Senin, Mei 4, 2026
Beranda blog Halaman 1050

Kemenag Tanjungpinang Gelar Dialog Lintas Agama Jilit Dua.

Tanjungpinang, GK.comSetelah sukses menggelar temu dan dialog tokoh lintas agama di Kecamatan Tanjungpinang Kota dan Tanjungpinang Barat, Kamis (25/10), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang kembali menggelar kegiatan serupa di hari Kamis (08/11).

Dalam kegiatan kali ini, Kemenag Kota Tanjungpinang melibatkan tokoh agama dan lurah se- Kecamatan Tanjungpinang Timur dan Bukit Bestari.

Dialog yang digelar di Aula Kantor Camat Tanjungpinang Timur tersebut masih mengangkat tema yang sama yaitu ‘Menjaga Kerukunan dan Kedamaian Menjelang Pemilu Damai tahun 2019’.

Hadir sebagai pembicara dalam dialog tersebut Kakan Kemenag Kota Tanjungpinang Drs. H. Erman Zaruddin, MM. Pd, Sekretaris Badan Kesbangpol dan Penmas H. Hasanuddin, S.Sos, Sekcam Tanjungpinang Timur Samsul Bahri, S.Sos, Kepala Subbag Tata Usaha Kemenag Tanjungpinang H.M. Mukhsin, S.Ag dan Kanit Binmas Polsek Bukit Bestari IPDA Turhadi.

Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, Kakan Kemenag, Erman Zaruddin tak bosan mengingatkan kepada seluruh tokoh lintas agama untuk dapat menenangkan umatnya masing-masing.

“Jangan mudah terpropokasi dengan berita-berita yang belum terverifikasi dengan benar,” kata Erman Zaruddin.

Dikatakan Erman, tokoh agama jangan sampai menjadi bagian dari konflik politik, melainkan tokoh agama harusnya merupakan bagian dari solusi dalam permasalahan yang dihadapi ummat.

“Dalam kontek kerukunan, menjaga kerukunan bukanlah hal yang dianggap remeh, namun harus dibangun secara terus menerus, dan itu membutuhkan dukungan dari semua unsur, serta elemen yang ada di masyarakat, terutama tokoh agama, jika kerukunan umat beragama terjaga maka kerukunan nasionallah yang akan terjaga nantinya,” terang Erman.

Sementara itu, H. Hasanuddin, S.Sos dalam sambutannya mengatakan, indikator dalam menilai suatu keberhasilan seorang Walikota atau pimpinan daerah adalah bilamana zero persen dari konflik umat beragama, maksudnya adalah jika tidak ada terjadi konflik yang bernuansa sara, maka pemerintah dianggap berhasil.

“Selama ini masih bisa kita jaga, jika ada riak-riak kecil biasanya kita musyawarahkan untuk mencari solusi sebagai penyelesaiannya,” ujar Hasanuddin.

“Jika permasalahan tidak dapat diselesaikan di tingkat Lurah, maka akan dibawa ketingkat Kecamatan, jika tidak selesai di tingkat Kecamatan, kita bawa ketingkat Kota, demikian selanjutnya,” jelas Hasanuddin.

“Insya Allah Kota Tanjungpinang saat ini dalam keadaan aman kondusif dari segala konflik-konflik tersebut,” harap Hasanuddin.

Dalam dialog tersebut menjadi kesempatan kepada para Lurah untuk curhat permasalahan pembangunan rumah ibadah yang berada dikelurahannya masing-masing, terutama di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur yang merupakan Kecamatan yang sedang berkembang, khususnya kawasan pemukiman baru, sehingga kebutuhan akan rumah ibadah juga sangat tinggi.

Menjawab pertanyaan dari para Lurah tersebut, Kakan Kemenag memberikan solusi bagi jamaat yang belum memiliki rumah ibadat permanen adalah dengan cara memanfaatkan izin sementara pemakaian gedung sebagai rumah ibadat, tentu saja harus mengikuti mekanisme yang benar, sehingga secara legal formal bangunan tersebut layak digunakan sebagai rumah ibadat.

Ditambahakan Erman, acuan kita dalam pendirian rumah ibadat baik yang permanen maupun yang sementara adalah peraturan bersama Agama dan Mendagri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang pendirian rumah ibadat.

“Kepada para Lurah dan Camat silahkan mendownload PBM tersebut untuk dipelajari dan dijadikan acuan dalam permasalahan pendirian rumah ibadat tersebut,” pungkas Erman.

Diakhir sesi, seluruh peserta dialog secara bersama-sama mengucapkan deklarasi damai yang isinya siap merajut kebersamaan dalam mewujudkan kerukunan, bijak dalam memanfaatkan sosial media dan menciptakan pemilu damai tahun 2019. (Fm/Red).

BPPRD Kota Tanjungpinang Gelar Sosialisasi “Aplikasi Pendataan Dan Pendaftaran Pajak Daerah Secara Online”.

Tanjungpinang, GK.com – Badan Pengelolaan Pajak dan Restribusi Daerah (BPPRD) Kota Tanjungpinang menggelar Sosialisasi Aplikasi Pendataan dan Pendaftaran Pajak Daerah Secara Online, di Aula Bulang Linggi, Jalan Agus Salim, Kamis (08/11), oukuk 09.00 Wib.

Dalam Sosialisasi Aplikasi tersebut, acara dibuka langsung oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.Ip, dan dihadiri oleh Plt. Badan Pengelolaan Pajak & Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Tanjungpinang  Hj. Riany S.Sos, M.M, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tanjungpinang Hendri, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang Djasman, S.Sos, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Tanjungpinang Effendi, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tanjungpinang Irianto SH, para Camat dan Lurah se- Kota Tanjungpinang, serta para Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) se- Kota Tanjungpinang.

Plt. BPPRD Kota Tanjungpinang, Hj. Riany S.Sos, M.M mengatakan, Sosialisasi Aplikasi Pendataan dan Pendaftaran Pajak Daerah Secara Online ini digelar merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam memberikan fasilitas untuk mempermudah serta memberikan pelayanan khususnya kepada masyarakat agar bisa mengakses dan mendatakan sendiri berapa besar pajak yang harus di bayar.

“Adapun tujuan dari Sosialisasi Aplikasi Pendataan dan Pendaftaran Pajak Daerah Secara Online tersebut adalah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Tanjungpinang,” terang Riany.

“Sementara terkait pembayaran pajak tersebut, tentulah hal itu tergantung luasnya dari pembangunan, melalui sistem jaringan online masyarakat tidak perlu harus membuang waktu banyak dalam membayar pajak ke Kantor BPPRD,” jelasnya.

Ditambahkan Riany, dalam kegiatan ini pihak BPPRD Kota Tanjungpinang akan bekerjasama dengan Sistem Teknologi itu di karena pada saat ini teknologi yang kerap di sebut “Gadget” sangatlah mempermudah dan mempersingkat birokrasi, serta memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Kami pihak BPPRD akan memberikan kemudahan kepada masyarakat serta fasilitas agar dalam pelaksanaan pembayaran pajak bumi dan bangunan dapat terlaksana dengan baik, semoga selama berjalannya pemerintahan baru ini nantinya kita bisa menuju ke masyarakat yang adil dan makmur, sesuai visi dan misi kami pada pemerintahan, yaitu untuk mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

“Nanti hasil yang didapati dari pendapatan daerah itu akan dimasukkan kependapatan daerah sebagai sumber untuk pembangunan di Kota Tanjungpinang, dan bagi para orang tua yang tidak mengerti dalam menggunakan Gadget/Handphone, tenang saja, kita akan membuka pintu kantor dengan sepenuh hati dalam memberikan pelayanan secara maksimal, serta nantinya petugas kita juga akan memberikan pembekalan seperti apa sistem yang akan kita terapkan itu nantinya,” katanya.

Di kesempatan tersebut, Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.Ip mengatakan, Pemerintah Kota Tanjungpinang sedang mengupayakan dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya disektor pajak melalui BPPRD Kota Tanjungpinang.

Dijelaskan Rahma, salah satu upaya yang sudah dilakukan Pemko Tanjungpinang melalui BPPRD Kota Tanjungpinang adalah memberikan kemudahan dalam pendataan, serta pendaftaran pajak daerah secara online, sehingga efektif dan efisien dalam pelayanan pajak kepada masyarakat.

“Hal ini tentunya guna mendukung program zero korupsi, atau mengurangi penyelewangan uang di Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

“Pelayanan yang berhubungan secara langsung bertatap muka dalam urusan pajak lebih rentan terjadi tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan regulasi,” tambah Rahma.

”Mudah-mudahan dengan Sosialisasi ini nantinya dapat mengurangi hal-hal yang tidak di inginkan, kesempatan ini harus kita manfaatkan, karena antara pemerintah dan masyarakat Kota Tanjungpinang mempunyai tanggung jawab yang sama dalam mewujudkan cita-cita pembangunan, khusus dalam hal pajak bumi dan pembangunan,” harap Rahma.

“Disini kita mengharapkan peran serta dari masyarakat sangatlah di butuhkan untuk mengetahui potensi PBB di lapangan, karena masyarakat tahu persis jika terjadi perubahan perluasan lahan dan bangunan yang dimiliki masayarakat tersebut”. tutup Rahma. (RZ).

 

 

Rengky Andres : Butuh Ide-Ide Kreatif Dalam Membangun Usaha

Tanjungpinang, GK.com –  Salah satu pengusaha muda yang sukses di bidang usaha Salon For Man yang kerap di sebut BrotherBox (B’Box) Barbershop, Rengky Andres, berbagi ilmu dalam bidang usaha kepada para pengusaha muda pemula.

Rengky Andres yang belakangan ini yang mulai di undang sebagai motivator di kampus-kampus swasta yang ada di Tanjungpinang, memulai karirnya di bidang usaha sejak tahun 2016 itu, tergolong sukses sebagai pengusaha muda pemula. Hal ini terbukti, baru 2 tahun menjalani perannya sebagai pengusaha yang tergolong baru, dirinya sudah memiliki 6 cabang, diusaha yang sama yang berada di 2 kota, yaitu Tanjungpinang dan Batam.

Sebelum memutuskan untuk mengambil langkah sebagai pengusaha salon khusus laki-laki itu, Rengky Andres adalah seorang pegawai Bank swasta di Batam, karena saat itu gajinya sebagai pegawai Bank tidak mencukupi untuk membantu orangtuanya, lalu Rengky mendapat ide dan memutuskan untuk berwirausaha.

Dikatakan Rengky, awal motivasinya bermula dari membaca kata bijak yang ditulis oleh Bob Sadino dengan berjudul Setinggi apapun pangkat anda, anda  tetaplah karyawan, Sekecil apapun usaha anda, anda adalah Bosnya.

“Terkadang sebagian orang menilai sukses itu dilihat dari latar belakang suatu pendidikan, tinggi pendidikan yang diraihnya, maka menjamin pula untuk suatu keberhasilan kedepannya, akan tetapi pemikiran itu ditepis olehnya, bahwa kesuksesan itu terkadang juga tidak bisa di ukur dari latar belakang pendidikan yang ada,” ujar Rengky.

“Selagi kita mempunyai kemauan dan tetap terus berusaha dalam setiap langkah, pastinya hal tersebut akan membawakan hasil yang indah, uang memang sangat dibutuhkan, tetapi jika kita mempunyai uang namun tidak berpikir kreatif, maka uang itu akan menjadi tidak berarti,” ucapnya.

“Setiap orang yang ingin memulai suatu usaha, yang  terpikirkan pertama kali pastilah berkaitan modal, saya ubah pola pikir tersebut kepada teman-teman saya, langkah awal itu bukanlah hanya sekedar modal saja, melainkan ide kreatif,” ujarnya.

“Buatlah ide sematang-matang mungkin, setelah menemukan ide yang kreatif, teman-teman coba dengan mencari relasi/rekanan yang bisa di andalkan, dan yang selanjutnya, jaga kepercayaan serta komitmen yang disepakati, barulah dengan sendirinya modal untuk usaha itu akan berjalan,” terangnya.

“Modal untuk bangun suatu usaha itu pastilah sangat dibutuhkan, namun itu bukanlah akhir dari suatu cerita, karena jika kita terlalu memikirkan tentang uang, nantinya  pasti akan terbentur dengan ide-ide cemerlang yang sudah kita telah rancang dengan baik,” jelas Rengky.

Pemilik B’Box Barbershop yang terletak di dua daerah yang ada di Provinsi Kepri itu juga mengatakan, jangan pernah takut dalam memutuskan suatu langkah, yang terpenting adalah kerja keras dan tekun.

Saat ditemui gerbangkepri.com di salah satu cabang B’Box Barbershop yang terletak di Jalan D.I Panjaitan persisnya di seberang karouke Inul Vista Batu 9, Selasa (06/11), Rengky mengatakan, saat ini dirinya juga tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tanjungpinang.

Di organisasi tersebutlah ia selalu sharing dalam bidang usaha kepada sesama teman-temannya yang terdiri dari para pengusaha.

“Untuk di Tanjungpinang sendiri saat ini B’Box Barbershop sudah berdiri ada sekitar 3 cabang, yaitu di Batu 5 bawah, Jalan Wiratno, dan Jalan D.I Panjaitan, sementara 3 cabang lagi berada di Batam”. tutupnya. (KR).

SMK Yaspika Raih Beasiswa Politeknik Batam.

Kepala SMK Yaspika Karimun, Dra. Asnelli
Kepala SMK Yaspika Karimun, Dra. Asnelli

Karimun – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yaspika, Kabupaten Karimun merupakan salah satu sekolah swasta berprestasi, salah satu prestasi di tahun 2018 diraih sekolah tersebut adalah juara 1 Robotik di tingkat Provinsi Kepri yang dilaksanakan di Politeknik Batam lalu.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/10) pagi, Kepala SMK Yaspika, Dra. Asnelli menjelaskan, “di SMK Yaspika ini kita hanya ada dua jurusan, yaitu Accouting dan Marketing, serta kita juga memakai Kurikulum 2013 (K13),” katanya.

“Saya bangga dengan anak didik kita yang membawa nama sekolahan dalam mengikuti kompetisi Robotik di Politeknik Batam, dan menang, padahal itu tidak termasuk dalam jurusan di sekolah kita, melainkan hanya bagian dari ektrakulikuler saja”. ucap nya terharu.

Seperti diketahui, SMK Yaspika mengirimkan perwakilan siswanya sebanyak 5 orang dalam kompetisi tersebut, dalam bentuk sebuah kelompok/tim. Sementara untuk kompetesi yang diikuti oleh para siswa dari SMK Yaspika tersebut tidak masuk dalam jurusan yang ada disekolah tersebut.

“Alhamdulillah anak didik kita mendapat juara 1 dalam kompetisi itu, dan mendapatkan hadiah berupa beasiswa untuk menimba ilmu di Politeknik Batam, ini sungguh-sungguh luar biasa,” terangnya bangga, sambil melempar senyum.

“Saat ini kita juga sedang meningkatkan infrastruktur dan prasarana untuk menunjang mutu pendidikan, untuk prestasi yang lebih cemerlang lagi kedepannya bagi siswa/siswi kita, selain itu kita juga membentuk kegiatan ekstrakulikuler yang bernama English Converstation Club, tujuannya agar siswa/siswi kita bisa lebih lancar dalam berbahasa Inggris, sesuai dari bagian moto di SMK ini, yakni SMK BISA dan HEBAT,” paparnya Asnelli.

“Kita juga memfokuskan di ekstrakulikuler yaitu pembuatan Robotik nantinya, agar terus meningkat prestasi dikedepan hari, jadi predikat juara itu nantinya tidak hanya berhenti sampai disini saja bagi anak didik kita,” harapnya.

Asnelli menambahkan, sekolah ini juga merupakan sekolah pertama yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), di Kabupaten Karimun, dan tahun ini adalah yang ke- 3 kalinya kita dalam melaksanakan ujian tersebut dengan memiliki ruang komputer sendiri.

Dijelaskan Asnelli, saai ini SMK Yaspika memiliki 328 orang anak didik dan tenaga pengajar berjumlah 36 guru, yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) berjumlah 6 orang, serta tenaga honorer sekitar 30 orang. (RZ).

Kecamatan Tanjungpinang Timur Periode Gelar RPJMD 2018-2023

TANJUNGPINANG- Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd membuka acara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kamis (01/11), Pukul 14.00 Wib.

Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kota Tanjungpinang periode 2018-2023 di Kecamatan Tanjungpinang Timur ini digelar bertujuan untuk menterjemahkan secara arif tentang visi, misi, dan agenda Kepala Daerah terpilih dengan tujuan sasaran, strategi dan kebijakan pembangunan yang merespon kebutuhan serta aspirasi masyarakat dan kesepakatan tentang tolak ukur kinerja, dalam mengukuran keberhasilan pembangunan daerah dalam jangka 5 tahun ke depan.

Sementara itu, tentang sistem Perencanaan Pembangunan Nasional diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004.

Camat Tanjungpinang Timur, Yeny Trisia Isabella S.Sos dalam pidatonya menjelaskan, “kita baru mulai rancangan awal, dan juga baru memberikan masukan-masukan awal terhadap konsep yang telah disusun, serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014, yaitu tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017, tentang tata cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, tata cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJPD dan RPJMD, serta tata cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD,”paparnya.

Dikesempatan yang sama, Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd juga menyampaikan dengan adanya RPJMD ini diharapkan Kota Tanjungpinang dapat lebih Maju, Berbudaya, dan Sejahtera dalam harmoni kebhinekaan masyarakat.

“Kota Tanjungpinang yang sudah cukup lama dikenal hingga berumur 236 nantinya pada bulan Januari harus lebih maju disegala bidang, seperti salah satunya pada bidang Ekonomi Kreatif, yang nantinya dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, serta mengembangkan Destinasi Pariwisata di Pulau-Pulau yang ada,” ujar Syahrul.

Dalam kesempatan itu,  Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu, SH juga berharap nantinya kepada Walikota Tanjungpinang harus lebih dapat meningkatkan perekonomian dan membuktikan janji dari visi dan misinya.

Hadir dalam acara tersebut, Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd, Camat Tanjungpinang Timur Yeny Trisia Isabella S.Sos, Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang Maskur Tilawahyu, SH, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Tanjungpinang Drs. H. Ahadi, serta Kepala Dinas se- Kota Tanjungpinang, para Lurah se- Kecamatan Tanjungpinang Timur, Forum Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) se- Kecamatan Tanjungpinang Timur, PKK dari Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Karang Taruna Kecamatan Tanjungpinang Timur. (KR)

Pentingnya Keselamatan Dalam Pelayaran, KSOP Kelas II Tanjungpinang dan BP2IP Menggelar Diklat.

TANJUNGPINANG, GK.Com –  Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang menutup Diklat ‘Program Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Basic Safety Training (BST) KLM dan SKK 30/60 MIL’, Jum’at (02/11) pagi.

Penyerahan baju pelampung secara simbolis kepada perwakilan dari para peserta.

Dalam acara Diklat yang bekerjasama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran Tangerang tersebut digelar selama 5 hari, di Hotel Sunrise City, dan ditutup oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepri, Syamsul Bahrum, Ph.D, yang dalam hal ini mewakili Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun.

Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang, Aprianus Hangki menjelaskan, Diklat Pemberdayaan Masyarakat Basic Safety Training (BST) KLM dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 30/60 MIL merupakan program dari Kementrian Perhubungan bekerjasama dengan Balai Pendidikan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang .

Seperti yang diketahui, Diklat Pemberdayaan Masyarakat Gratis yang digelar oleh KSOP Kelas II Tanjungpinang bersama BP2IP Tangerang tersebut di peruntukkan untuk masyarakat yang bekerja sebagai pelaut seperti nelayan kapal tradisional, pelaut kapal KLM dan penambang pompong/kapal kecil, dengan bertujuan untuk mengajarkan kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan dan keamanan di dalam pelayaran.

“Adapun tujuan lainnya dari Diklat ini adalah selain memenuhi kebutuhan dalam pengembangan SDM di bidang keselamatan di pelayaran, juga untuk meningkatkan kompetensi bagi awak kapal penangkap ikan, sementara untuk jumlah peserta yang mengikuti Diklat ini ada sekitar 337 orang yang mayoritas berdomisili  di Tanjungpinang,” terang Aprianus Hangki.

Salah seorang peserta Diklat, Muhammad menyampaikan aspirasinya agar kedepannya setelah mengikuti pelatihan ini, nanti pemerintah dapat membuka program kerja khususnya untuk di bidang pelayaran.

Di kesempatan yang sama, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepri Syamsul Bahrum, Ph.D, meminta kepada Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang Aprianus Hangki, agar mengregistrasikan identitas bagi semua peserta yang mengikuti pelatihan tersebut, untuk nantinya bagi alumni dapat dibuatkan program, yang kemudian dapat disampaikan kepada Gubernur Kepri.

“Kedepannya data base yang sudah masuk akan saya atur dengan di dampingi pimpinan KSOP, kita akan memetakan dahulu lapangan pekerjaannya, serta program-program ke depan apa yang akan di buat”, ujar Syamsul Bahrum.

Diakhir acara diberikan penyerahan surat keterangan lulus bagi peserta Diklat secara simbolis yang di serahkan oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum di dampingi oleh Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang Aprianus Hangki, dan perwakilan BP2IP Tangerang Agung Nugroho. (KR).