Tanjungpinang, GK.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tanjungpinang memastikan ketersediaan stok darah secara umum masih dalam kondisi aman. Meski demikian, untuk beberapa waktu terakhir, stok darah golongan O sempat mengalami kekosongan akibat tingginya kebutuhan masyarakat.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Tanjungpinang Iin Bernadette Karu menjelaskan, ketersediaan darah sangat bergantung pada jenis golongan darah. Saat ini, stok untuk golongan darah A, B, dan AB masih tersedia. Sementara, untuk golongan darah O memiliki tingkat pemakaian paling tinggi, karena sekitar 40 persen masyarakat Indonesia memiliki golongan darah tersebut.
“Golongan O memang paling banyak dibutuhkan. Namun kekosongan yang terjadi bersifat sementara, karena dalam waktu dekat kami kembali menggelar kegiatan donor darah, salah satunya di Hotel Indigo,” ujarnya di Ruang Kerja, Kamis (08/01/2025).
Untuk menjaga ketersediaan darah, PMI Tanjungpinang secara rutin menggelar kegiatan donor darah sukarela bersama berbagai instansi dan komunitas. Kegiatan donor darah juga kerap dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah maupun lembaga lainnya, seperti Kantor Wali Kota dan Kementerian. Dari kegiatan tersebut, jumlah pendonor dapat mencapai ratusan orang dalam satu kali pelaksanaan.
Menurut Iin, PMI jarang mengalami kekosongan stok darah. Jika pun terjadi, biasanya hanya berlangsung singkat, terutama pada golongan darah dengan tingkat kebutuhan tinggi. Dalam hal pelayanan, PMI memastikan permintaan darah dari pasien dan keluarga pasien dapat terpenuhi dengan baik. Kendala hanya muncul apabila stok darah tertentu sedang kosong, sehingga keluarga pasien perlu mencari pendonor pengganti, namun kondisi tersebut jarang terjadi.
Selain ketersediaan, PMI juga menjamin keamanan dan kualitas darah yang didistribusikan. Setiap pendonor, meskipun telah berulang kali mendonorkan darah, tetap wajib menjalani proses skrining untuk mencegah penularan penyakit melalui transfusi, seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan sifilis.
“Setelah skrining, darah akan diperiksa kembali, dan dicocokkan dengan pasien melalui proses cross match untuk memastikan kecocokan dan keamanan transfusi. Seluruh tahapan kami lakukan sesuai standar kesehatan dan sterilitas,” jelasnya Pukul 08.34 WIB.
Iin juga mengimbau masyarakat untuk semakin menyadari pentingnya donor darah. Menurutnya, bagi sebagian pasien, darah merupakan satu-satunya pengobatan yang dapat menyelamatkan nyawa, seperti pada pasien talasemia.
“Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam donor darah, kebutuhan pasien dapat terpenuhi dan pelayanan kesehatan dapat berjalan secara optimal”. tutupnya. (KF)

