Sabtu, April 11, 2026
BerandaKepulauan RiauBatam418 Pohon Disurvei, Disperakimtan Batam Fokus Peremajaan

418 Pohon Disurvei, Disperakimtan Batam Fokus Peremajaan

Batam, GK.com — Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam menyampaikan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan ruang publik. Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai ruas jalan, kebutuhan terhadap lingkungan kota yang aman dan tertata menjadi semakin mendesak.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Disperakimtan Batam melakukan peremajaan dan pemangkasan sejumlah pohon tua yang dinilai berpotensi membahayakan, terutama pada saat cuaca ekstrem. Langkah ini dilakukan setelah serangkaian survei lapangan, evaluasi kondisi pohon, serta koordinasi lintas instansi demi memastikan keselamatan pengguna jalan dan kelancaran mobilitas di Kota Batam.

Upaya ini sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab Pemerintah dalam merawat Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta memastikan keberlanjutan lingkungan yang aman, indah, dan ramah bagi warga Batam.

Hal ini disampaikan oleh Ahli Muda Fungsional Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman Bidang Pertamanan Disperkimtan Kota Batam, Teguh yang menanggapi kondisi pohon tua yang kerap tumbang pada musim penghujan.

Menurut Teguh, pihaknya telah melakukan survei terhadap sedikitnya 418 pohon yang berada di jalur taman kota. Sebagian besar telah dikerjakan, baik berupa pemangkasan, maupun penebangan pohon tua yang dianggap berpotensi membahayakan.

“Sebagian pohon yang berkurang itu hasil dari pekerjaan kami, sebagian lagi merupakan penanganan dari Dinas Bina Marga, karena ada pelebaran jalan. Umumnya pohon yang dipotong adalah pohon Angsana berusia lebih dari 20 tahun, seperti yang ada di jalur dari Paragon menuju Botania 1,” jelasnya melalui sambungan telepon, Senin (08/12/2025) Pukul 14.43 WIB.

Teguh menambahkan, meski pohon tampak sehat, kondisi angin kencang seringkali menyebabkan patah di bagian atas, bukan tumbang utuh, sehingga rawan menimpa pengguna jalan.

“Kalau patahnya mengarah ke jalan, langsung kami pangkas untuk menghindari risiko,” tegasnya.

Lebih lanjut Teguh menjelaskan kejadian pohon tumbang dikategorikan sebagai bencana, sehingga tidak seluruhnya menjadi tanggung jawab Disperakimtan. Wilayah kerja Disperakimtan hanya pada jalur-jalur jalan nomor dua setelah jalan utama. Sementara pohon di kawasan perumahan menjadi tanggung jawab developer dan BPL (Badan Pengelola Lingkungan), RT, atau RW.

Dalam kondisi darurat, Damkar dan BNPB turun lebih dulu, sementara Disperakimtan membantu apabila diminta atau lokasi berada dekat dengan area tanggung jawabnya.

Untuk mempercepat respons, Disperakimtan bersama BP Batam, Damkar, Satpol PP, BNPB, dan Kasatlantas memiliki grup WhatsApp khusus penanganan bencana.

“Kalau ada pohon melintang di wilayah BP Batam, kami tetap turun membantu supaya jalan tidak macet. Namanya bencana, semua harus saling peduli. Pernah dalam satu malam ada hampir 40 pohon tumbang, semuanya kami kerjakan bersama,” ungkap Teguh.

Ia menjelaskan jalur utama yang dikelola BP Batam meliputi:
• Kantor BP – Kepri Mall – Batu Aji – Basecamp – Tanjung Uncang
• Batu Ampar – Pelabuhan – Simpang Baloi – Kepri Mall – Punggur – Kabil
• Bandara Hang Nadim – Bundaran Kabil – Punggur
• Jalur Muka Kuning – Kepri Mall – Tanjung Uncang
• Tiban – Sekupang

Sementara Perkim menangani kawasan seperti Nagoya, Jodoh, Simpang Kuda, dan jalur-jalur kecil lainnya. Meski demikian, dalam situasi darurat keduanya tetap bekerja bersama, karena BP Batam dan Pemko berada dalam satu kepemimpinan.

Teguh menjelaskan, Batam dibagi menjadi empat wilayah kerja, dan masyarakat dapat menghubungi di Nomor +62 812-9666-6129 call center Disperakimtan untuk mendapatkan respons cepat.

“Tugas utama kami memang mempercantik kota, jadi banyak anggota kami yang mobilitasnya tidak selalu terlihat. Tapi untuk darurat, kami selalu siap turun kapan pun,” katanya.

Banyak pohon tua yang kini masuk daftar peremajaan, terutama Angsana yang memiliki batang rapuh, dan akar dangkal. Perkim bersama BP Batam menyepakati pohon Angsana yang sudah tua akan diganti dengan pohon Tabebuya yang lebih kuat, berbunga, dan aman untuk area jalur jalan.

“Di Simpang Helm dekat Legenda, pohon-pohon lama sudah kami potong karena pelebaran jalan. Area yang tidak terdampak kembali kami tanami pohon baru agar tetap estetis,” ungkapnya.

Selain Angsana, pohon Tembesi yang sudah berusia puluhan tahun juga menjadi perhatian. Jika kondisinya masih baik, pohon akan dirapikan. Namun jika sudah keropos atau akarnya rusak terkadang akibat tanah dan akar yang dibakar masyarakat atau area bawah pohon digunakan untuk berdagang, maka pohon harus diganti untuk mencegah potensi tumbang.

Perkim juga rutin melakukan survei dan meminta pegawai serta masyarakat melaporkan pohon tua atau kering melalui kanal komunikasi internal.

Teguh mengimbau, masyarakat untuk tidak memarkirkan kendaraan di bawah pohon, khususnya pada musim hujan.

“Bukan hanya pohonnya yang bermasalah, tetapi pergerakan tanah juga bisa menyebabkan longsor di kawasan tebing. Ini sangat berbahaya”. tutupnya. (KF)




Berita Terkait

Berita Populer