Bintan, GK.com — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bintan terus memperkuat perannya dalam membina dan mengembangkan kapasitas pemuda melalui berbagai program pelatihan berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, khususnya di sektor pariwisata dan industri.
Kepala Bidang Pemuda Dispora Bintan, M. Rijwan Rio Bara, S.STP., M.Si menuturkan jika pelatihan yang rutin dilaksanakan meliputi barista, pangkas rambut (barbershop), tata boga, tata busana, hingga desain grafis. Selain pelatihan keterampilan, Dispora juga menyeleksi pemuda-pemuda yang memiliki inisiatif dan memberikan dampak positif di bidang pendidikan, pangan, serta sosial budaya untuk dibina dan difasilitasi mengikuti program di tingkat Provinsi hingga Nasional.
“Pembinaan pemuda tidak hanya soal keterampilan, tetapi juga membentuk karakter dan kepemimpinan. Karena itu, kami memprioritaskan pembinaan di bidang pendidikan, kewirausahaan, dan kepemimpinan,” ujar Rijwan melalui pesan WhatsApp, Rabu (31/12/2025) Pukul 14.38 WIB.
Ia juga menjelaskan, pada bidang pendidikan, Dispora Bintan menaruh perhatian besar pada penguatan pendidikan karakter dan pencegahan bahaya narkoba. Menurutnya, narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda. Sementara di bidang kewirausahaan, Dispora mendorong perubahan pola pikir pemuda dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Adapun pada aspek kepemimpinan, Dispora mewajibkan organisasi kepemudaan yang terdaftar untuk aktif melakukan kaderisasi melalui program Bintan Young Leaders guna mencetak pemimpin muda yang memahami birokrasi dan kebijakan publik.
Dalam mendukung pengembangan generasi muda, Dispora Bintan memperkuat sinergi lintas sektor. Bersama Pemerintah Daerah, aspirasi pemuda dari musyawarah Desa dan Kecamatan diupayakan dapat terakomodir dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah). Di lingkungan Sekolah, Dispora aktif melakukan sosialisasi kepemudaan dan kewirausahaan melalui program Dispora Goes to School. Sementara dengan perguruan tinggi, seperti STAIN Kepri dan UMRAH, kerja sama dilakukan dalam penyediaan narasumber ahli. Dispora juga menggandeng KNPI Bintan sebagai mitra strategis untuk menjangkau pemuda hingga ke tingkat akar rumput.
Rijwan menegaskan, Dispora Bintan hadir untuk seluruh pemuda tanpa terkecuali, baik yang berada di wilayah perkotaan, pesisir, pulau-pulau terluar, maupun pemuda Bintan yang sedang merantau. Meski fokus program lebih banyak diarahkan kepada pemuda yang berdomisili di Bintan, ruang keterlibatan tetap dibuka bagi pemuda di luar daerah melalui program Bintan Young Leader, serta berbagai kompetisi dan event kepemudaan, terutama saat masa libur kuliah.
Di sisi lain, Dispora Bintan mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pembinaan pemuda, mulai dari pengaruh negatif dunia digital, keterbatasan akses pelatihan di Wilayah Kepulauan, ancaman narkoba, hingga metode pelatihan konvensional yang kurang diminati generasi Z. Untuk itu, pendekatan pembinaan pun diubah dengan menghadirkan pelatihan yang lebih relevan dan diminati, seperti digital marketing, content creator, barista, dan tata rias, agar pemuda tertarik sekaligus mendapatkan pembinaan karakter dan nilai kebangsaan.
Ke depan, Dispora Bintan menargetkan lahirnya pemuda-pemuda yang berdaya saing, mandiri, dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Sejalan dengan visi Bintan Juara dan Indonesia Emas 2045, Dispora ingin pemuda Bintan memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan industri pariwisata dan industri modern, sehingga tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan.
“Pemuda harus berani bermimpi besar, tidak takut gagal, kreatif, inovatif, dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Jauhi narkoba dan buktikan kecintaan pada daerah dengan karya nyata, baik dengan membangun kampung halaman maupun mengharumkan nama Bintan di mana pun berada”. pesan Rijwan. (KF)

