Karimun, GK.com – Menjaga keseimbangan antara kualitas pendidikan keagamaan dan keharmonisan kehidupan umat menjadi fokus utama Kementerian Agama Kabupaten Karimun sepanjang tahun ini. Melalui berbagai program pembinaan dan pelayanan, Kemenag Karimun terus berupaya memastikan pendidikan keagamaan berjalan optimal, sekaligus memperkuat nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Karimun.
Drs. H. Riadul Afkar, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Karimun menjelaskan, pelayanan keagamaan mencakup pembinaan seluruh umat beragama yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama. Sementara di bidang pendidikan, Kemenag Karimun membawahi madrasah, pondok pesantren, serta tenaga pendidik keagamaan seperti guru dan ustaz-ustazah.
“Alhamdulillah, program pendidikan keagamaan hingga saat ini berjalan dengan baik dan dapat dilaksanakan sesuai program, serta aturan yang telah ditetapkan,” ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (30/12/2029).
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan madrasah dan pondok pesantren, Kemenag Karimun terus melakukan pembinaan kepada para pendidik. Salah satunya dengan menekankan program wajib belajar sembilan tahun, serta peningkatan kapasitas guru dan ustaz-ustazah agar mutu pendidikan di madrasah semakin baik.
Selain itu, Kemenag juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan alat elektronik di kalangan anak-anak. Menurutnya, penggunaan handphone yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan, dan konsentrasi belajar peserta didik.
“Kita tidak melarang teknologi, tapi mengingatkan agar penggunaannya dibatasi, terutama bagi anak-anak, supaya fokus pendidikan tetap terjaga,” katanya pukul 14.45 WIB.
Terkait kerukunan umat beragama, Kemenag Karimun menegaskan komitmennya dalam menjaga keharmonisan dan mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat. Pembinaan dilakukan kepada seluruh umat beragama agar menjalankan ajaran agamanya dengan baik dan saling menghormati.
“Pada dasarnya, semua agama mengajarkan kebaikan. Jika umat menjalankan ajarannya dengan baik, maka kehidupan bermasyarakat akan harmonis,” tegasnya.
Sementara itu, mengenai penyelenggaraan ibadah haji, Kemenag Karimun menyebutkan, hingga saat ini, pihaknya masih bekerja sama dalam pelaksanaan pembinaan dan pelayanan jemaah haji, sambil menunggu kebijakan resmi dari Pemerintah Pusat terkait struktur kelembagaan penyelenggaraan haji ke depan. Tahun ini, pembinaan haji lebih difokuskan pada haji mandiri dan haji lansia.
Adapun tantangan yang dihadapi Kemenag Karimun dalam menjalankan program kerja antara lain menyesuaikan kebijakan dan instruksi dari Pemerintah Pusat. Namun demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas kehidupan beragama di Kabupaten Karimun.
“Kami ingin kehidupan umat beragama di Karimun berjalan rukun, tanpa gesekan. Kami juga mengajak pemuda lintas agama untuk bersama-sama membangun Karimun yang inklusif, aman, dan harmonis”. harapnya. (DS)

