Jumat, Mei 8, 2026
Beranda blog Halaman 1017

Kelurahan Kemboja Menggelar Lomba PKK

Tanjungpinang, GK.com – Tim Penggerak PKK Kelurahan Kemboja melaksanakan kegiatan lomba Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kamis (28/3) di kawasan Rimba Jaya, Tanjungpinang.

Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang, Juwariyah Syahrul dalam sambutannya mengatakan bahwa lomba PKK ini tentunya bertujuan untuk memberdayakan keluarga dalam mencapai kesejahteraan keluarga, di mana gerakan PKK sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat yang mempunyai peran dan peluang sangat besar dalam mengisi serta mewujudkan nya.

“Hal ini tentunya dilaksanakan melalui peningkatan pelayanan kepada masyarakat serta memberikan reward kepada kader PKK melalui kegiatan lomba-lomba PKK seperti yang dilakukan di PKK Kelurahan Kemboja ini,” ucap Juwariyah Syahrul.

“Saya berpesan kepada para Camat dan Lurah agar dapat terus membina serta mendukung PKK yang ada di Kecamatan atau Kelurahan nya masing-masing, dalam berbagai jenis kegiatan positif yang dilaksanakan,” ujar Juwariah.

Pada kesempatan itu, Juwariyah juga mengatakan bahwa Kelurahan Kemboja ini merupakan Kelurahan terakhir untuk lomba PKK tingkat Kelurahan se- Kota Tanjungpinang yang digelar, selanjutnya kita akan melaksanakan lomba tersebut di tingkat Kecamatan, hingga tingkat PKK Kota Tanjungpinang, yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 April mendatang.

“Saya selaku Ketua PKK Kota Tanjungpinang berharap kepada seluruh Ketua tim penggerak PKK Kecamatan dan Kelurahan untuk dapat saling bersinergi dan berkoordinasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan terbaik, semoga Kota Tanjungpinang kedepanya dapat mewakili pada perlombaan PKK hingga ke tingkat Nasional,” harap Juwariah.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kelurahan Kemboja, Syarifah Fadhlun Aini dalam laporannya mengatakan bahwa, PKK yang merupakan salah satu lembaga kemasyarakatan yang ada di Kelurahan adalah Mitra Pemerintah yang diperlukan keberadaan serta peranannya dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan yang partisipatif di kelurahan.

“Sebagai implementasi dari hal-hal tersebut dan dalam rangka menggali menggerakkan serta mengembangkan potensi Masyarakat, khususnya masyarakat dalam lingkup yang paling kecil, yaitu keluarga, maka perlu dilaksanakan pemberdayaan PKK tingkat Kelurahan Kemboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat, yaitu dengan melaksanakan kegiatan pemberdayaan PKK berupa lomba balita sehat, lomba keterampilan membuat hantaran, lomba memasak B2SA serta lomba sholawat,” tutur Syarifah.

Selaku Ketua TP PKK Kelurahan Kemboja, Syarifah juga berharap semoga apa yang dihasilkan pada kegiatan ini nantinya dapat mendorong peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Kelurahan Kamboja khususnya, serta dapat menjadi motivasi dalam penggerakan dan prakarsa swadaya gotong-royong di Kelurahan Kamboja.

Hadir juga dalam acara itu, Camat Tanjungpinang Barat, Ketua TP PKK Kecamatan Tanjungpinang Barat, serta para anggota PKK. (Red/Hms).

Editor : Milla

Rahma Serahkan LKPD ke BPK

Wawako Tanjungpinang, Rahma saat menyerahan LKPD ke BPK RI, Batam

 

Batam, GK.com – Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Tanjungpinang Tahun 2018 kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, bertempat di Gedung BPK RI, Batam, Kamis (28/3).

Dalam penyerahan LKPD Tahun 2018 yang dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP itu diterima oleh Perwakilan Kepala BPK RI Perwakilan Kepulauan Riau, Azhar, S.E., M.Si, Ak.

Turut mendampingi Wakil Wali Kota saat penyerahan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Drs. Riono, M.Si, Kepala BPKAD Darmanto, Ak, Inspektorat Daerah Kota Tanjungpinang Ir. Indriati.

Pada kesempatan itu, Azhar mewakili Kepala BPK RI Kepri mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang atas kerjasama yang telah terjalin baik selama ini. Lebih jauh disampaikan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau bahwa pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk dapat terus meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan anggaran dan penyusunannya secara baik.

“Laporan ini akan kami periksa 60 hari setelah laporan ini kami terima, semoga kami dapat menyelesaikannya dengan segera dan kami menargetkan 57 hari kerja kedepan akan kami sampaikan hasil pemeriksaan tersebut,” ungkap Azhar.

Usai mendengar arahan dari Azhar, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengucapkan terima kasih atas dukungan BPK RI Perwakilan Kepulauan Riau dalam rangka pengelolaan laporan keuangan Kota Tanjungpinang yang semakin akuntabel.

Dikatakan Rahma, saat ini Pemko Tanjungpinang akan terus berupaya memaksimalkan dalam penyusunan laporan keuangan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang disampaikan oleh Wakil Wali Kota kepada BPK RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau itu, terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

Dalam penyerahan LKPD itu juga diikuti dengan penyerahan Laporan Hasil Review Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang disusun oleh Inspektorat Kota Tanjungpinang dan beberapa dokumen pendukung lainnya. (Red/Hms).

Editor : Milla

Gubernur Kepri Buka Musrenbang Tahun 2020

Tanjungpinang, GK.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Hotel CK, Tanjungpinang, Rabu (27/03) sekitar pukul 20.00 Wib.

Gubernur Kepri menyerahkan cenderamata kepada Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah.

 

Dalam Musrenbang yang berlangsung selama 2 hari itu, di buka langsung oleh Dr. H. Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si dengan tema “Peningkatan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel, Iklim Investasi yang Kondusif dan Pemerataan Infrastruktur, Guna Mewujudkan Masyarakat yang Sejahtera dan Berbudaya”.

Gubernur Kepri, Wakil Gubernur Kepri, Ketua DPRD Provinsi Kepri.

 

Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan dari di selenggarakan acara Musrenbang ini adalah untuk mendapatkan masukan dan saran dari seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder di wilayah Provinsi Kepri terhadap penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2020.

Gubernur Kepri, Kepala Bappelitbang Provinsi Kepri, dan Bupati Anambas saat berbincang.

 

“Sasaran yang ingin dicapai dalam Musrenbang ini adalah terciptanya sinkronisasi sinergitas serta menjalin keterkaitan dan konsistensi dokumen perencanaan melalui masukan usulan masyarakat, demi tercapainya efisiensi dan efektifitas antara perencanaan penganggaran dan pengawasan dalam pembangunan,” ujar Nurdin.

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si

 

Dalam pidatonya, Nurdin juga menegaskan bahwa, dengan adanya Musrenbang ini nantinya uang Negara harus benar-benar di manfaatkan untuk daerah dengan sebaik-baiknya.

Para tamu undangan yang hadir.

 

“Walaupun 1 Rupiah, uang Negara harus benar-benar dimanfaatkan untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara, kita harus maksimalkan untuk Pembangunan, Pendidikan dan Kesehatan,” tegas Nurdin.

Kepala Bappelitbang Provinsi Kepri, Drs. Naharuddin, M.TP saat memberikan sambutannya. 

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Bappelitbang) Provinsi Kepri Drs. H. Naharuddin, M.TP dalam pidatonya, turut juga mengingatkan kepada seluruh aparatur pemerintah, mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan, serta Kabupaten dan Kota, agar mengajukan rencana pembangunan sesuai dengan kebutuhan.

“Silahkan ajukan rencana pembangunan sesuai dengan kebutuhan Daerahnya masing-masing dan sesuai skala prioritas yang ada,” ucap Naharuddin.

Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak saat memberikan sambutannya.

 

Sementara itu, Jumaga Nadeak selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri yang turut hadir pada saat itu menyampaikan ajakannya dalam membangun Bank daerah milik Provinsi Kepri.

“Melalui Musrenbang ini, kami dari DPRD Provinsi Kepri mengajak Pemerintah Provinsi Kepri untuk  memikirkan dan merintis berdirinya Bank Daerah, karena akan menjadi suatu kebanggan apabila di Provinsi Kepri memiliki Bank sendiri,” Ajaknya.

“Selama ini kita telah ikut menanamkan saham di Bank Riau dan telah menghasilkan dividen setiap tahun bagi Provinsi Kepri, namun dividen tersebut belumlah cukup untuk menopang pembangunan Provinsi Kepri dari tahun ke tahun, dengan memiliki Bank sendiri, maka pemasukan yang diperoleh akan jauh lebih besar,” tutur Jumaga.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun memukul Gong tanda di mulai Musrenbang.

 

Di akhir acara, Gubernur Kepri yang di saksikan oleh para tamu undangan melakukan pemukulan Gong sebagai tanda dimulainya Kegiatan Musrenbang Provinsi Kepri.

Hadir pada acara tersebut Gubernur Kepri Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si, Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto, S.Sos., M.M, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI yang diwakili Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Ir. Wismana Adi Suryabrata, MIA, Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga NadeakS.H, anggota DPR RI Daerah pemilihan Provinsi Kepri, anggota FKPD Provinsi Kepri, mantan Gubernur Kepri periode 2005-2010 Drs. H. Ismeth Abdullah, anggota DPRD Provinsi Kepri, Bupati dan Walikota se- Provinsi Kepri, serta tamu undangan lainnya. (FL).

Editor : Milla

 

Wali Kota Tanjungpinang Resmikan Rumah Singgah Bagi Pasien Tak Mampu di Jakarta

Jakarta, GK.com – Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd meresmikan rumah singgah untuk pasien yang dirujuk berobat di Jakarta yang beralamatkan di Jalan Taruna 1 No. 44 Kelurahan Serdang, Kemayoran Jakarta, Rabu (27/3).

Dikatakan Syahrul, saat ini Pemerintah terus berupaya untuk memberikan yang terbaik apa yang dibutuhkan oleh para pasien, khususnya yang tidak mampu yang akan berobat ke Jakarta.

“Jangan sampai ada pasien asal Tanjungpinang yang terlantar, kami sediakan program ini untuk menjamin para pasien, khususnya yang tidak mampu,” tegas Syahrul.

Wali Kota Tanjungpinang beserta beberapa OPD Kota Tanjungpinang saat berada di Rumah Singgah Jakarta.

 

Pada kesempatan itu, Syahrul juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang selama ini telah mendukung program rumah singgah tersebut, termasuk perangkat RT, Kelurahan maupun Puskesmas terdekat.

“Bila pasien kami tiba-tiba sakit, mohon dibantu untuk diperhatikan,” harap Syahrul.

Dikesempatan yang sama, Rustam, SKM, M.Si selaku Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk) Kota Tanjungpinang menjelaskan bahwa, rumah singgah ini memiliki fasilitas yang terdiri dari 5 kamar tidur, 2 unit kamar mandi, ruang tamu dan dapur.

“Rumah singgah ini sudah dilengkapi dengan perabotan beserta peralatan memasak, kulkas dan mesin cuci, selain itu, pemerintah juga menyediakan sebuah mobil operasional untuk trasportasi para pasien nantinya,” ungkap Rustam.

Mobil Operasional

 

Dijelaskan Rustam, bahwa sejak rumah singgah ini difungsikan, sudah ada lima pasien yang tinggal di rumah singgah ini. Diantaranya sudah ada yang kembali ke Tanjungpinang.

“Sesuai dengan data tahun lalu, ada sekitar 30 pasien asal Tanjungpinang yang dirujuk ke beberapa rumah sakit di Jakarta, dengan berbagai latar belakang masalah kesehatan termasuk pasien kanker,” terangnya.

“Rumah singgah di Jakarta ini diprioritaskan kepada keluarga yang tidak mampu, meski demikian tidak menutup kemungkinan bagi pasien umum atau ekonomi menengah ke atas,” lanjut Rustam.

“Bagi pasien tak mampu, selain fasilitas rumah singgah dan transportasi antar jemput, pemerintah juga akan memberikan uang pengganti makan per harinya yaitu Rp 25 ribu per orang,” terang Rustam.

“Biasanya satu pasien bisa membawa satu pendamping, selain itu, biaya transportasi laut maupun udara dari Tanjungpinang sampai ke Bandara Soekarno Hatta juga diakomodir,” paparnya.

“Ini khusus pasien tak mampu sesuai dengan ketentuan memiliki surat pengantar dari pihak RT, Lurah dan Dinsos”. tutup Rustam.

Turut hadir dalam peresmian rumah singgah tersebut Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang Agustiawarman serta perwakilan beberapa kepala OPD, perwakilan mahasiswa Tanjungpinang di Jakarta dan pihak Puskesmas, serta Seklur Serdang dan Ketua RT setempat. (Red/Hms).

 

DPRD Kepri Gelar Sidang Paripurna Penyampaian LKPj Gubernur 2018

Tanjungpinang, GK.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Sidang Paripurna, Senin (25/3) beragendakan “Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawab (LKPj) Tahun Anggaran (TA) 2018 oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Kepri, Husnizar Hood di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Dompak itu, menyampaikan arah kebijakan umum pemerintahan setidaknya membuat visi, misi strategi, kebijakan dan prioritas untuk pengelolaan keuangan daerah setidaknya meliputi seperti pengelolaan pendapatan berupa intensifikasi dan ekstensifikasi, target dan realisasi PAD serta permasalahan dan solusi.

Wakil Ketua II DPRD Kepri saat memimpin Sidang Paripurna.

 

Dikatakan oleh Husnizar Hood, untuk dapat dievaluasi bersama dengan DPRD, saat ini Gubernur Kepri telah menyampaikan pada buku laporan keterangan pertanggungjawabannya selaku Kepala Daerah Kepri Tahun Anggaran 2018, melalui surat Gubernur nomor 12/0508/BPPP/Set tertanggal 21 Maret 2019.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dalam pidatonya menyampaikan sebagaimana yang telah disepakati bersama dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2018 yaitu disepakati pengembangan perikanan, pariwisata bahari dan industri unggulan.

Para OPD Kepri yang menghadiri Sidang Paripurna.

 

“APBD Kepri 2018 dianggarkan sebesar Rp 3,545 Triliun dengan realisasi mencapai Rp 3,409 Triliun lebih atau mencapai sekitar 98,60 persen,” ucap Nurdin.

“PAD yang semula telah ditargetkan sebesar Rp 1,142 Triliun lebih, terealisasi sekitar 1,217 Triliun atau mencapai 106,60 persen,” katanya.

Sementara itu, lanjut Nurdin menjelaskan, untuk dana Perimbangan ditargetkan sebesar Rp 2,401 Triliun atau mencapai 94,85 persen dari target, sedangkan untuk pendapatan lain-lain yang sah ditargetkan sebesar Rp 1,2 Milyar, dapat terealisasi sebesar 1,236 milyar atau 103 persen dari target yang ditetapkan.

“Silpa diasumsikan sebesar Rp 39,427 Milyar lebih, terealisasi sebesar 100 persen,” terang Nurdin.

Para anggota DPRD Kepri yang menghadiri Sidang Paripurna.

 

“Dalam hal ini tentunya tugas Pemerintah Daerah dalam RPJMD 2016-2021 sebagai indikator kinerja pembangunan Provinsi Kepri yang ditargetkan pada tahun 2018 sebanyak 330 indikator dari 39 urusan. Sementara 303 indikator dengan status capaian sangat tinggi, yakni 9 indikator berstatus tinggi, 6 berstatus sedang, 3 berstatus rendah, dan 9 indikator sangat rendah,” jelas Nurdin.

“Yang berstatus tinggi dan sangat tinggi ada sebanyak 312 indikator atau sebesar 94,55 persen. Tentunya capaian ini tidak terlepas dari dukungan yang sangat besar dari DPRD Kepri dan segenap elemen masyarakat, serta oleh segenap pimpinan OPD”. tutup Nurdin. (Red).

Editor : Milla

Sempena TB se- Dunia, Puskesmas Raya Adakan Pengecekan Kesehatan Gratis

Lingga, GK.com  – Dalam rangka memperingati hari Tubercle Bacillus (TB) se- Dunia yang jatuh setiap Tanggal 24 Maret, Puskesmas Raya mengumpulkan seluruh masyarakat Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, yang sering mengalami batuk tidak kunjung sembuh untuk diperiksa dahaknya, apakah yang bersangkutan suspect menderita TB Paru atau tidak.

Pada kegiatan yang dilaksanakan Senin (25/3) itu,  satu per satu masyarakat dikumpulkan di ruang pertemuan desa, untuk diperiksa kesehatannya.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Lingga melalui Kepala Seksi (Kasi) Penanganan Penyakit Menular, Adhe Permana Putra mengatakan, jika pada hasil pemeriksaan nantinya di dapatkan sputum dahaknya positif TB, maka masyarakat yang bersangkutan akan langsung di obati.

Dikatakan Adhe Permana, dalam kegiatan yang gelar Pekan TB itu juga disejalankan dengan Pos Pembinaan Terpadu untuk penyakit menular (Posbindu) dan Posyandu Lansia, untuk mengecek tekanan darah, tinggi badan, berat badan, serta pengecekan kadar gula dan asam urat.

“Jadi, jika ada masyarakat yang berisiko terdeteksi akan penyakit tersebut, maka dapat kita tangani dengan cepat dan benar,” tuturnya.

Adhe mengaku, dalam hal ini pihaknya siap untuk mensuport serta mendukung program-program yang telah disusun oleh Puskesmas untuk memberantas dan menangani penyakit menular tersebut, demi menuju Kabupaten Lingga yang bebas dari penyakit dan hidup sehat. (MN).

Editor : Milla