Beranda Serba-Serbi Advetorial FPK Dan Komisi III Audiensi ke Walikota Terkait Usulan Wajib Menggunakan Bahasa...

FPK Dan Komisi III Audiensi ke Walikota Terkait Usulan Wajib Menggunakan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

66
0

Tanjungpinang, GK.com – Ketua Furum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tanjungpinang yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang, Ashady Selayar memimpin audiensi bersama Wali Kota Tanjungpinang H. Syahrul dan 33 anggota Furum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tanjungpinang, Rabu (31/7) pukul 10.00 Wib.

Dalam diskusi tersebut Ketua Forum FPK Kota Tanjungpinang, Ashady Selayar mengatakan bahwa, FPK adalah sebuah organisasi yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 34 Tahun 2006 tentang Forum Pembauran  Kebangsaan.

 

Suasana saat beraudiensi

 

“FPK ini memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah menjaring aspirasi masyarakat di bidang pembauran kebangsaan serta menyelenggarakan forum dialog dengan pimpinan organisasi pembauran kebangsaan, pemuka adat, suku, dan masyarakat,” terang Ashady.

“Fungsi lainnya dari FPK yang tentunya tidak kalah penting dari fungsi sebelumnya, yaitu menyelenggarakan sosialisasi kebijakan yang berkaitan dengan pembauran kebangsaan dan merumuskan rekomendasi kepada Wali Kota Tanjungpinang,” jelas Ashady.

Dikatakan Ashady, dengan adanya fungsi dari FPK ini, diharapkan kedepannya dapat saling semakin bersinergi antara suku dan etnis yang ada di Kota Tanjungpinang.

“Ada 33 anggota yang sudah terdaftar di FPK ini, diantaranya adalah perwakilan dari setiap suku dan etnis yang ada di Kota Tanjungpinang, sehingga nantinya akan saling bersinergi dan ikut membangun Kota Tanjungpinang yang lebih baik lagi kedepannya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, FPK merumuskan rekomendasi kepada Walikota untuk mengajukan kepada DPRD Kota Tanjungpinang yaitu sebagai Ranperda tentang kewajiban menggunakan Bahasa Indonesia dan atau bahasa Melayu  di ruang publik.

 

Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd

 

Terkait saran yang diberikan oleh Ketua FPK  itu, Wali Kota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd menyambut baik, serta mendukung penuh atas prihal tersebut.

“Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa Daerah Kota Tanjungpinang tentulah sangat saya dukung, seperti halnya di kota-kota lain yang sudah lebih dahulu menggunakan satu bahasa Daerahnya sebagai bahasa pemersatu masyarakatnya,” kata Syahrul.

“Saat saya pergi ke Solo, di sana segala transaksi menggunakan bahasa Jawa, bahkan yang bermata sipit sekalipun, fasih dalam menggunakan bahasa Jawa, maka dari itu hendaknya masyarakat Kota Tanjungpinang juga dapat menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pemersatu, yang nantinya dengan menggunakan bahasa Melayu ini kita juga dapat membedakan, mana yang pendatang dengan masyarakat asli Kota Tanjungpinang itu sendiri”. pungkas Syahrul.

Turut hadir juga pada kesempatan itu, anggota Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang H. Syaiful Bahri, S.Ag, Ketua Lam Kota Tanjungpinang H. Wan Rafiwar, serta 33 anggota FPK lainnya. (FL).

Editor : Milla