Karimun, GK.com – Upaya peningkatan konektivitas dan pelayanan transportasi udara di Kabupaten Karimun terus menunjukkan hasil positif. Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun mencatat berbagai capaian penting sepanjang tahun 2025, mulai dari penguatan infrastruktur hingga peningkatan koordinasi lintas sektor. Capaian tersebut menjadi modal utama bagi pengelola bandara untuk menatap tahun 2026 dengan optimisme, khususnya dalam memperluas operasional penerbangan yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pariwisata dan perekonomian daerah.
Kepala Bandara Raja Haji Abdullah Karimun, M. Subiat Wiranata Kusumah menyampaikan, salah satu capaian penting pada tahun 2025 adalah terbitnya Amandemen Sertifikat Bandar Udara (SBU) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada tanggal 30 September 2025. Dalam amandemen tersebut, Bandara RHA kini memiliki declared runway sepanjang 1.700 meter dengan lebar 30 meter, disertai peningkatan fasilitas penunjang seperti runway light dan mesin pencitraan sinar-X kabin (cabin X-Ray).
“Peningkatan ini menjadi titik tolak bagi kami untuk melayani operasional penerbangan dengan pesawat berkapasitas lebih besar, sekaligus memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan berjalan optimal,” ujarnya melalui pesan WhatsApp pada Kamis (8/1/2026) Pukul 12.15 WIB.
Selain peningkatan infrastruktur, pihak bandara juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pada tanggal 24 November 2025, Bandara RHA bersama Pemerintah Kabupaten Karimun menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk perwakilan maskapai penerbangan yang berpotensi beroperasi di Karimun. FGD tersebut menjadi momentum untuk membangun komitmen bersama dalam peningkatan layanan operasional penerbangan dari dan ke Kabupaten Karimun.
Memasuki tahun 2026, target utama Bandara Raja Haji Abdullah adalah peningkatan operasional penerbangan, baik penerbangan reguler maupun charter flight. Untuk rute penerbangan reguler, Bandara masih melanjutkan rute perintis yang telah ada, yakni Karimun–Pekanbaru dua kali seminggu, dan Karimun–Dabo dua kali seminggu. Selain itu, pengelola Bandara terus mengupayakan peningkatan frekuensi serta penambahan rute penerbangan melalui maskapai yang mengoperasikan pesawat tipe ATR 72-600.
Terkait pengembangan Bandara, pihak Bandara RHA terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Karimun dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, khususnya dalam penyediaan lahan pengembangan sesuai Rencana Induk Bandar Udara. Saat ini, realisasi program pengembangan masih menunggu penyelesaian pembebasan lahan oleh Pemerintah Daerah. Sementara itu, peningkatan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas dengan memaksimalkan fasilitas dan Sumber Daya Manusia yang tersedia.
Dalam mendukung sektor pariwisata, Bandara Raja Haji Abdullah juga mendorong Pemerintah Daerah untuk menyusun dan mempublikasikan kalender kegiatan Kabupaten Karimun secara masif selama satu tahun. Agenda tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi maskapai penerbangan dalam membuka rute baru dari dan ke Karimun.
“Kami berharap Karimun dapat menyelenggarakan berbagai event berskala Nasional maupun Internasional, agar daya tarik pariwisata semakin meningkat,” harapnya.
Dari sisi ekonomi, Bandara Raja Haji Abdullah diproyeksikan menjadi pintu gerbang percepatan pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional. Dengan kapasitas runway 1.700 meter, Bandara ini di nilai mampu melayani kebutuhan investor, termasuk penerbangan private jet yang terbang langsung ke Karimun. Saat ini, pihak Bandara juga tengah berkoordinasi dengan Pertamina Aviasi terkait ketersediaan bahan bakar pesawat di Bandara RHA.
“Namun demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah peningkatan jumlah dan frekuensi operasional penerbangan agar mampu memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karimun. Untuk itu, langkah strategis yang terus dilakukan adalah menjadi jembatan antara Pemerintah Daerah, pihak terkait, dan operator penerbangan, khususnya maskapai dengan pesawat tipe ATR 72-600 agar segera membuka rute penerbangan dari dan ke Kabupaten Karimun”. ungkapnya. (DS)

