Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Syahrul : 300 Kacamata Telah Disiapkan Untuk Melihat Gerhana Matahari Cincin Pada...

Syahrul : 300 Kacamata Telah Disiapkan Untuk Melihat Gerhana Matahari Cincin Pada 26 Desember Mendatang

39
0

Tanjungpinang, GK.com – Untuk menambah wawasan akan ilmu astronomis, khususnya bagi para Mahasiswa, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Tanjungpinang dan Observatory InstitutTeknologi Bandung (BOSSCHA) menggelar Seminar Astronomis, Senin (23/12) di Aula Gedung Aisyah Sulaiman, yang terketak di Jalan Agus Salim.

Dalam acara yang dilaksanakan sekitar pukul 14.30 Wib itu, dihadiri oleh Wali Kota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Atmadinata, Narasumber BOSSCHA Hj. Raja Suzan dan Raja Malik, para OPD, serta Mahasiswa dari berbagai Universitas yang ada di Tanjungpinang.

“Fenomena langka ini adalah salah satu momentum daya tarik wisata yang harus dimanfaatkan, maka dari itu Pemerintah Kota Tanjungpinang turut melakukan berbagai persiapan untuk hal itu,” kata Wali Kota Tanjungpinang.

“Dalam festival yang akan digelar pada tanggal 26 Desember mendatang, PemkoTanjungpinang sudah mempersiapkan teleskop untuk melihat indahnya fenomena alam tersebut,serta kacamata untuk masyarakat yang akan turut menyaksikannya,” tambah Syahrul.

Dikatakan Syahrul, ada sebanyak 300 unit kacamata yang sudah dipersiapkan untuk menyaksikan secara langsung gerhana matahari cincin yang terlihat di Kota Tanjungpinang.

“Dengan adanya Seminar Astronomiini, saya berharap dapat menambah ilmu pengetahuan bagi kita semua, khususnya buat adek-adek Mahasiswa agar wawasannya bertambah,”harap Syahrul.

Selanjutnya, Syahrul juga menjelaskan bahwa, Pulau Penyengat merupakan salah satu Pulau yang memiliki kontribusi yang sangat besar dalam perbintangan Melayu, bukti dari hal tersebut adalah dimana para cendikiawan pada abadke-19 telah menulis berbagai buku yang berisi tentang pemahaman dan gravitasi terhadap perbintangan dan benda-benda langit, sehingga dipergunakan oleh masyarakat hingga saat ini, contohnya seperti para Nelayan dalam melihat arah angin.

Sementara itu, Narasumber dalam Seminar yang mengusung tema Bumi, Bulan, dan Matahari itu, juga menjelaskan terkait adanya ilmu falaq dari budaya Melayu dan ilmu falaq dari kreasi Melayu.

“Raksi adalah ilmu yang tidak berhubungan dengan mistik, sehingga dengan adanya serangkaian matematis yang cukup sulit dijelaskan itulah yang sebenarnya akan membuat asik dalam mempelajarinya”. terang salah satu Narasumber Seminar, Suzan. (MA).

Editor : Febri