuan publik kesehatan di masyarakat, serta strategi untuk memperkuat legalitas kepengurusan berjenjang mulai dari tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, di ketuai oleh Prof. Dr. Ridwan Amiruddin,S.K.M.,M.Kes.MSc.PH, yang berasal dari Makassar.

Di awali penyampaian laporannya, Ketua Panitia, Andi Kurniawan S.K.M.,M.PH menjelaskan, acara kegiatan Seminar Kesehatan Masyarakat ini bertujuan untuk melatih peran para Pengurus Cabang Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan dengan tema “Peran Organisasi Profesi Kesehatan Dalam Transisi Teknologi dan Implementasi Kabupaten/Kota Sehat”.

“Ini merupakan bentuk apresiasi publik agar dapat meningkatkan pengetahuan penyakit yang berbasis di lingkungan, serta mendorong atau mempercepat terbentuknya Kabupaten/Kota yang sehat,” ujar Andi.

“Sedangkan untuk Pelantikan Pengurus Cabang Persakmi gunanya sebagai legalitas organisasi di tingkat Kabupaten/Kota agar dapat terlindungi dalam pelayanan dan pengabdian kesehatan masyarakat dengan berfokus kepada upaya kegiatan promotif dan preventif, sehingga dapat terwujudnya masyarakat Kepri yang Sehat, Mandiri, dan Sejahtera,” terangnya.

Ditambahkan Andi, Persakmi di Kepri ini di bentuk sementara di 5 Kabupaten/Kota, yakni Kota Tanjungpinang, Batam, Kabupaten Bintan, Karimun, dan Kabupaten Natuna yang sudah berjalan selama 3 hari terhitung dari 24-26 Oktober 2018, sementara untuk anggarannya sendiri berasal dari mandiri sarjana kesehatan masyarakat (SKM), anggota, pengurus Persakmi, kalangan peserta, serta kontribusi Gubernur Provinsi Kepri dan sponsor oleh mitra Bank Mandiri.
Gubernur Provinsi Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos,M.Si dalam sambutannya menyampaikan, kesehatan itu sangat penting bagi Bangsa dan Negara Indonesia, karena itu merupakan cermin dari kemajuan suatu bangsa tersebut.

“Saya minta kepada Bapak Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, selaku pengisi seminar ini semoga dapat memberikan ilmu yang sebanyak-banyaknya kepada para peserta, sehingga kesehatan di Kepri dapat bersaing dengan Negara tetangga seperti Malasyia dan Singapura, selain itu peserta dapat melakukan pengabdiannya kepada masyarakat secara ikhlas,” kata Nurdin.

Sementara itu, Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul,S.Pd berharap dengan terbentuknya Persakmi di Kota Tanjungpinang nantinya dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, khususnya Dinas Kesehatan dalam meciptakan dan mengoptimalkan masyarakat yang sehat. (RZ)

Peringati Sumpah Pemuda, SMAN 2 Bunguran Timur Gelar YSF Part II

NATUNA- Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda ke- 90 yang jatuh pada tanggal 28 Oktober, para Siswa SMAN 2 Bunguran Timur menggelar “Young Smanda Festival (YSF) Part II”.

Acara yang digelar pada Rabu (24/10) dan bertempat di lapangan sekolah SMAN 2 tersebut diisi dengan berbagai kegiatan perlombaan.

Kepala Sekolah SMAN 2 Bunguran Timur, Ida Susanti S,Pd mengatakan, kegiatan ini dimulai dari tanggal 22 hingga puncak acara di tanggal 29 Oktober 2018 dan diikuti oleh seluruh siswa siswi se- Kabupaten Natuna.

Dijelaskan Ida dalam kegiatan itu, perlombakan yang diadakan antara lain lomba vokal group, festival band, fashion show, stand up komedi, karikatur dan musikalisasi puisi.

“Seluruh siswa yang mengikuti perlombaan ini sangat bersemangat, berkompetisi dengan sekolah-sekolah yang ada, serta bersaing keras dalam menunjukkan bakat yang mereka miliki,” tutur Ida.

Ida menambahkan, dengan di gelarnya YSF ini diharapkan seluruh siswa nantinya dapat memaknai eksistensi pemuda selaku generasi bangsa akan termotivasi untuk berkarya, seiring kemampuan, talenta, dan bakat yang dimiliki, agar berguna bagi bangsa dan kedua orang tua.

Ida juga berencana tahun depan kegiatan ini dapat dilaksanakan lagi dengan jenis perlombaan yang banyak lagi, sebagai upaya pihak sekolah dalam meningkatkan kreatifitas siswa dalam berkarya dan berinovasi.

“Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak donatur yang telah membantu SMAN 2 Bunguran Timur dalam kegiatan Young Smanda Festival part II ini, Alhamdulillah kegiatan yang berlangsung terlaksana dengan baik sebagaimana semestinya,” tutup Ida. (Sai)