Tanjungpinang, GK.com – Ratusan pelajar SMP dari beberapa Sekolah yang ada di Kota Tanjungpinang mengikuti Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) yang diselenggarakan oleh Polresta Tanjungpinang, Sabtu (20/09/2025) di Mall Tanjungpinang City Center (TCC).
Terselenggaranya acara ini merupakan bagian dari perayaan HUT ke- 70 Lalu Lintas Bhayangkara.
Kapolres Tanjungpinang, Kombes Pol. Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., dalam sambutannya menekankan bahwa lomba ini bukan sekadar unjuk kebolehan baris-berbaris.
“LKBB adalah wadah strategis untuk membentuk karakter generasi muda,” ujar Hamam.
Inisiatif dari Satlantas Polres Tanjungpinang ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi siswa SMP dalam menyalurkan bakat, menumbuhkan kedisiplinan, dan mengarahkan potensi mereka ke arah yang positif.
Sebanyak tujuh SMP Negeri di Tanjungpinang turut berpartisipasi diantaranya SMPN 1, SMPN 2, SMPN 11, SMPN 12, dan MTS. Meskipun ada beberapa sekolah belum dapat bergabung kali ini, panitia optimis partisipasi akan semakin meningkat di masa mendatang.
Antusiasme dari berbagai pihak, mulai dari orang tua, Forkopimda, hingga media lokal, turut memeriahkan acara ini.
Kasat Lantas Polresta Tanjungpinang melalui Wakasat Lantas, AKP Raisa Prilia Savitri, S.T.K., S.I.K., menambahkan bahwa LKBB menjadi sarana efektif untuk menanamkan disiplin serta meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas di kalangan generasi muda.
Dandy Anugrah, Pembina Pasus dari SMPN 11 Tanjungpinang menggarisbawahi manfaat besar kegiatan ini dalam membentuk mental dan karakter siswa.
Ia juga menyoroti dampak positif kegiatan ekstrakurikuler Paskibra yang rutin dilakukan di sekolahnya
“Di SMPN 11 misalnya, Paskibra rutin dilakukan setiap pagi. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa mencetak siswa yang lebih disiplin, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan,” jelasnya.
“LKBB di Tanjungpinang telah membuktikan diri sebagai ajang yang bukan hanya sekadar baris-berbaris, tetapi juga wadah pembentukan generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berdaya saing,” katanya.
“Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan acara ini, dan diharapkan kegiatan positif semacam ini dapat terus berlanjut di masa mendatang”. harapnya. (KF)
Lalu Lintas Bhayangkara Adakan LKBB
Jangan Biarkan Uang Pensiun Anda Tertunda, Berikut Langkah Pencairannya
Tanjungpinang, GK.com – Guna menghindari keterlambatan pada pencairan uang pensiun, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang mempersiapkan masa pensiun perlu mengetahui beberapa hal penting.
Menurut HC & GA Section Head PT TASPEN (Persero) Muhammad Rizki Efendi, kunci utama agar pensiun cair tepat tanggal 1 adalah dengan mengurus berkas sejak enam bulan sebelum masa pensiun.
“Jika Anda pensiun pada 1 Oktober, SKPP harus sudah masuk paling lambat akhir September. Jika lewat, pasti ada keterlambatan,” tegasnya, Jumat (19/09/2025) di Ruang Kerjanya Pukul 16.00 WIB.
Adapun 4 Program Utama TASPEN yang wajib diketahui ASN adalah:
– Tabungan Pensiun: Program yang membantu Anda mempersiapkan masa pensiun dengan lebih baik.
– Tabungan Hari Tua (THT): Program yang memberikan jaminan keuangan bagi ASN setelah pensiun.
– Jaminan Kematian (JKM): Program yang memberikan perlindungan keuangan bagi keluarga ASN jika terjadi kematian.
– Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): Program yang memberikan perlindungan keuangan bagi ASN jika terjadi kecelakaan kerja.
TASPEN kini telah menyediakan layanan online melalui Taspen Online Service (TOS) yang memudahkan ASN dalam mengajukan klaim dari rumah. Selain itu, ada juga banyak Bank mitra yang siap membantu, seperti:
– Bank Mandiri Taspen
– BRK Syariah
– BRI
– BSI
– BMI
– Kantor Pos
“Namun, perlu diingat bahwa Mandiri reguler dan BCA bukan mitra resmi TASPEN. Jadi, pastikan Anda hanya menggunakan layanan dari mitra resmi TASPEN untuk menghindari penipuan,” ungkap Muhammad Rizki Efendi.
Perlu diingat, lanjut Muhammad Rizki Efendi mengatakan, ASN juga diharapkan jangan mudah percaya isu bonus atau tawaran mencurigakan yang mengatasnamakan TASPEN.
“Jika ada info meragukan, segera konfirmasi ke Kantor Cabang. Jangan sampai jadi korban penipuan,” tegasnya lagi.
“Jadi, pastikan Anda mempersiapkan diri dengan baik dan menggunakan layanan TASPEN yang resmi untuk menghindari keterlambatan pencairan uang pensiun”. pesannya. (KF)
F Gantung Diri di Gedung PKSB
Karimun, GK.com – Penjaga gedung Persatuan Keluarga Sumatra Barat (PKSB) ditemukan tewas gantung pada Jumat (19/9/2025). F (27) ditemukan tewas gantung diri.
Saat ini, Polsek Kota Balai masih melakukan pendalaman lebih lanjut atas jenazah F (27).
Kepada gerbangkepri.com, Kapolsek Kota Balai AKP Andri Yusril menjelaskan, F ditemukan tewas gantung diri di dalam salah satu kamar gedung tersebut.
“Kita mendapatkan laporan dari masyarakat, kemudian kami bersama tim inafis dari Polres Karimun langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap beberapa saksi, dan kami juga masih menunggu informasi dari dokter yang berada di rumah sakit. Informasi selanjutnya akan kami sampaikan ke rekan-rekan. Dan untuk saat ini jenazah sudah dibawa ke RSUD Muhammad Sani untuk proses visum,” papar Andri Yusril sekitar Pukul 16.00 WIB.
Wak ye, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian mengatakan, saat itu dia dan beberapa orang lainnya sedang sibuk menyiapkan pelaminan buat acara besok yang bakal diadakan di gedung ini, karna Sabtu (20/09/2025) akan ada acara pernikahan.
“Saat kami sedang sibuk di dalam gedung, saya mencium aroma tidak sedap dari dalam satu ruangan. Kemudian, saya mengintip dari lubang ventilasi kamar, terlihat ada tali dengan pria yang bergantung. Hal ini kemudian segera kami laporkan ke pihak berwajib”. ungkap Wak ye. (FD)
SLBN 2 Tanjungpinang Gelar Perkemahan Pramuka, Tanamkan Kemandirian Dan Karakter Siswa
Tanjungpinang, GK.com – Dalam rangka memperingati Hari Pramuka, SLB Negeri 2 Tanjungpinang menggelar kegiatan perkemahan yang dikemas dalam Prakaju (Perkemahan Rabu, Kamis, Jumat). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh siswa, guru, serta tenaga kependidikan dengan suasana penuh kebersamaan.
Dijelaskan Iskhak Iskandar, S.Pd., selaku Kepala SLB Negeri 2 Tanjungpinang bahwa, kegiatan pramuka sudah menjadi program rutin Sekolah yang dilaksanakan dua kali dalam setahun, sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
“Peserta yang mengikuti adalah siswa jenjang penggalang dan penegak, sedangkan untuk siaga tetap dilibatkan dari pagi hingga sore, karena aturan tidak memperbolehkan mereka untuk menginap,” ujarnya.
Lebih lanjut, kegiatan perkemahan ini diintegrasikan langsung dengan Kurikulum pembelajaran mendalam yang saat ini diterapkan di Sekolah. Pramuka dinilai efektif untuk melatih kemandirian, membentuk karakter, dan mengajarkan siswa mempraktikkan kehidupan nyata.
“Anak-anak terinspirasi sekaligus terbiasa mengaplikasikan nilai-nilai kemandirian dalam keseharian mereka,” terang Iskhak Iskandar, Kamis (18/9/2025).
Tak hanya itu, kegiatan pramuka di SLB Negeri 2 Tanjungpinang juga menekankan inklusivitas. Semua siswa, termasuk yang memiliki hambatan penglihatan, pendengaran, intelektual, fisik, maupun sosial-emosional, dilibatkan tanpa terkecuali.
“Selama sudah pada jenjang penggalang atau penegak, mereka ikut aktif dalam kegiatan,” tegasnya.
Untuk memastikan keberhasilan kegiatan, pihak Sekolah menyusun RKAS bersama komite dan orang tua siswa, sehingga setiap kegiatan merupakan hasil kesepakatan bersama. Komunikasi dengan orang tua juga dilakukan jauh hari sebelumnya, agar partisipasi dan dukungan dapat terjalin maksimal.
“Bahkan, ada orang tua siswa yang masih siaga pun ingin anaknya ikut menginap, meski aturan hanya memperbolehkan mereka mengikuti sampai sore”. katanya.
Kegiatan Prakaju ini bukan hanya memperingati Hari Pramuka, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kemandirian, serta kerjasama seluruh warga Sekolah dalam mencetak generasi yang tangguh dan inklusif. (DS)
Sertifikat Halal Kebutuhan Utama UMKM
Tanjungpinang, GK.com – Sertifikat halal kini menjadi kebutuhan utama bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, sekaligus memperluas daya saing produk.
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus mendorong pelaku usaha, terutama UMKM, agar segera mengurus sertifikasi halal.
Proses pengurusan sertifikat halal terbagi menjadi dua kategori, yakni gratis untuk pelaku usaha kecil, dan reguler (berbayar) untuk kategori usaha lainnya.
“Syaratnya cukup sederhana, hanya membutuhkan KTP dan memastikan bahan yang digunakan tidak berisiko atau sudah memiliki lebel halal,” ujar Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Ali Busro, S.Ag.
“Untuk mempermudah pelaku usaha, Kemenag juga menyiapkan pendamping halal di setiap Kecamatan. Pendamping tersebut bertugas membantu dalam pendaftaran online, pembuatan email, survei lokasi, dokumentasi, hingga membimbing pelaku usaha sampai sertifikat halal diterbitkan. Bahkan, jika pelaku usaha mengalami kesulitan mengakses sistem online, pendamping halal akan turun langsung memberikan arahan,” papar Ali Busro.
“Proses pendaftaran sepenuhnya dilakukan secara digital melalui sistem SiHalal. Rata-rata waktu penerbitan sertifikat sekitar satu bulan, meski bisa lebih cepat atau lambat, itu tergantung jumlah antrean permohonan. Semua informasi terkait proses akan disampaikan melalui email yang didaftarkan, dan tetap dalam pendampingan,” tutur Ali Busro, Kamis (18/09/2025).
Ditegaskan Ali Busro sekitar Pukul 14.00 WIB kepada gerbangkepri.com bahwa, pengawasan produk halal menjadi perhatian serius. Pendamping halal juga ditugaskan untuk menindak pelaku usaha yang memasang label halal buatan sendiri tanpa sertifikat resmi. Mereka akan diberi arahan serta dibantu mengajukan sertifikasi halal agar sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Strategi pengawasan tidak hanya berlaku pada produk dalam negeri, melainkan juga produk impor. Setiap produk luar negeri yang masuk ke Indonesia wajib memiliki sertifikat halal yang diakui BPJPH,” ungkap Ali Busro.
“Untuk itu, Kemenag menjalin kerja sama dengan Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) agar sertifikasi halal produk impor selaras dengan standar halal di Indonesia. Kemenag menargetkan jutaan produk tersertifikasi halal setiap tahunnya,” tambahnya.
“Tahun ini, fokus utama diarahkan pada UMKM untuk memanfaatkan program sertifikasi halal gratis (SEHATI) demi mendukung visi Indonesia sebagai pusat halal dunia. Selain itu, masyarakat, organisasi keagamaan, dan perguruan tinggi juga ikut dilibatkan. Masyarakat diedukasi tentang pentingnya konsumsi produk halal, organisasi keagamaan berperan dalam sosialisasi serta pengawasan, sementara perguruan tinggi membantu mencetak auditor halal, pendamping halal, serta mengembangkan riset dan inovasi di bidang halal, terang Ali Busro.
“Sertifikasi halal bukan hanya kewajiban hukum, melainkan juga tanggung jawab moral. Dengan adanya sertifikat halal, kepercayaan konsumen akan meningkat, daya saing produk semakin kuat, dan Indonesia bisa semakin kokoh sebagai pusat industri halal dunia”. tutupnya. (KF)
BPS Kepri Gelar Diskusi Bersama Media
Tanjungpinang, GK.com – Dalam rangka memperingati Hari Statistik Nasional yang jatuh pada 26 September mendatang, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau menggelar diskusi bersama insan media, Rabu (17/9/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun BPS, sekaligus upaya mempererat komunikasi dengan publik terkait data statistik.
Dr. Margaretha Ari Anggorowati, S.Kom, M. T, selaku Kepala BPS Kepri menyampaikan bahwa diskusi ini difokuskan pada isu-isu strategis yang sering menjadi perbincangan masyarakat, khususnya mengenai data kemiskinan.
“BPS menghitung kemiskinan makro, yaitu gambaran umum tingkat kemiskinan di suatu wilayah. Misalnya, tingkat kemiskinan Kepri sebesar 4,44%. Namun, kami tidak bisa menyebutkan siapa orangnya, karena itu ranah data mikro yang dimiliki Kementerian Sosial atau Dinas Sosial,” ujarnya di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Riau.
Ia menegaskan bahwa metode penghitungan kemiskinan BPS tidak pernah berubah sejak 1976, kecuali pada tahun 1998 ketika terjadi krisis moneter, sehingga dilakukan penyempurnaan garis kemiskinan.
“Jadi kalau ada anggapan data BPS disetting atau berubah-ubah, itu keliru. Metodenya tetap konsisten,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, BPS juga menerangkan proses pengumpulan data dilakukan secara door-to-door oleh petugas sesuai sampel yang telah ditentukan. Untuk menjaga kualitas, data melewati berbagai lapisan pemeriksaan hingga siap dipublikasikan.
Selain isu kemiskinan, diskusi juga menyinggung konsep penduduk dan masyarakat, indikator sosial-ekonomi, hingga tantangan dalam menyajikan data yang benar-benar dapat dipahami publik. Wartawan yang hadir pun aktif memberikan masukan, salah satunya terkait kebutuhan pendalaman data agar informasi yang disajikan semakin komprehensif.
“Kami selalu membuka diri untuk eksplorasi data. Jika ada kebutuhan khusus dari media atau organisasi, BPS siap memberikan pendalaman sesuai prosedur,” tambah Margaretha Ari.
“Melalui kegiatan ini, BPS Kepri berharap media dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan data yang valid, akurat, dan tidak menimbulkan bias di tengah masyarakat”. harapnya. (DS)







