Beranda Kepulauan Riau Lingga Jembatan Terpanjang di Kabupaten Lingga Akan Segera di Bangun Tahun ini

Jembatan Terpanjang di Kabupaten Lingga Akan Segera di Bangun Tahun ini

84
0

Lingga, GK.com – Plt gubernur Kepri, H. Isdianto bersama Bupati Lingga, H. Alias Wello melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Desa Marok Tua ke pusat kota di Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga.

Jembatan yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 200 meter dengan lebar sekitar 4,5 meter itu, akan di dikerjakan pada tahun 2020 ini dengan menggunakan APBD Kepri sekitar Rp 13,6 Miliar.

Bupati lingga, H. Alias Wello pada kesempatan itu mengatakan, setelah sekian lama menanti dan sudah lama diharapkan, akhirnya jembatan Anak Tiri (jembatan kayu di Desa Marok Tua) ini, akan menjadi jembatan emas dengan sentuhan Plt Gubernur Kepri Isdianto, karena ini merupakan jembatan terpanjang di Kabupaten Lingga,” ujar Alias Wello, Minggu (21/6/2020).

Dikatakan Alias Wello, jembatan itu sudah bertahun-tahun diusulkan pembangunannya ke Pemprov Kepri, namun tak kunjung terealisasi, setelah Isdianto menjabat Plt Gubernur Kepri, barulah rencana pembangunan jembatan ini bisa dilaksanakan.

“Kita menyadari betul tantangan yang ada bagi Pemda Lingga untuk membangun disegala bidang, hal ini tentunya tidak terlepas dari keterbatasan anggaran yang ada,” ujarnya.

“Oleh karena itu, kita patut berterimakasih kepada Pemprov Kepri yang terus membantu Kabupaten Lingga dalam mewujudkan pembangunan, khususnya jembatan Marok Tua ini. Semoga dengan adanya jembatan ini nantinya dapat memacu gerak ekonomi di Lingga,” harap Bupati Lingga.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Desa (Kades) Marok Tua, Saparudin yang mewakili seluruh warga mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Provinsi Kepri maupun Pemerintah Kabupaten yang telah sedia menurunkan anggaran hingga mencapai miliaran rupiah, guna membangun jembatan penghubung, demi melancarkan segala akses aktivitas perekonomian warga.


Sementara itu, Plt  Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan saat ini pembangunan di daerah harus terus dimaksimalkan, bahkan sudah menjangkau daerah-daerah perbatasan, sehingga akses ke Kecamatan di pelosok dan perbatasan bisa lancar.

“Kita tidak akan membiarkan masyarakat kesulitan dalam hal ini, karena pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi urat nadi perekonomian,” ujarnya.
Isdianto menyampaikan, jika akses jalan berupa jembatan mendukung, tentu tingkat perekonomian masyarakat akan tumbuh dengan baik, karena transportasi menjadi lebih lancar. Demikian juga suplai barang keluar masuk ke wilayah Kecamatan akan lebih mudah, sehingga pembiayaan masyarakat akan berkurang dan hasil yang didapat bisa lebih besar.

“Pembangunan jembatan penghubung ini sebelumnya sempat dialokasikan pada APBD 2019 lalu, namun proyek tersebut gagal lelang, kemudian dianggarkan kembali pada APBD tahun 2020 ini dengan nilai Rp 13 miliar lebih dan tambahan sekitar Rp 8 miliar pada APBDP,” papar Isdianto.

“Dengan anggaran yang telah dialokasikan ini, mari kita dorong OPD terkait yang mengerjakan pembangunan jembatan ini agar segera diselesaikan sebelum penghujung tahun 2020, sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” ucapnya.

“Saya harap kedepannya, pembangunan di wilayah Kepri akan semakin merata, karena masih banyak daerah-daerah lain yang pasti sangat menanti ketersambungan/konektivitas wilayah dengan sarana dan prasarana yang baik, terutama di daerah terpencil, daerah perbatasan, Pulau-Pulau maupun Desa-Desa”. tutup Isdianto.

Turut Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Lingga M. Nizar S.Sos, Ketua DPRD Lingga Ahmad Nashiruddin, Kapolres Lingga AKBP Boy Herlambang, Danlanal Dabo Singkep Letkol Laut (P) Zul Fahmi, S.E., m.Tr.Hanla., MM, Kajari Lingga Imang Job Marsudi, Pimpinan OPD Pemkab Lingga, Sekretaris Daerah Kepri H.TS. Arif Fadillah, Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, Kepala Dinas PMD dan Catatan Sipil Sardison, Plt Kepala BPBD Budiarto, Tenaga Ahli Gubernur H. Saidul Khudri dan H. Herizal Hood, serta sejumlah tokoh masyarakat yang ada di Desa Marok tua. (Man).

Editor : Febri