Kamis, Mei 7, 2026
BerandaAdvetorialPemko Batam Putuskan, Siswa Masih Harus Belajar di Rumah Hingga 13 Juli...

Pemko Batam Putuskan, Siswa Masih Harus Belajar di Rumah Hingga 13 Juli 2020

Batam, GK.com – Tampaknya proses belajar-mengajar yang dilakukan secara Daring (Online) akan berlangsung lebih lama lagi. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memutuskan untuk memperpanjang kegiatan belajar-mengajar di rumah hingga tanggal 13 Juli 2020 mendatang.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan masukan dari Kepala Sekolah TK, SD dan SMP, baik Sekolah Negeri ataupun Swasta.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, ada beberapa pertimbangan yang menjadi dasar pihaknya untuk mengambil kebijakan tersebut. Selain masukan dari Kepala Sekolah, juga dikarenakan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Batam yang saat ini belum berakhir.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi

“Besok Pak Hendri (Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam) akan menyampaikan ke Provinsi bahwa ujian Sekolah siswa 15-20 Juni 2020 tetap dilaksanakan di rumah, masuk kembali 13 Juli 2020,” kata Rudi di Dataran Engku Putri, Kamis (28/5).

Proses belajar-mengajar secara Online kali ini, hanya tinggal melakukan Ujian Sekolah, setelah itu kembali libur semester.

“Kalau diputuskan masuk di tanggal 2 Juni 2020, anak-anak ini hanya masuk seminggu, setelah itu libur semester lagi, jadi tanggung,” ujar Rudi.

Kepada Kepala Sekolah, Rudi berpesan bahwa 13 Juli 2020 mendatang, Covid-19 belum tentu berakhir, sehingga Kepala Sekolah dan Guru diwajibkan untuk mulai masuk kembali di tanggal 2 Juni 2020 mendatang, hal ini guna mempersiapkan protokol kesehatan saat anak-anak kembali Sekolah pada Juli mendatang.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saat memberikan sambutan dihadapan para Kepala Sekolah

“Bapak/Ibu Kepala Sekolah harus memikirkan apa yang harus dilakukan ditanggal 13 Juli 2020 mendatang, karena prediksi saya Covid-19 belum berakhir, maka mulai dari hari ini harus diperhatikan,” tegas Rudi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terpapar Covid-19, karena sering kali bermain tanpa memperhatikan protokol kesehatan, tapi karena imunitas tubuhnya kuat, sehingga sering tanpa ada gejala atau masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) jika positif Covid-19.

Adapun tujuan dikumpulkannya para Kepala Sekolah, tidak lain adalah untuk meminta masukan terkait jadwal masuknya kembali siswa. Hasil masukan para Kepala Sekolah tersebut sebagian mengusulkan agar belajar dirumah dapat diperpanjang hingga tahun ajaran baru 13 Juli 2020 mendatang.

“Tadi yang mengusulkan kan tetap 2 Juni, karena anak-anak sudah jenuh di rumah, tapi mayoritas meminta agar diperpanjang, karena itu kami sepakat untuk diperpanjang”. tutupnya. (Red/Hms).

Editor : Febri

Berita Terkait

Berita Populer