Batam, GK.com – Berinovasi dalam peningkatan kualitas pelayanan, Imigrasi Batam kini hadir dengan layanan izin tinggal Reach Out atau metode jemput bola bertajuk Immicare.
Inovasi ini dilaksanakan dengan petugas Imigrasi Batam yang datang langsung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Batam dan kawasan industri untuk memberikan layanan izin tinggal. Layanan ini sejalan dengan upaya Imigrasi Batam dalam mendorong pertumbungan investasi wilayah Batam melalui kemudahan layanan perizinan bagi investor asing dan Tenaga Kerja Asing (TKA), serta memberi penyuluhan keimigrasian di pusat kegiatan ekonomi.
Bertempat di Batamindo Industrial Park, layanan izin tinggal reach-out resmi
diluncurkan oleh Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad yang turut dihadiri
langsung Kepala Ombudsman Perwakilan Kepulauan Riau Dr Lagat Parroha Patar Siadari, Kepala Bidang Dokumen Perjalanan Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Kantor Wilayah Ditjenim Kepulauan Riau Wira Zulfika, Kasubdit Promosi dan Investasi
BP Batam Kristina dan Executive Director PT. Batamindo Investment Cakrawala Mook
Sooi Wah.
Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad pada kesempatan itu menyebut, Batamindo, Panbil, dan Kabil sebagai tiga lokasi awal layanan jemput bola ini, dan kedepannya layanan ini akan berjalan di kawasan industri lainnya.
“Metode reach-out diinisiasi dari keberhasilan program Eazy Paspor yang sebelumnya adalah layanan serupa untuk WNI, yang kali ini
untuk menjawab kebutuhan TKA dan investor yang beraktivitas di kawasan industri dan ekonomi khusus, yang bertempat relatif jauh dari lokasi pelayanan izin tinggal Imigrasi
Batam,” terangnya, Senin (02/08/2025)
Selain layanan izin tinggal, ‘Coaching Clinic’ juga hadir sebagai layanan informasi terkait izin tinggal Keimigrasian, Perusahaan (kawasan) mendapat edukasi langsung tentang aturan dan fasilitas, termasuk visa jangka panjang seperti Golden Visa 5 tahun bagi Pimpinan Perusahaan asing dan keluarganya.
“Uji coba layanan ini dapat
menjadi pijakan awal menuju layanan yang lebih prima, serta mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan strategis investasi global”, ungkap Hajar Aswad.
Evaluasi dari tiga lokasi awal akan menentukan apakah Immicare diperluas ke seluruh kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Harapannya Batam jadi pilot project bagi seluruh Indonesia,” harapnya.
Rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk implementasi penguatan layanan keimigrasian dalam program akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan
Pemasyarakatan Agus Andrianto. Kedepannya, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam akan terus berinovasi dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna jasa
keimigrasian yang ada di wilayah Batam.
Inovasi ini juga sejalan dengan semangat Ease of Doing Business (EoDB) yang menjadi prioritas nasional dalam meningkatkan iklim
investasi.
Sementara, General Manager PT Batamindo Mook Sooi Wah dalam dukungannya menyebutkan, layanan jemput bola ini mengurangi hambatan investasi dan mempercepat produktivitas.
“Semoga program ini jadi tonggak penting bagi pertumbuhan ekonomi Batam dan Indonesia”. tuturnya.
Dengan menciptakan akses langsung terhadap layanan keimigrasian di pusat-pusat kegiatan ekonomi, Imigrasi Batam mengambil peran strategis sebagai fasilitator pertumbuhan investasi dan penguatan ekosistem industri di wilayah perbatasan. (Red)

