Rabu, Juni 24, 2026
Beranda blog Halaman 521

Demi Kepri Terang, Gubernur Terus Cetus Berbagai Strategi

Kepri,GK.com – Agar program Kepri Terang bisa tuntas hingga Desember 2021, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad terus berupaya mencari solusi. Mulai dari koordinasi lintas lembaga dan Kementerian, pemanfaatan dana CSR sejumlah Perusahaan, hingga penganggaran melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Dirinya menuturkan, Program Kepri Terang menjadi target yang terus dikejar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Tahun ini Pemerintah telah menargetkan 15 Desa sudah bisa masuk listrik. Sementara ini hanya 9 Desa yang sudah teraliri, sisa 6 Desa lagi di Anambas yang telah ditargetkan selesai sampai akhir Desember Tahun ini.

“Pemprov Kepri telah berhasil mendorong Perusahaan-Perusahaan  melalui dana CSR nya, yang langsung diserahkan kepada PLN. Sehingga PLN bisa memasang jaringan sampai ke pemukiman warga, melakukan penyambungan aliran dan meteran ke rumah-rumah masyarakat. Selanjutnya masyarakat hanya tinggal memasang instalasinya di rumah masing-masing sesuai dengan kebutuhannya,” ungkap Ansar Ahmad, Kamis (28/10/2021).

“Selain itu, kita juga sudah memikirkan untuk masyarakat di Kepri yang tidak mampu dan memang benar-benar susah, atau tidak punya kemampuan sama sekali untuk sekedar memasang instalasi di rumahnya, kita sudah menyiapkan dana sebanyak 1 miliar rupiah. Dengan dana tersebut minimal 1.000 rumah bisa terbantu teraliri listrik, sampai dengan instalasinya sekalian,” tambahnya.

Lalu, Ansar juga menegaskan hingga akhir Desember tahun ini seluruh Kepri dipastikan sudah akan teraliri listrik, tidak akan ada lagi Daerah di Kepri yang masyarakatnya mengeluh karena belum teraliri listrik. Pihaknya akan berupaya terus, agar seluruh masyarakat di Kepri bisa terbantu teraliri listrik, jika semua Daerah sudah teraliri, maka Kepri terang pun benar-benar terwujud.

“Pastinya hal ini akan memberi nilai tambah dari sisi ekonomi masyarakat, dan tentunya akan memudahkan anak-anak kita belajar. Terkhusus untuk 9 Desa dan 2 Dusun di Kepri yang saat ini sudah dialiri listrik, saya berpesan agar masyarakat mensyukurinya. Dengan harapan, masuknya listrik ke Desa ini bisa dirasakan dan dimanfaatkan dengan baik,” pesan Ansar.

Lebih lanjut Ansar menyampaiakan, Desa tersebut sebelumnya hanya dialiri listrik selama 7 jam dalam sehari, sekarang sudah 14 jam. Awalnya dari 7 jam bertambah menjadi 12 jam. Namun Gubernur meminta tambahan 2 jam lagi kepada PLN, supaya seragam. Adapun  9  Desa dan 2 Dusun di Kepri yang baru saja teraliri listrik melalui program Kepri Terang di Kabupaten Karimun Desa Semembang, Desa Degong, Desa Selat Mie, Desa Sanglar dan Desa Ngal.

“Sedangkan di Kabupaten Anambas ada Desa Sunggak, Desa Air Putih dan Desa Lingai. Kemudian ada Desa Busun Panjang di Kabupaten Lingga dan  Dusun Binjai serta Dusun II Harapan Jaya di Kabupaten Natuna. Dalam pelaksanaan program Kepri terang ini, justru muncul permasalahan setelah jaringan PLN masuk ke Desa-Desa, sebab masyarakat yang menyambungakan meteran listrik ke rumah sangat sedikit dikarenakan ketidak mampuan masyarakat atas besarnya beban biaya pemasangan yang ditetapkan oleh PLN, baik untuk pemasangan meteran dan instalasi,” papar Ansar.

Saat itu, Gubernur megemukakan karena minimnya dana APBD, maka Pemprov Kepri mengajak Perusahan yang ada di bawah koordinasi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membantu permasalahan masyarakat yang didapati di lapangan tersebut. Melalui koordinasi dan komunikasi yang intens, kini Pemerintah Provinsi Kepri berhasil mengumpulkan dana CSR dari beberapa perusahaan untuk membantu mensukseskan program Kepri terang ini.

“Dana CSR itu kita alokasikan untuk pembayaran meteran ke PLN, kemudian Dana CSR tersebut langsung di kirim oleh Perusahaan ke rekening PLN melalui koperasi PLN. Dari dana tersebutlah PLN bisa membangun jaringan dan sebagainya, hingga program Kepri terang yang kita programkan bisa terealisasi di 9 Desa dan 2 Dusun sampai saat ini.” tutup Ansar.

Secara teknis, Kepala Dinas ESDM Kepri, Hendri Kurniadi mengatakan biaya pemasangan meteran ke PLN beda-beda, tergantung harga dan lokasi.

“Dimulai dari harga Rp. 300.000,- hingga Rp. 900.000,-. Untuk yang di Daerah tagihan dari PLN sebesar Rp. 900.000,- sedangkan yang Daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) mendapat subsidi lagi menjadi Rp.300.000,-“. kata Hendri. (*).

Editor : Dina

Gubernur Ajak Pemuda Jadi Agen Perubahan Masa Depan

Tanjungpinang, GK.com – Sempena dengan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke- 93 tahun tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad berharap agar para pemuda dapat menjadi agen perubahan dalam menyokong pembangunan Kepri di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menjadi Inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke- 93 tahun 2021 tingkat Provinsi di Aula Wan Seri Beni, Tanjungpinang, Kamis (28/10/2021).

Saat itu, Dirinya menyampaikan Pemuda harus mempersiapkan diri sebagai generasi penerus yang akan berandil besar dalam arah kemajuan Kepri untuk menjadi Daerah yang unggul dan berdaya saing sembari tetap berpegang pada nilai luhur budaya Melayu.

“Yang dimaksud Pemuda sebagai agen perubahan adalah sebuah fakta sejarah yang tidak bisa dihindari bahwa, pemuda selalu menjadi penentu momen penting perjalanan Bangsa dan Daerah dari sebelum masa Kemerdekaan sampai dengan saat ini,” ujar Gubernur.

Adapun tema yang diambil pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke- 93 tahun 2021 kali ini yaitu “Bersatu, Bangkit dan Tumbuh”. Tema ini diangkat guna menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda, bahwa hanya dengan persatuan dapat diwujudkan cita-cita bangsa.

Lalu, Gubernur juga mengungkapkan tema ini pula yang menjadikan pemuda lah harapan Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi dan melangkah lebih jauh untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jika pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan Bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia.

“Memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, dan mandiri. Untuk itu, pada momentum Hari Sumpah Pemuda yang kita peringati hari ini, harus mampu menjadi perekat Persatuan kita sebagai Bangsa untuk bersama-sama Bangkit melawan Pandemi, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kokoh melalui kewirausahaan pemuda,” ungkap Gubernur.

Kemudian, Ansar menambahkan bila tantangan bagi bangsa Indonesia, khususnya Kepri bagi para pemuda tentunya tidak semakin ringan.

“Dinamika zaman yang terus berubah dengan cepat seiring perkembangan teknologi yang semakin masif membuat pemuda harus mampu beradaptasi dengan cepat dan inovatif. Semua itu dapat dicapai dengan komitmen bersatu dalam keragaman yang menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan bangsa ke depan”. tandasnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini, turut dibacakan ikrar sumpah pemuda oleh pemuda-pemudi yang memakai baju adat dari berbagai Daerah di Indonesia, sebagai bukti keragaman budaya namun mampu bersatu demi bangsa Indonesia.

Hadir dalam upacara tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar, Kapolda Kepri Irje Pol. Aris Budiman, Danlantamal IV Tanjung Laksma TNI Dwika Tjahya Setiawan, Danlanud RHF Tanjungpinang Kolonel Pnb A. Donie P, Kajati Kepri Hari Setiyono, Kaskogabwilhan I Brigjen Lismer Lumban Siantar, dan sejumlah unsur Forkompinda Kepri lainnya. (*).

Editor : Dina

HSP ke- 93 Digelar Secara Sederhana

Karimun, GK.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke- 93 yang bertepat di Halaman Kantor Bupati pada tanggal 28 Oktober 2021 dengan tema “Bersatu, Bangkit dan Tumbuh”.

Bertepatan kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Usman, S.Si, M.Si menyampaikan kepada awak Media ini bahwa kegiatan akan di selenggarakan secara sederhana dengan menghadirkan Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) setempat.

“Tentunya dengan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat,” tegas Usman melalui sambungan Telepon seluler.

“Kegiatan ini menjadi rutinitas yang diselenggarakan setiap tahunnya, namun tahun ini kita melaksanakannya secara sederhana, karena melihat kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai”. ujar Usman, Rabu (27/10/2021).

Lebih lanjut Ia menuturkan, kegiatan ini juga sebagai momentum kerjasama antara Pemerintahan dengan OKP untuk bisa membangun Kabupaten Karimun yang lebih baik, dalam membentuk kekuatan sesuai dengan tema yang di angkat bersatu, bangkit dan tumbuh sebagai simbol yang menggambarkan spirit persatuan dalam keberagaman Bangsa Indonesia, serta untuk bangkit melawan pandemi COVID-19. (RP).

Editor : Milla

Harga Minyak Goreng Tembus Diangka Rp 15.000,-, Masyarakat Menjerit

Salah satu Penjual Gorengan saat sedang membuka dagangannya
Salah satu Penjual Gorengan saat sedang membuka dagangannya

Tanjungpinang, GK.com – Kenaikan harga Minyak Goreng di Kota Tanjungpinang yang cukup tinggi membuat masyarakat menjerit, khususnya bagi para pedagang gorengan yang setiap harinya mengais rezeki dengan menggunakan Minyak Goreng sebagai bahan utama untuk dagangannya, termasuk para pemilik Rumah Makan.

Salah satu Pedagang Gorengan yang berada di simpang Siderejo Km 5 atas, Amin mengatakan, “kenaikkan harga Minyak Goreng yang sudah terjadi dalam satu minggu ini tentunya sangat berimbas bagi kami para pedagang kecil yang setiap harinya mengkais rezeki dari berjualan gorengan. Kebetulan saya menggunakan Minyak Goreng kemasan yang isi 900 ml dari harga semula Rp 12.000,- terus naik ke Rp 13.000,-, dan kini harganya telah mencapai hingga Rp 15.000,-. Tentu ini sangat memberatkan, apalagi di masa Covid ini, cari uang sangatlah susah” katanya.

“Sudah tiga Tahun saya berdagang Gorengan disini, dan saat ini lah yang paling terasa atas dampak kenaikan harga Minyak Goreng, apalagi Minyak Goreng merupakan bahan pokok utama kami sebagai pedagang gorengan. Saat ini kami cuma bisa berharap kepada Pemerintah agar dapat membentu rakyat kecil seperti kami ini, minimal kembalikanlah harga penjualan bahan pokok seperti semula,” keluhnya kepada awak Media ini, Rabu (27/10/2021) sekitar pukul 14.00 Wib di lapak dagangannya.

Ditempat yang berbeda, salah satu Pedagang Rumah Makan serba Rp 12.000 yang berada di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Upik juga mengeluhkan hal yang serupa, ” sehari kami menggunakan Minyak Goreng bisa menghabiskan sekitar empat Liter, tentunya dengan kenaikan yang terjadi saat ini, modal yang seharusnya kami dikeluarkan biasanya satu hari sebesar Rp 150.000,-, sekarang bisa menjadi Rp 180.000,-,” jelasnya.

“Saat ini, meskipun harga Minyak Goreng naik, kami tetap menjual makanan di harga Rp 12.000,-, karena tidak mungkin mau kami naikkan harganya, takutnya pelanggan yang biasa makan disini tidak mau kesini lagi,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi Perdagangan Kota Tanjungpinang, Azrina saat di konfirmasi oleh awak Media ini melalui via telefon terkait kenaikkan harga Minyak Makan ini menjelaskan, “Crude Palm Oil (CPO) atau biasa di sebut Minyak Kelapa Sawit saat ini mengalami kenaikan. Dan kenaikan ini sifatnya Nasional, bukan hanya di Kota Tanjungpinang saja,” tegasnya.

“Sekarang Minyak Goreng Curah yang biasanya ada di pasar-pasar tradisional juga sudah langka, bahkan bisa jadi sudah tidak ada lagi. Kemungkinan besar di awal Bulan November nanti juga diperkirakan akan naik lagi. Namun kita berharap semoga hal ini tidak akan terjadi, supaya kalangan masyarakat luas tidak terkena dampak yang besar setelah naiknya harga Minyak Goreng ini”. tutupnya. (AZ).

Editor : Milla

Gerbang Grup Dapat Bibit Tanaman dari BPDASHL Sei Jang Duriangkang

Kepala Balai BPDASHL Sei Jang Duriangkang, Bontor L Tobing saat menyerahkan bibit tanaman kepada Pemred Gerbangkepri.com, Kiki
Kepala Balai BPDASHL Sei Jang Duriangkang, Bontor L Tobing saat menyerahkan bibit tanaman kepada Pemred Gerbangkepri.com, Kiki

Tanjungpinang, GK.com – Dalam rangka upaya melestarikan lingkungan hidup dan lingkungan sekitar, Gerbang Grup berkunjung ke Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dan Hutan Lindung (BPDASHL) Sei Jang Duriangkang yang terletak di Jalan Senggarang.

Tujuan dalam kunjungan tersebut adalah untuk memperoleh bantuan bibit tanaman dalam rangka penghijauan di sekitar lingkungan.

“Kebetulan kita memiliki beberapa lahan kosong yang selama ini tidak terawat. Atas masukkan dari teman-teman di Gerbang, kami sepakat untuk mengisi waktu luang dengan berkebun. Hal ini tentunya selain sebagai upaya dalam melakukan penghijauan lingkungan, juga secara tidak langsung tubuh kita bisa menjadi sehat karena seringnya melakukan aktivitas di alam terbuka,” tutur Kiki, (sapaan akrab Pemimpin Redaksi Media ini).

Kepala Balai BPDASHL Sei Jang Duriangkang Bontor L Tobing bersama Pemred Gerbangkepri.com Kiki dan Manager Persemaian Aswan Basri

Sementara itu, Kepala Balai BPDASHL Sei Jang Duriangkang, Bontor L Tobing pada kesempatan yang sama menyambut baik langkah yang dilakukan oleh tim Media ini sebagai upaya merawat dan melestarikan lingkungan.

“Pada dasarnya, BPDASHL sangat mensuport kepada Masyarakat, Organisasi, Pribadi, Instansi, maupun pihak Sekolah yang ingin melakukan penghijauan. Siapa saja boleh datang kesini, dan kita persilahkan bagi yang ingin mengadakan penghijauan. Ada bermacam-macam tumbuh-tumbuhan yang telah kita sediakan secara gratis,” katanya.

Kepala Balai BPDASHL Sei Jang Duriangkang, Bontor L Tobing saat memberikan bibit tanaman kepada Pemred Gerbangkepri.com Kiki

“Tujuan diberikannya tumbuh-tumbuhan ini agar masyarakat Kepri lebih giat lagi menghijaukan kampung kita ini, agar lebih asri serta terlindungi. Dan ini juga sebagai langkah agar kita tidak kekurangan air,” ungkap Bontor L Tobing pada Rabu (27/10/2021) sekitar pukul 15.00 Wib di lokasi Penyemaian.

“Ditahun 2021 ini, ada sebanyak 500 ribu bibit yang telah disediakan oleh BPDASHL. Diantaranya ada Durian, Rambutan, Matoa, Jambu, dan lain-lain. Serta terdapat beberapa pos atau Kantor Cabang yang tersebar di Kepri,” ujarnya.

“Alhamdulillah saat ini target kita sudah tercapai. Hal ini tentunya tidak terlepas atas bantuan peran serta dari Media yang turut andil dalam mempublikasikan tentang apa yang sudah kita lakukan selama ini. Jadi masyarakat juga tau, dan antusias masyarakat juga luar biasa,” tambahnya.

“Kita juga berharap agar tanaman yang sudah kita sediakan ini dapat dikelola dengan sebaik-baiknya, hingga menghasilkan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi si penanam dan alam tentunya”. harapnya. (FS).

Editor : Milla

Gubernur Kepri Resmikan Kampung Kompor Induksi

Karimun, GK.com – PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero unit induk wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) terus mengembangkan penggunaan Kompor Induksi di kalangan masyarakat, melalui program PLN Peduli.

Saat itu, PLN meresmikan Kampung Kompor Induksi serta membagikan 80 unit kompor kepada warga di RT 03, RW 01 Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.


Peresmian Kampung Kompor Induksi tersebut di hadiri oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E, Bupati Karimun Aunur Rafiq, S.Sos, Manager Niaga dan Management Pelanggan PLN unit Induk Wilayah Riau dan Kepri Haris Andika.


Saat di temu awak Media, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, pihaknya sanggat mendukung apa yang diluncurkan PT. PLN dalam upaya menyambut revolusi hijau.


“Kami sangat mendukung program PLN Peduli yang meluncurkan Kompor Induksi sebagai upaya memperbaiki lingkungan kita agar tetap terjaga dengan baik di masa akan datang, dan kita juga akan mencoba untuk menerapkannya,” ucap Ansar Ahmad, Rabu (27/10/21) sekitar pukul 11.00 Wib di lokasi Peresmian.

Dikesempatan yang sama, Manager Niaga dan Management unit Riau dan Kepri menyampaikan bahwa program tersebut akan terus berlanjut agar manfaatnya bisa di rasakan oleh masyarakat luas.


“Kedepan kami akan terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar program terus berkelanjutan, tidak hanya di Kelurahan Baran Barat saja, tetapi semua Kelurahan maupun Desa juga harus bisa merasakan manfaatnya,” ujar Haris.


Lebih lanjut Haris menyebutkan bahwa manfaat dari Kompor Induksi ini merupakan ramah lingkungan dan simpel.


“Ada beberapa manfaat yang paling utama yaitu, Kompor Induksi ini ramah lingkungan, tidak membuat lingkungan tercemar, serta simpel bisa digunakan di mana saja asalkan ada listrik”. jelasnya. (IWD).

Editor : Milla