Jumat, Mei 8, 2026
Beranda blog Halaman 1015

Kisruh Kupon Sembako Murah Oleh Disperindag, Komisi I DPRD Batam Gelar Rapat Bersama Camat Dan Lurah

Batam, GK.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai Tugas dan Fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait Pemilu 2019, serta beberapa hal yang di anggap perlu.

Dalam Rapat yang dibuka oleh Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho, Kamis (4/4) sekitar pukul 10.30 Wib itu dihadiri oleh  seluruh Camat se- Kota Batam dan para Lurah se- Kota Batam,  kecuali Camat Bengkong yang absen dalam agenda Rapat tersebut.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho dalam rapat tersebut mengemukakan bahwa dirinya menemukan adanya penyelewengan dan kecurangan dalam pembagian sembako  murah  yang tidak merata diadakan oleh pihak Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Sagulung, Kota Batam.

“Kami telah menemukan sendiri di lapangan, bahwa adanya pembagian sembako yang tidak merata,  kami menyaksikan secara langsung  sesuai fakta yang ada dilapangan yang kita dapati informasi tersebut dari koordinator lapangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam,” tutur Tumbur, saat Rapat di Gelar di Ruang Serba Guna DPRD Kota Batam.

Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam mengadakan sembako murah melalui pembagian kupon untuk masyarakat Kota Batam yang kurang mampu di masing-masing Kecamatan yang ada di Kota Batam, namun saat dilapangan, ditemui adanya penyelewengan atas pembagian kupon sembako murah tersebut untuk masyarakat (tidak merata).

“Dari pembagian sembako tersebut, kami juga menemukan adanya keberpihakan dari Stakeholder yang ada kepada oknum-oknum tertentu, bahkan ada beberapa sembako dibagikan begitu saja kepada kerabat dekatnya, dan ada juga kondisi masyarakat yang pekonominya tergolong mampu turut mendapatkan kupon sembako murah tersebut,” terang Tumbur, marah.

“Pada umumnya, kupon sembako yang dibagikan itu haruslah sesuai dan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, apabila kupon tersebut ada sebanyak 2.000, seharusnya masyarakat kurang mampu yang menerimanya juga harus 2.000 KK, namun fakta nya yang kita temui dilapangan, masih ada sebanyak 150 KK yang masih belum mendapatkan kupon tersebut, padahal sembako tersebut masih bersisa,” ungkap Tumbur.

Sementara itu, Camat Sei Beduk, Gufron yang saat itu mewakili dari suara para Camat se- Kota Batam, mengelak tentang adanya kekurangan 150 sembako yang tidak dibagikan sesuai prosedur.

“Hal tersebut tidak benar, program ini adalah program dari Disperindag Kota Batam untuk masyarakat yang kurang mampu, jika tidak percaya boleh saja di konfirmasi ke Dinas yang bersangkutan, kenapa Dinas tersebut tidak diundang dalam Rapat hari ini”. tegas Gufron nantang Dewan.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi terkait kisruhnya kupon sembako murah yang diduga tidak tepat sasaran dan tidak sesuai melalui prosedur. (MR).

Editor : Milla

Dalam Rapat Paripurna DPRD, Pemko Tanjungpinang Sampaikan 13 Usulan Prioritas Propemperda

Tanjungpinang, GK.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang menggelar Rapat Paripurna tentang Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2019, di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Senggarang, Selasa (02/04) sekitar pukul 15.00 Wib.

Ketua Propemperda, Hendri Delvi saat membacakan hasil penetapan Propemperda.

 

Dalam Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga, S.IP.,M.M itu dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang Rahma, S.IP, serta para anggota DPRD Kota Tanjungpinang, OPD Kota Tanjungpinang, para Camat dan Lurah se- Kota Tanjungpinang, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Propemperda, Hendri Delvi yang juga selaku perwakilan dari pimpinan DPRD Kota Tanjungpinang dalam pidatonya menjelaskan bahwa, Propemperda dapat digunakan sebagai pedoman dan pengendali penyusunan peraturan Daerah yang mengikat lembaga yang berwenang, yaitu antara Pemerintah Daerah dan DPRD dalam bentuk Peraturan Daerah.

Para anggota DPRD Kota Tanjungpinang yang menghadiri Rapat Paripurna.

 

“Badan pembentukan Peraturan Daerah DPRD bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang telah mendapatkan titik temu dalam membuat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang akan dituangkan pada Propemperda Tahun 2019. Dan selanjutnya akan dibuat nota kesepahaman antara kedua belah pihak, dituangkan pada keputusan pimpinan DPRD,” kata Hendri.

Pada kesempatan itu, Hendri Delvi juga menjelaskan terkait 14 prioritas Ranperda yang telah disepakati, dimana salah satunya adalah usulan dari DPRD Kota Tanjungpinang tentang penyelenggaraan ibadah haji di daerah, sedangkan dari Pemerintah Kota Tanjungpinang terdapat 13 yang akan menjadi prioritas diusulkan pada APBD di Tahun 2020.

Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang saat menandatangani Nota Kesepahaman. 

 

Ditambahkan Hendri, Kawasan Tanpa Asap Rokok serta perubahan peraturan Nomor 7 Tahun 2014 dan perubahan Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah juga termasuk di dalamnya.

“Nantinya akan disepakati Ranperda tentang Pemakaman, tentang Lembaga Kemasyarakatan, tentang Bangunan Gedung, tentang Perusahaan Daerah, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta susunan perangkat daerah dan pemekaran Kecamatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Rahma, S.IP menyampaikan bahwa, sesuai dengan amanat Pasal 39 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan dan Pasal 20 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah, maka mekanisme pengusulan suatu Rancangan Peraturan Daerah yang berasal dari eksekutif maupun inisiatif DPRD dilakukan melalui Program Pembentukan Peraturan Daerah atau Propemperda.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang saat menandatangani Nota Kesepahaman.

 

Dikatakan Rahma, 13 Ranperda yang disampaikan nantinya dapat disahkan menjadi Peraturan Daerah Kota Tanjungpinang Tahun 2019.

“Adapun 13 Ranperda yang menjadi usulan Pemerintah Kota Tanjungpinang diantaranya adalah Ranperda  tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020, Ranperda tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun 2018, Ranperda tentang Perubahan APBD-P 2019 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2018-2023,” terangnya

Para OPD Kota Tanjungpinang yang menghadiri Rapat Paripurna. 

 

Setelah nota kesepahanman ditindaklanjuti, lanjut Rahma menjelaskan, melalui keputusan DPRD tentang Propemperda tahun 2019 sebagai rujukan pembiayaan kegiatan-kegiatan dalam rangka pembentukan Ranperda yang telah dianggarkan dalam APBD 2019, kedepannya diperlukan komitmen  dan konsistensi bersama, khususnya bagi perangkat daerah sebagai leading sektor Ranperda.

Diakhir Rapat tersebut dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga dengan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Rahma tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kota Tanjungpinang Tahun 2019, di saksikan para anggota DPRD Kota Tanjungpinang. (FL).

Editor : Milla

Gubernur Kepri Hadiri Rakerkonas dan Pelantikan Apindo Periode 2019-2024 di Batam

Batam, GK.com – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menghadiri acara Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkornas) Apindo ke- 29, Selasa (2/4), di Hotel Swiss-Belhotel, Harbour Bay, Batam.

Dalam kegiatan itu juga dilaksanakan Pelantikan Pengurus Apindo Kepri periode 2019 – 2024 dan di hadiri oleh Wakil Presiden RI H. M. Jusuf Kalla, serta Menteri Ketenagakerjaan RI, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo Hariyadi B Sukamdani, seluruh Ketua DPP Apindo se- Indonesia, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Sekda Provinsi Kepri TS Arif Fadillah dan FKPD Kepri.

Gebernur Kepri bersama Wapres RI dan para pengurus Apindo.

 

Pada kesempatan itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan bahwa, “meski saat ini di Kepri, khususnya Batam masih banyak aturan-aturan yang menghambat perkembangan usaha, akan tetapi pertumbuhan perekonomian di Kepri masih bisa mencapai 5 persen,” katanya.

Kendati begitu, Pemerintah Kepri, lanjut Nurdin menjelaskan, akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat agar aturan-aturan yang menghambat itu nantinya dapat terselesaikan dengan baik.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun juga meminta kepada para pengusaha Kepri yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) agar kedepannya tidak lagi galau dalam menyikapi persoalan ekonomi di Kepri.

“Pemerintah Kepri beserta Pemerintah Pusat akan terus berusaha mencari formula yang tepat dalam peningkatan ekonomi Kepri, sehingga Batam nantinya akan selalu mempunyai daya saing,” ujarnya.

Wapres RI bersama di dampingi Gubernur Kepri dan Wali Kota Batam saat memberikan sambutannya.

 

Sementara itu, Wakil Presiden RI H. M. Jusuf Kalla yang saat itu membuka acara tersebut secara resmi sekaligus dirangkai dengan dialog singkat dengan seluruh pengusaha Apindo yang hadir mengatakan, “mengingatkan para pengusaha harus berubah seiring perkembangan zaman yang saat ini masuk ke dalam era teknologi digital, mari kita sama-sama menjaga keimbangan perkembangan teknologi dengan tenaga kerja,” tutur Wapres.

“Pengusaha juga harus bisa menyiasati perkembangan teknologi yang ada saat ini, begitu juga dengan para pekerjanya, karena jika tidak dijaga, kedua pihak tentunya bisa rugi,” ucap Wapres.

Sementara itu, dalam sesi dialog pada saat itu, beberapa pengusaha Apindo curhat berkisar pada penegasan status FTZ dan KEK Batam, Bea masuk Impor Kapal Dalam Negeri, sikap pengusaha dalam Pemilu, dan izin tenaga kerja asing. (Red).

Editor : Milla

 

Wagub Kepri Tinjau Pelaksanaan UNBK Di SMA Kartini, Batam

Batam, GK.com – Dalam rangka Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Wakil Gubernur Provinsi Kepri, H. Isdianto, S.Sos.,MM meninjau secara langsung dalam pelaksanaan UNBK di SMA Kartini, Kota Batam, Senin (01/04) pagi.

Dalam peninjauan tersebut, Wagub Kepri, Isdianto didampingi langsung oleh Ketua Yayasan Kartini Batam, Sri Sudarsono yang juga turut hadir untuk memberikan doa, semangat, serta dukungannya kepada para Siswa-siswi yang mengikuti UNBK tersebut.

Dalam pidatonya, Isdianto mengharapkan kepada seluruh Siswa-siswi yang sedang mengikuti ujian tersebut untuk dapat lebih tekun belajar, agar kedepannya bisa menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa, karena menurutnya, pendidikan dan kesuksesan dapat diraih oleh siapapun apabila giat dalam belajar.

“Pendidikan dan kesuksesan bukanlah milik seseorang atau sekelompok orang saja, melainkan adalah hak bagi seluruh anak bangsa, baik dari yang memiliki latar belakang anak orang kaya ataupun dari keluarga kurang mampu, selagi kita mau belajar dan mau berusaha tidak ada yang tidak mungkin,” ucap Isdianto.

Dalam kesempatan itu, Isdianto juga menceritakan masa kecilnya yang terlahir dari keluarga yang serba kekurangan dalam hal ekonomi.

“Jam 4 subuh saya sudah bangun, karena harus menemani dan membantu orang tua ke Kebun Karet untuk mengambil upah menoreh Karet di Kebun milik orang lain hingga pukul 6 pagi barulah saya pulang dan bersiap-siap untuk berangkat ke Sekolah dengan berjalan kaki ke salah satu SD di Sei Ungar,” tuturnya.

“Tapi, lelah dan capek saat itu tidak menyurutkan semangat saya untuk terus menimba ilmu di Sekolah, semangat dan giat belajar itulah yang menjadikan saya sebagai seorang Wakil Gubernur di Provinsi Kepri saat ini,” kata Isdianto.

Pada kesempatan itu, Isdianto juga mengingatkan tentang bahaya narkoba yang dapat mengancam masa depan bagi generasi muda bagi yang memakainya.

“Jika anak-anak Bapak disini ingin sukses dan ingin menjadi orang yang berguna,  jauhilah narkoba dan tiada kata lain selain belajar”. tutup Isdianto. (FL).

Editor : Febri

Dinsos Kepri Gelar UPSK Untuk Penyandang Disabilitas

Tanjungpinang, GK.com – Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau menggelar acara Pelaksanaan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) untuk penyandang disabilitas yang ada di Kota Tanjungpinang, Senin (1/4), di Aula Kantor Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, sekitar pukul 09.30 Wib.

Dalam kegiatan itu, Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial, Noor Lizah Noordin yang membuka resmi acara tersebut mengatakan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak dan kedudukan yang sama dengan masyarakat lainnya.

“Acara UPSK yang sedang kita ikuti saat ini merupakan salah satu hak dari para penyandang disabilitas untuk mendapatkan kedudukan yang sama dengan masyarakat lainnya dalam bidang kesejahteraan sosial,” kata Noor Lizah.

Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd yang turut hadir pada kesempatan itu mengharapkan agar tidak adanya sikap saling membeda-bedakan terhadap penyandang disabilitas yang ada di Kota Tanjungpinang.

“Jangan menganggap remeh kepada siapapun, termasuk kepada para penyandang disabilitas, karena sudah ada Undang-Undang yang mengisyaratkan Lembaga-lembaga untuk menerima pelamar yang berkebutuhan khusus apabila memiliki kemampuan yang dibutuhkan,” tegas Syahrul.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Disabilitas Dinsos Provinsi Kepri, Nikolaus Nusa Nori, S.E menjelaskan bahwa dalam acara tersebut nantinya akan ada pemeriksaan medis, konsultasi psikologis dan keterampilan praktis.

“Usai terlaksananya kegiatan ini, nantinya kita akan mendapatkan rekomendasi dari Dokter terkait apa saja yang dibutuhkan untuk para penyandang disabilitas,” jelas Niko.

Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Agustiawarman, S.Sos, MM mengatakan bahwa ada untuk saat ini, ada sekitar 100 penyandang disabilitas yang ada di Kota Tanjungpinang yang nantinya akan diperiksa.

“Kami dari Dinas Sosial Kota Tanjungpinang bersama Dinas Sosial Provinsi Kepri nantinya akan menindaklanjuti apa saja yang menjadi kebutuhan mereka untuk dilaporkan kepada Pemerintah Pusat”. terang Agustiawarman. (FL).

Editor : Febri

Guyuran Air Hujan Membuat Perhelatan Tour de Bintan 2019 Berlangsung Meriah

Bintan, GK.com – Sekitar 1.200 peserta dari 48 Negara ambil etape bersepeda 140 KM Kategori Grand Fondo Clasic dihari kedua perhelatan Tour de Bintan 2019, Sabtu (30/3) pagi. Walau sempat terhenti dikarenakan turunnya guyuran air hujan, balapan akhirnya bisa dilanjutkan kembali bahkan berlangsung meriah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bintan, Wan Rudy mengatakan, “sempat terhenti karena derasnya hujan sebentar, tapi para peserta yang mengikuti perlombaan ini sangatlah antusias, sehingga balapan dapat dilanjutkan kembali hingga tuntas,” ujarnya.

Dikatakannya Wan Rudy, acara Tour de Bintan 2019 merupakan tahun ketiga secara berturut-turut sebagai ajang kualifikasi untuk Kejuaraan Dunia Gran Fondo UCI yang berlangsung di Poznan, Polandia, pada bulan September 2019 mendatang.

Nantinya, lebih dari seratus tim dan klub bersepeda yang akan bepergian dari Singapura, Jepang, Cina, Australia, dan lainnya akan diwakili. Pasukan yang berbasis di Singapura yang terorganisasi dengan baik dan sangat kompetitif mencakup Tim Balap Berkendara Terpadu, Roval Mavericks Khusus dan 4T2.

Di antara tim terbesar adalah Anza Cycling, Team Garcia, dan Rapha, dan beberapa tim perusahaan seperti Team Standard Chartered Bank juga datang dengan kekuatan penuh. (Red/MCB).

Editor : Milla