Beranda Serba-Serbi Opini Sampah Sangat Berpengaruh Pada Pembangunan Kota Tanjungpinang

Sampah Sangat Berpengaruh Pada Pembangunan Kota Tanjungpinang

22
0
A N D I S

Kota Tanjungpinang menghasilkan sampah yang cukup banyak dan tergolong tinggi. Sebagai Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, dalam seharinya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang beralamat di Jalan Ganet, kini menampung sekitar 90 ton sampah setiap harinya, dan itu baru separuh yang masuk ke TPA. Sementara, masih ada puluhan Ton lagi yang tidak tertampung di TPA Plat merah sebagai produsen atau penghasil sampah. Kita sering lupa dan tidak menyadari bahwa kita sendiri sebetulnya yang membuat masalah sampah ini yang akan menjadi bom waktu, dan kapan saja siap meledak jika persoalan serius ini tidak bisa kita tangani secara bersama-sama dari sumber sampahnya, yaitu manusia itu sendiri.

Peran dan Fungsi dari Pemerintah disini sangat besar, dimana Pemerintah harus mempelajari bagaimana caranya memenuhi kebutuhan masyarakat, serta melindungi kebutuhan dan tuntutan dari masyarakat tersebut. Jelas diartikan disini bahwa, kebutuhan masyarakat akan Informasi mengenai Lingkungan Hidup yang lebih baik merupakan peran yang harus disampaikan oleh Pemerintah demi memenuhi kebutuhan serta melindungi masyarakat itu sendiri.

Sebagai masyarakat Kota Tanjungpinang, masyarakat yang baik harus ikut serta mendukung apa yang telah di canangkan Pemerintah Pusat maupu Pemerintah Daerah mengenai program  penanganan sampah yang berkelanjutan secara serius, karena permasalahan sampah di Kota Tanjungpinang semakin  meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di Kota Tanjungpinang, baik itu dari angka kelahiran  yang bertambah, maupun masyarakat pendatang. Tanjungpinang salah satu kota wisata yang ada di Kepulauan Riau, sekaligus Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau yang cukup banyak wisatawan yang berdatangan mengunjungi kota tersebut. Sampah diartikan sebagai benda bersifat padat, tidak dipakai, tidak diinginkan, dan senantiasa dibuang. Kita masih banyak beranggapan bahwa sampah merupakan barang sepele dan membuangnya sesuka hati, dimana saja kita berada.

Saat ini, berbagai upaya telah di lakukan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk mengajak masyarakat agar sadar terhadap lingkungan, mulai dari menggalakan pola hidup sehat dengan  gotong-royong setiap bulannya di lingkungan tempat tinggal masing masing, lalu ada juga Bank sampah di setiap Kelurahan melalui kelompok swadaya masyarakat (KSM), namun hingga kini, hasil yang diharapkan belumlah maksimal seperti apa yang telah dibayangkan.

Hal ini dapat terlihat masih banyaknya masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungannya sendiri. Dari sinilah kita harus mulai sadar dan peduli, bahwa pentingnya menjaga lingkungan kita agar selalu bersih, kalau bukan dari kita, siapa lagi, kalau tidak sekarang, kapan lagi. Mari kita sadar pentingnya menjaga lingkungan kita dari sekarang.

Sesuai amanat UU No 18/2008 tntang pengolaan sampah serta kebijakan Strategis Nasional Pengembangan Persampahan, paradigma pengelolaan sampah sebetulnya telah bergeser, yang tadinya mengunakan azas Kumpul Angkut Buang (KAB), sekarang di kembangkan Program untuk mereduksi timbulan sampah sejak dari sumbernya. Yang mana hal ini sudah barang tentu membutuhkan keikutsertaan serta peran aktif dari semua kalangan dalam mencari solusi agar pengolaan sampah bisa dilakukan secara komprehensif dan terpadu, dari hulu ke hilir akan memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta utamanya dapat mengubah prilaku masyarakat . 

Sumber: UPTD TPA ganet di bawah  Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjugpinang.