Bintan, GK.com — Ancaman bencana yang datang tanpa kepastian waktu menuntut kesiapsiagaan semua pihak. Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan terus memperkuat edukasi dan kesiapan masyarakat sebagai langkah strategis dalam meminimalkan risiko bencana.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bintan, Wiryawan Wira, SE mengatakan, BPBD Bintan selalu siap menghadapi berbagai kondisi bencana, baik dari sisi Sumber Daya Manusia, maupun ketersediaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.
“Pemetaan wilayah rawan bencana telah kami lakukan melalui penyusunan dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB). Insyaallah dokumen ini akan diperbarui pada tahun depan, mengingat adanya perubahan karakteristik bencana di sejumlah wilayah, seperti daerah yang sebelumnya rawan banjir kini lebih sering terdampak angin kencang,” ujarnya melalui pesan whatsApp, Senin (22/12/2025) Pukul 14.49 WIB.
Dinelaskannya, BPBD Bintan juga aktif melibatkan masyarakat dalam kegiatan penanggulangan bencana melalui berbagai program, di antaranya Desa Tangguh Bencana (DESTANA), Keluarga Tangguh Bencana (KATANA), Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR), Sekolah Aman Bencana, serta Wanita Tangguh Bencana.
Terkait kendala, Wiryawan mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan, terutama akibat efisiensi anggaran dalam dua tahun terakhir. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi komitmen BPBD Bintan dalam memberikan pelayanan kebencanaan kepada masyarakat.
“Ada atau tidaknya anggaran, kami tetap turun ke lapangan untuk melayani masyarakat”. tegasnya.
Dalam mendukung upaya mitigasi, sistem peringatan dini bencana saat ini telah menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Bintan melalui informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disebarluaskan kepada masyarakat. Selain itu, BPBD Bintan juga telah mengembangkan SIPEDINA (Sistem Peringatan Dini Bencana) sejak tahun 2024 yang memudahkan masyarakat melaporkan kejadian bencana di lingkungan RT, maupun kawasan tempat tinggal mereka.
Penanggulangan bencana di Kabupaten Bintan juga dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Koordinasi tersebut diperkuat dengan diterbitkannya Surat Keputusan Pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Vertikal di Kabupaten Bintan.
Menghadapi kondisi cuaca dan iklim yang tidak menentu, BPBD Bintan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Nelayan diminta berhati-hati saat melaut, karena gelombang laut mulai tinggi disertai intensitas angin yang cukup kencang. Sementara itu, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir diharapkan mewaspadai potensi banjir rob yang dapat terjadi sewaktu-waktu sesuai peringatan dini yang telah disampaikan.
Selain itu, BPBD Bintan juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan secara sembarangan, karena dapat berakibat fatal terhadap lingkungan, maupun bangunan tempat tinggal. Untuk pengamanan pantai, para pengunjung diimbau agar tidak berenang di area rawan tenggelam, serta membatasi waktu bermain air demi keselamatan bersama. (KF)

