Beranda Kepulauan Riau Karimun Masyarakat Menjerit, Muhammad Yosli : Insya Allah Hari Ini Sudah Masuk

Masyarakat Menjerit, Muhammad Yosli : Insya Allah Hari Ini Sudah Masuk

252
0
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun, Muhamad Yosli

Karimun, GK.com – Masyarakat Kabupaten Karimun menjerit dalam mendapatkan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi dengan ukuran  3 Kilogram (Kg). Bahkan, sangking sulitnya dalam mendapatkan LPG, sebagian masyarakat Karimun terpaksa memasak dengan menggunakan Kayu Bakar sebagai alat pengganti Gas.

“Sudah 1 minggu ini Gas LPG 3 Kg sulit sekali didapatkan, sementara warung makan kecil saya harus selalu buka, karena jika warung ini tidak beroperasi, kemana lagi kami hendak bergantung hidup, apalagi disaat-saat seperti ini, apa-apa semua pada mahal. Jadi ya terpaksa kita memakai Kayu Bakar untuk mengatasinya,” keluh salah satu masyarakat Karimun kepada Awak Media ini.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan ESDM Karimun, Muhammad Yosli menanggapi hal tersebut mengatakan, kelangkaan Gas LPG 3 Kg di wilayah Pulau Karimun ini disebabkan oleh banyaknya antrian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) di Tanjung Uban, Kabupaten Bintan. Hal ini lah yang menjadi salah satu faktor lambatnya proses masuk LPG ke Karimun.

“Prosesnya agak terlambat, karena antrian di SPBBE Tanjung Uban lagi banyak, maka dari itu proses masuknya ke Karimun agak terhambat,” ujar Yosli, Jumat (19/3).

“Insya Allah hari ini sudah masuk di kawasan Karimun kembali, dan mulai hari ini Gas LPG akan kembali stabil seperti biasa, serta masyarakat dapat membeli LPG di pangkalan terdekat,” janji Yosli.

Yosli juga menghimbau kepada seluruh warga Karimun yang berkalangan atas untuk tidak menggunakan Gas LPG 3 Kg yang diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu

“Gas LPG 3 Kg ini diperuntukkan kepada masyarakat yang kurang mampu, dan untuk masyarakat kalangan atas, alangkah baiknya jika menggunakan LPG yang 12 Kg saja. Jadi Gas LPG ini cukup untuk warga yang kurang mampu”. tutup Yosli. (jey).

Editor : Milla