Beranda Kesehatan Riska: Jangan Takut Divaksin

Riska: Jangan Takut Divaksin

49
0

Tanjungpinang, GK.com – Vaksinasi tahap kedua dengan target penerima yaitu pelayanan publik dan lanjut usia sudah mulai dilakukan serentak di Tanjungpinang, salah satunya di Puskesmas Tanjungpinang tepatnya di Jalan Ir. Juanda, Bukit Bestari, Tanjungpinang Timur. Senin (24/05).

Penanggungjawab vaksin Puskesmas Tanjungpinang, Riska Eladira menjelaskan, sasaran pekerja layanan publik dan target penerima lansia masih terbilang cukup rendah pencapaiannya.

“Sejauh ini, target penerima vaksin ada sekitar 300 orang, namun hanya sekitar 110 penerima yang datang untuk divaksin, jadi hanya berkisar 40% dari target kami,” ungkapnya.

“Kendala kami saat ini adalah untuk target sasaran lansia, upaya sosialisasi kepada masyarakat sudah kami lakukan dan berjalan baik, namun untuk respon masyarakat yang masih kurang, mungkin di karenakan hoax yang ada di Media Sosial kemaren,” jelas Riska.

“Vaksinasi di Puskesmas dimulai dari pukul 08.00 Wib hingga pukul 14.00 Wib setiap hari kerja. Dan untuk stok vaksin kami setiap hari update sesuai target sasaran penerima vaksin,” tambahnya.

Riska juga memberikan ajakan kepada seluruh masyarakat yang masih takut divaksin agar nantinya mau dan peduli kepada diri dengan melakukan vaksin, harapannya agar Covid-19 cepat usai.

“Untuk masyarakat yang menjadi target Vaksin tahap kedua ini jangan percaya akan hoax yang beredar di luar sana, sampai sejauh ini, vaksinasi yang diberikan untuk masyarakat seluruhnya aman dan tidak ada kendala ataupun komplikasi, baik vaksin Sinovac yang memang dikhususkan untuk lansia maupun vaksin Astra yang ditujukan untuk muda-mudi,” ajak Riska kepada masyarakat.

Sedangkan ditempat yang sama, Asrul salah satu penerima vaksin turut memberikan ajakan untuk seluruh kalangan masyarakat agar mau dan tidak takut untuk divaksin demi kepentingan bersama.

“Untuk seleruh masyarakat, jangan takut divaksin, ayo kita vaksin untuk diri sendiri dan keluarga, Insya Allah dengan vaksin kita bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 nantinya”. pungkas Asrul. (EN).

Editor : Febri