Sabtu, April 18, 2026
BerandaKepulauan RiauBintanGladi TKA Sebagai Simulasi Siswa Dengan Sistem Ujian

Gladi TKA Sebagai Simulasi Siswa Dengan Sistem Ujian

Bintan, GK.com – SMP Negeri 28 Bintan melaksanakan gladi Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi siswa Kelas IX sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan TKA yang sebenarnya akan dilaksanakan pada April mendatang. Kegiatan ini digelar selama dua hari, Senin (09/03/2026) hingga Selasa (10/03/2026) untuk menguji kesiapan siswa sekaligus sistem pelaksanaan ujian berbasis komputer.

Ketua TKA SMPN 28 Bintan Sinta menjelaskan bahwa TKA merupakan bentuk evaluasi kompetensi siswa yang kini menggantikan peran ujian Nasional yang telah ditiadakan beberapa tahun terakhir.
“Sekarang memang sudah tidak ada lagi ujian nasional. Penilaian kelulusan siswa lebih banyak berasal dari ujian sekolah serta nilai rapor dari semester satu sampai semester lima. Dengan adanya TKA ini, diharapkan siswa kembali memiliki tantangan dan semangat belajar,” ujar Sinta di Ruang Kerjanya, Selasa (10/03/2026) Pukul 14.02 WIB.

Ia menjelaskan, kegiatan TKA di tingkat SMP diperuntukkan bagi siswa Kelas IX sebagai salah satu indikator kemampuan akademik sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Di SMPN 28 Bintan sendiri, terdapat 38 siswa Kelas IX, dengan 30 siswa yang mengikuti kegiatan gladi TKA tersebut.

“TKA ini dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama fokus pada literasi yang berkaitan dengan Bahasa Indonesia, sedangkan hari kedua numerasi yang lebih berkaitan dengan kemampuan matematika,” jelasnya.

Menurut Sinta, bentuk soal pada TKA saat ini berbeda dengan model ujian sebelumnya. Jika dahulu banyak soal hitungan langsung, kini sebagian besar soal disajikan dalam bentuk cerita atau wacana, sehingga menuntut siswa untuk membaca dan memahami konteks terlebih dahulu sebelum menjawab.

“Sekarang hampir semua soal berbentuk cerita. Anak-anak harus memahami isi bacaan dulu baru bisa menjawab. Ini memang lebih menantang, apalagi kebiasaan membaca siswa sekarang masih perlu ditingkatkan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, ujian dilakukan secara online menggunakan laptop dengan tiga sesi setiap harinya. Satu sesi diikuti sekitar 15 siswa, mengingat keterbatasan perangkat yang tersedia di Sekolah.

“Laptop di sekolah tidak sampai 10 unit, sehingga sebagian menggunakan laptop milik guru. Karena itu pelaksanaannya dibagi beberapa sesi,” ungkapnya.

Sementara itu, kendala teknis sempat terjadi pada hari pertama saat sesi kedua berlangsung. Gangguan tersebut disebabkan oleh sistem pusat yang bermasalah, sehingga sesi tersebut dijadwalkan ulang.

“Kemarin sesi kedua sempat terkendala karena sistem dari pusat. Informasinya memang terjadi hampir di seluruh Sekolah, sehingga diganti pelaksanaannya pada hari Rabu,” ungkap Sinta.

Selain kendala sistem, tantangan lain yang dihadapi adalah kualitas jaringan internet di lokasi Sekolah yang terkadang kurang stabil. Meski demikian, pelaksanaan sesi lainnya tetap berjalan lancar.

Untuk mempersiapkan siswa menghadapi TKA, pihak sekolah juga memberikan tambahan pembelajaran, khusus bagi Kelas IX yang difokuskan pada dua mata pelajaran utama, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika.

“Kami fokuskan tambahan belajar pada literasi dan numerasi. Harapannya anak-anak lebih siap dan percaya diri saat menghadapi TKA nanti,” katanya.

Ia menambahkan, gladi yang dilaksanakan saat ini hanya merupakan simulasi untuk membiasakan siswa dengan sistem ujian. Sementara pelaksanaan TKA yang sebenarnya akan digelar secara serentak pada April mendatang.

Sinta berharap melalui kegiatan ini siswa dapat lebih termotivasi untuk belajar serta mampu memperoleh hasil terbaik.

“Harapan kami tentu anak-anak lebih semangat belajar dan mendapatkan nilai yang baik. Dengan begitu, mereka bisa lebih siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.” tutupnya. (KF)

Berita Terkait

Berita Populer