Lingga, GK.com – Ditengah pemberlakuan Blocking Area yang diterapkan oleh Pemerintah Daerah, maka Pemerintah Kabupaten Lingga akan membantu memulangkan Mahasiswa Lingga yang masih berada di Tanjungpinang dan sekitarnya, ke Negeri Bunda Tanah Melayu, Lingga.
Sejak diterapkan Blocking Area oleh Pemkab Lingga sejak tanggal 28 Maret lalu, ternyata masih banyak Mahasiswa yang tidak dapat pulang ke Lingga akibat Kapal Ferry regular yang tidak beraktivitas. Pemulangan ini akan dimulai pada tanggal 23-24 April mendatang.
Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Kominfo Lingga, Jumadi mengatakan, bantuan pemulangan Mahasiswa ini ke Lingga dilakukan agar Mahasiswa tidak nekat menggunakan Kapal Kargo atau Kapal Kayu melalui Pelabuhan tikus yang luput dari pengecekan dan pemantauan kesehatan Petugas.
“Pemda Lingga menyediakan Armada Kapal Ferry yang akan memberangkatkan penumpang terbatas, yakni hanya Mahasiswa dan Pelajar yang dibuktikan dengan menunjukkan KTP, Kartu Pelajar, atau Kartu Mahasiswa,” kata Jumadi Senin (20/4) malam.
Disampaikan Jumadi, secara teknis pengecekan akan dilakukan langsung di lokasi titik kumpul yang ditetapkan oleh Petugas. Bagi calon penumpang yang tidak mampu menunjukkan bukti yang dibutuhkan, maka dengan sangat terpaksa Pemkab Lingga tidak akan melayani penumpang tersebut.
“Penyediaan Armada Kapal untuk Mahasiwa dan Pelajar ini tidak serta-merta mencabut kebijakan Blocking Area yang sebelumnya telah ditetapkan hingga saat ini, akan tetapi lebih kepada bagaimana masyarakat Lingga khususnya Mahasiwa dan Pelajar agar bisa kembali ke kampung halaman dalam keadaan aman serta penyebaran Covid-19 ini bisa dikontrol dan ditekan,” ujarnya.
“Kebijakan ini akan dilakukan dengan menggunakan Kapal yang kapasitas pelayarannya mampu mengangkut sebanyak 160 penumpang,” tuturnya.
“Jadi kapasitas penumpang tersebut sekitar maksimal 900 orang yang akan dilayani pulang ke Kabupaten Lingga, mengenai Kapal apa yang akan digunakan, nantinya Dishub Lingga yang secara teknis akan berkoordinasi dan berdiskusi dengan armada-armada yang biasanya melayani pelayaran di Kabupaten Lingga”. pungkas Jumadi. (Man).

