Beranda Hukrim Dugaan Adanya Pemangkasan Dana Sembako Covid-19 Dan Kampenye Terselubung, RCW Dan Laki...

Dugaan Adanya Pemangkasan Dana Sembako Covid-19 Dan Kampenye Terselubung, RCW Dan Laki Datangi DPRD Batam

204
0

Batam, GK.com – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kota Batam, Riau Corruption Watch (RCW) Mulkan dan Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Paul, mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Selasa (2/6) Siang.

Maksud kedatangan dari anggota LSM tersebut di Kantor DPRD Batam adalah berdasarkan dari adanya laporan masyarakat terkait dugaan pemangkasan dana sembako Covid-19 di Kota Batam, serta adanya aroma kampenye terselubung yang dilakukan oleh Muhammad Rudi bersama Wakilnya Amsakar Achmad.

Pasalnya, didalam bungkusan paket yang berisi 10 kg beras, 3 liter minyak makan dan 1 dus mie instan tersebut terdapat sticker yang bergambar wajah Wali Kota Batam H. Muhammad Rudi dan Wakilnya Amsakar Achmad.

“Bantuan ini dananya dari rakyat, yakni melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Batam, bukan dari pribadi, mereka seharusnya tidak diperboleh menyertakan stiker seperti itu, kelihatan disini seolah adanya dugaan unsur politik didalamnya,” tegas Paul.

“Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam telah merincikan harga subsidi dengan harga per paket sembako sebesar Rp 300.000,-. Sementara, rincian harga sembako yang diterima oleh masyarakat jika dihitung tidaklah mencapai harga angka yang disebutkan, kita berharap kepada DPRD agar kasus ini segera diadakan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP),” tutur Paul.

Menyambut kedatangan ke dua LSM tersebut, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto berjanji, pihaknya akan segera memposisikan terkait permasalahan ini ke Komisi I dan IV DPRD untuk dapat nantinya dilakukan rapat gabungan khusus saat RDP. Hal ini tentunya agar mendapatkan klarifikasi dari pihak Pemerintah Kota Batam.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Batam, Ruslan M. Ali Wasyim juga menegaskan bahwa, pihaknya bersama Komisi I DPRD nantinya akan segera menjadwalkan tanggal untuk pelaksanaan RDP, guna mendapatkan kebenaran terkait kabar tersebut.

“Langkah baiknya harus ada beberapa referensi lainnya untuk dilengkapi dalam RDP mendatang”. tutup Ruslan. (RD)

Editor : Milla