Beranda Kepulauan Riau Batam Pendapatan APBD Batam TA 2020 Menurun 13,56%

Pendapatan APBD Batam TA 2020 Menurun 13,56%

101
0

Batam, GK.com – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) beserta Nota Keuangan Tahun 2020 kini telah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam oleh Kepala Daerah melalui Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Batam.

Walikota Batam, Muhammad Rudi menjelaskan saat itu, penerimaan pendapatan dan pembiayaan semula sebesar Rp 3.013.894.580.542,07 berubah menjadi Rp 2.593.084.529.418,44 atau turun sebesar 13,96%. Kemudian, pendapatan APBD Kota Batam Tahun Anggaran (TA) 2020 semula sebesar Rp 2.958.894.580.542,07 berubah menjadi Rp 2.557.703.996.680,27 atau turun 13,56%.

“Perubahan pendapatan APBD Kota Batam TA 2020 diantaranya Pendapatan Asli Daerah (PAD), semula sebesar Rp 1.499.536.772.588,46 berubah menjadi Rp 1.030.466.996.128,27 atau turun 31,28 persen,” kata Rudi di hadapan para anggota DPRD Batam, Senin (24/8).

Adapun sumber penerimaan PAD, diantaranya adalah Pajak Daerah semula sebesar Rp 1.225.272.547.554,19 berubah menjadi Rp 831.729.178.616,00  atau turun 32,12%. Kemudian, Retribusi Daerah semula sebesar Rp 124.510.000.000,00 berubah menjadi Rp 82.126.417.304,48 atau turun 34,04%.

Selanjutnya, Muhammad Rudi menjelaskan, hasil pengelolaan kekayaan Daerah yang dipisahkan, semula sebesar Rp 11.685.992.811,00 berubah menjadi Rp 8.601.742.730,00  atau turun 26,39%. Kemudian lain-lain PAD yang semula sebesar Rp 138.068.232.223,27 berubah menjadi Rp 108.009.657.477,79 turun 21,77%.

“Sedangkan dana perimbangan yang semula sebesar Rp 1.122.250.236.200,00 berubah menjadi Rp 1.136.574.471.091,00 atau naik 1,28 persen,” katanya.

Sementara, rencana belanja daerah di alokasikan untuk belanja tidak langsung semula sebesar Rp 1.097.735.712.311,45  berubah menjadi Rp 1.071.998.556.231,58 atau turun 2,3%. Kemudian belanja langsung semula sebesar Rp 1.916.158.868.230,62 berubah menjadi Rp1.521.085.973.186,86 atau turun 20,62%.

Ditegaskan Rudi, alokasi belanja tetap memenuhi urusan pendidikan minimal sebesar 20% sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kemudian juga urusan kesehatan minimal sebesar 10% sesuai Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Untuk belanja tidak langsung diarahkan untuk belanja pegawai, belanja hibah, bantuan sosial dan belanja tidak terduga, hal ini merupakan ketentuan dari Pemerintah Pusat dan kebijakan Pemerintah Daerah yang dilandaskan pada ketentuan perundangan yang berlaku.

Mengakomodir usulan tambahan kegiatan atau sub kegiatan sepanjang kegiatan tersebut bersifat penting atau mendesak, berorientasi publik dan dapat dilakukan pada Tahun Anggaran berjalan, serta mengakomodasi kewajiban Pemerintah Kota Batam kepada pihak ketiga.

“Sementara penerimaan pembiayaan perubahan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 55.000.000.000,00 berubah menjadi Rp 35.380.532.738,17 atau turun 35,67%”. pungkas Rudi. (*).

Editor : Febri