Kamis, Mei 7, 2026
Beranda blog Halaman 1034

SDIT As – Sakinah, Menggali Bakat Anak Didik Dengan Mengadakan As – Sakinah Got Talent

Tanjungpinang, GK.com – Dalam rangka mengembangkan bakat dan minat anak, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) As – Sakinah menggelar berbagai rangkaian kegiatan yang disebut ‘As – Sakinah Got Talent’ dengan mengambil tema ‘Ketahui Bakatmu, Tingkatkan Kemampuanmu’.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari, terhitung sejak tanggal 21 s/d 25 Januari itu, total peserta yang mengikuti lomba tersebut ada sekitar 200 anak, yang terdiri dari anak-anak Kelas 1 hingga Kelas 6 SD.

Kimiatis Sa’adah, S.Pd.I selaku Kepada SDIT As – Sakinah mengatakan bahwa dalam perlombaan yang di gelar itu berjumlah 18 lomba dengan berbagai kategori.

“Tujuan diadakannya lomba ini adalah untuk mengembangkan bakat anak-anak disini, jadi kami perbanyak jenis perlombaannya,” ucap Kimi.

“Diantara perlombaan yang kami gelar adalah, Lomba Kaligrafi, Pidato dengan 3 bahasa yakni Arab Indonesia dan Inggris, bercerita dengan 3 bahasa, Olimpiade, Cerdas Cermat, Tartil Qur’an, Fahmil Qur’an, dan lain-lain,” terang Kimi kepada Media ini, Jum’at (25/01) sekitar pukul 10.00 Wib.

“Dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat menggali bakat-bakat anak yang masih terpendam, karena banyak anak-anak yang memiliki bakat, namun tidak tau harus kemana menyalurkannya, semoga dengan diadakannya kegiatan ini, pihak Sekolah bersama para Orang tua nantinya dapat mendukung perkembangan bakat dari sang anak,” harap Kimi.

Dikesempatan yang sama, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Sekolah Dasar, Imam Sudaryanto, SP dalam pidatonya mengatakan bahwa akan mengupayakan untuk membantu anak-anak SDIT dalam menyalurkan bakatnya.

“Saya perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang akan berupaya untuk memberikan ruang kepada anak-anak yang berbakat ini untuk dapat menyaluran kemampuan mereka agar kedepannya jika ada perlombaan atau pertandingan yang serupa, anak-anak ini akan dilibatkan”. Ujar Imam.

Hadir dalam kegiatan itu, Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Sekolah Dasar Imam Sudaryanto, SP mewakili Kadisdik Kota Tanjungpinang, Kepala Sekolah SDIT As – Sakinah Kimiatis Sa’adah, S.Pd.I, seluruh Ketua Komite SDIT dari kelas 1 hingga kelas 6 dan tamu undangan lainnya. (FL).

Editor : Mila

Lantik 63 Pejabat Eselon III dan IV, Syahrul Berharap Adanya Perubahan

Tanjungpinang, GK.com – Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul S.Pd melantik sebanyak 63 pejabat yang terdiri dari eselon III dan IV di lingkungan Pemerintahan Kota Tanjungpinang, Jum’at (25/01).

Dalam pelantikan yang dilaksanakan di Aula Kantor Pemko Tanjungpinang, lantai 3, Senggarang itu dilaksanakan pada pukul 08.45 Wib.

Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul dalam pidatonya berharap kepada para pejabat eselon III dan IV yang baru di lantik nantinya mampu menjalankan amanah, serta dapat bertanggung jawab terhadap apa yang sudah menjadi kewajiban sebagai seorang pimpinan.

“Bagi para pejabat yang sudah dilantik saya ucapan selamat menjalankan amanah yang sudah diberikan dengan sebaik-baiknya,” ucap Syahrul.

“Dalam proses penilaian terkait penempatan posisi jabatan yang telah ditentukan ini tentunya kita sudah melalui prosedur serta penilaian yang tepat, saya berharap bagi para pejabat yang baru dilantik ini agar dapat berkomitmen dalam urusan tanggungjawab yang sudah diberikan,” tutur Syahrul.

Dijelaskan Syahrul, dari 63 pejabat yang dilantik saat ini, 46 terdiri dari administrator dan 17 nya dari fungsional.

Adapun nama para pejabat eselon III dan IV  yang  sudah di lantik itu antara lain :

  1. Muhamd Yatim – Camat Tanjungpinang Barat
  2. Boby Wira Satria – Kabag Tata Pemerintahan Sekdako
  3. Zulhidayat – Kabag Pembangunan dan Binprom
  4. Nazri – Kabag Umum
  5. Said Zainal Arifin – Kabag Ortal
  6. Tri Putranto – Kabag Humas
  7. Raja Kholidin – Kepala BPBD Kota Tanjungpinang
  8. M Yasir – Sekretaris Dispora
  9. Indriati – Sekretaris Inspektorat
  10. Nazib Agus – Sekretaris DLH
  11. Ruli Fiadi – Sekretaris Bapelitbang
  12. Hantoni – Sekretaris Satpol
  13. Sumantri – Sekretaris Diskominfo
  14. Jamnudin – Sekretaris Dishub
  15. Tamrin Dahlan – Sekreraris Disdik
  16. Muhammad Ikhsan – Sekretaris PMPTSP
  17. Dedy Sufri Yusja – Sekretaris Perkim
  18. Salman – Sekretaris Dinas Kebudayaan
  19. Herlina – Sekretaris Dinas Tenaga Kerja
  20. Jofrizal – Sekretaris Dinas PU
  21. Abdullah – Kabid Dinas Pariwisata
  22. Syamsul Bahri – Kabid Dinas Penanaman Modal
  23. Yoni Fandri – Kabid Penelitian Bappelitbag
  24. Riva Hafriani – Kabid Kearsipan Dinas Perpus
  25. Riawati – Kabid Peprus
  26. Fitri Setiadi – Kabid Pertamanan, Perkim
  27. Wirdanaf – Kabid Pengedalian Kependudukan dan Keluarga Dinkes
  28. Raja Efaridah – Kabid Peternakan, Kesehatan DP3
  29. Elisa Hafida – Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdik
  30. Elysa Purnamawati – Kabid Pembinaan SMP Disdik
  31. Imam Muchid – Kabid Pelayanan Pajak Badan Pengelolaan Pajak
  32. Abdul Faried Diah – Kabid Administrasi Pengadaan dan Mutasi BKPSD
  33. Agus Haryono – Kabid Hubungan Industrian Dinas Ketenagakerjaan
  34. Elvi Arianti – Kabid Perlindungan Anas DPPPAPM
  35. Mulyadi – Kabid Penyelenggaraan Perizinan DPMPTSP
  36. Salman – Kabid SDA Dinas PU
  37. Salman Alfarizi Sora – Kabid Perekonomian Bapelitbang
  38. Eni Herlina – Kabid Penataan Dinas Lingkungan Hidup
  39. Maswito – Kabid Destinasi Dinas Pariwisata
  40. Isnaini Bayu Wibowo – Kabid DLH
  41. Tina Darman Surya – Kabid Penetapan BPPRD
  42. Dongan Marolok – Kabid Angkutan Jalan Dishub
  43. Yudi Ramdani – Kabid Aset BPKAD
  44. Rieo Trioza Anugrah – Kabid Penagihan Pembukuan Badan Pengelolaan Pajak
  45. Wimi Darma Hidayat – Sekretaris Camat Barat
  46. Erwinsyah Putra – Sekretaris Kecamatan Tanjungpinang Timur
  47. Shepria Yunista Putri – Lurah Tanjungpinang Timur
  48. Mahnizar – Lurah Penyengat
  49. Slamet Hariadi – Lurah Sei Jang
  50. M. Septian – Lurah Tanjung Ayun Sakti
  51. Gilang Ihsan Pratama – Lurah Tanjungpinang Barat
  52. Hendrawan – Lurah Kamboja
  53. Vinna Saktiani – Kasi Pemerintahan Tanjungpinang Timur
  54. Suci Prihatini – Kasi Penanganan Fakir Miskin Dinsos
  55. Kriswanto – Kasubag Rumah Tangga Sekwan
  56. Said Alkausar Alatas – Kasubag Pemerintahan Bapelitbang
  57. Yerusnani – Kasubag Keuangan Bagian Umum Setdako
  58. Sri Anggraini – Kasubag Umum Kepegawaian Dinas Koperasi
  59. Mukmin – Kasi Rehabilitas BPBD
  60. Susilo – Kasubag Hubungan Masyarakat Humas
  61. Andi Suryanto – Kepala Sub Bagian Publikasi
  62. Romi Darmawan – Kasubag Rumah Tangga dan Perlengkapan Setdako
  63. Ramdanur – Kasubag Protokol Bagian Humas Pemko.
Penulis : Rifa’i

Editor : Mila

 

Pelepasan Purnabakti 24 Orang Tenaga Pendidik

Tanjungpinang, GK.com – Pelepasan Purnabakti Kepala Sekolah dan para Guru untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtidaiyah (MI) dilaksanakan di SD Negeri 011 Bukit Bestari, Kamis (24/01) sekitar pukul 11.00 Wib.

Dalam kegiatan tersebut, Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kepulauan Riau Drs. Huzaifah Dadang, AG.M.Si melepaskan tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun pada bulan Juni 2018 s/d Januari 2019.

Para Kepala Sekolah dan Guru dari tingkat SD se- Kota Tanjungpinang

Drs. Huzaifah Dadang, AG.M.Si  dalam wawancaranya kepada awak Media ini mengatakan bahwa ada sekitar 24 orang tenaga pendidik yang dilakukan pelepasannya dalam memasuki masa pensiun tersebut.

Dari 24 orang tenaga pendidik itu terdiri dari 4 orang Kepala Sekolah dan 20 orang Guru dari tingkat SD yang ada Kota Tanjungpinang,” ujar Dadang.

“Meskipun mereka telah pensiun, tapi saya selalu menghimbau kepada rekan-rekan agar tetap berkontribusi di dunia Pendidikan, agar tetap dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan rekan-rekan di dunia pendidikan dalam menyampaikan aspirasinya,” harap Dadang.

Sementara itu, Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang silaturahmi baginya kepada para guru-guru SD di Kota Tanjungpinang.

“Pada acara ini, saya sebagai Walikota diundang untuk mengingat masa lalu, karena saya juga sangat lama berkutat di dunia pendidikan sebelum menjabat menjadi Walikota, jadi saya tau bagaimana suka dukanya menjadi seorang guru,” kata Syahrul.

“Kepada para guru yang telah pensiun, saya berharap kedepannya jangan hanya duduk di rumah saja, melainkan mari kita tetap berkiprah terus, khususnya berkaitan di dunia pendidikan, bisa dengan cara membuka les di rumah,  yang penting ada kegiatan, agar tidak jenuh karena biasanya ada aktivitas, kini tak beraktivitas seperti biasa lagi,” tutur Syahrul.

Di akhir acara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang  Huzaifah Dadang bersama Walikota Tanjungpinang H. Syahrul dan Wawako Tanjungpinang Rahma memberikan cenderamata kepada 24 orang yang pensiun tersebut.

Hadir juga pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Husnary, M.Pd, dan Seluruh Kepala Sekolah SD se- Kota Tanjungpinang. (FL).

Editor : Mila

 

 

SDN 002 Fokuskan Perkuat Kerjasama Dalam Mencapai Adiwiyata Mandiri

Karimun, GK.com – Dalam mencapai sekolah Adiwiyata Mandiri tingkat Nasional ditahun 2019,  Sekolah Dasar (SD) Negeri 002 Karimun berkomitmen memperkuat kerjasama antara pihak sekolah bersama pemerintah untuk menciptakan Sekolah Peduli Lingkungan.

Kepala Sekolah SDN 002 Karimun, Junaidi saat ditemui media ini mengatakan, “dalam mencapai penghargaan Adiwiyata Mandiri nantinya kita juga bekerjasama dengan beberapa kepala sekolah yang ada di Kabupaten Karimun, dan kami juga sudah konsultasi dengan para wali murid dalam hal membimbing, memberikan pemahaman, serta pengertian tentang Adiwiyata terhadap para murid,” ucapnya.

“Dengan tercapainya penghargaan Adiwiyata tingkat Nasional di sekolah kami maupun dibeberapa sekolah lainnya di Kabupaten Karimun, pemerintah diharapkan dapat membantu dalam memberikan dana khusus untuk menambah dana operasional dalam mencapai Adiwiyata Mandiri nantinya,” ungkap Junaidi kepada media ini, Selasa (22/01) pukul 09.00 Wib.

“Kami juga akan membentuk paguyuban-paguyuban dalam membantu pihak sekolah untuk dapat mencapai penghargaan Adiwiyata Mandiri nantinya, namun bantuan itu tentunya tidak hanya dalam bentuk sumbangan dana saja, melainkan turut memberikan masukkan atau inovasi kedepannya demi kemajuan bersama,” harap Junaidi.

“Yang terpenting saat ini kerjasama yang perlu ditingkatkan oleh Pemerintah maupun kepada para Kepala Sekolah salah satunya saling berkunjung antara sekolah satu dan lainnya untuk dapat melihat sekolah yang sudah mendapat penghargaan dalam membuat program-program selanjutnya demi memajukan dunia pendidikan kita”. tutup Junaidi. (KR).

Editor : Mila

 

 

SMPN 1 Karimun, Menuju Adiwiyata Mandiri Tingkat Nasional

Karimun, GK.com – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Karimun fokus dalam mempertahankan sekolahnya yang telah diberikan penghargaan Adiwiyata, agar bisa mendapatkan penghargaan Adiwiyata Mandiri di tingkat Nasional pada tahun 2019 ini.

Salah satu cara yang diambil oleh sekolah tersebut dalam mempertahankan Adiwiyata adalah menciptakan sekolah ramah lingkungan, serta memberikan pemahaman kepada para siswa akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar, sehingga pemahaman tersebut dapat diterapkan sampai dewasa nantinya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Karimun, Jufrizal, S.Pd saat ditemui media ini mengatakan, untuk menciptakan sekolah berpredikat Adiwiyata bahkan mempertahankannya justru lebih berat dari pada mencapainya, karena banyak aspek yang harus dipersiapkan.

“Hal itu tentunya harus dimulai dari perangkat guru terdahulu, seperti harus memiliki sekolah ramah lingkungan, bisa menghemat listrik dan air, mendaur ulang barang bekas atau yang sudah tidak terpakai hingga bisa menjadi bermanfaat kembali, kedisplinan dalam hal kebersihan, serta kami mengupayakan agar para siswa dapat belajar senyaman mungkin,” terang Jufrizal kepada media ini saat di temui di Ruang Kerjanya, Selasa (22/01) sekitar pukul 08.30 Wib.

Dikatakan Jufrizal, untuk mempertahankan sekolah Adiwiyata ini tentunya diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Bank Sampah, Puskesmas, para RT dan RW, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup,  dan Dinas Kesehatan.

“Dinas Pendidikan dalam hal ini sangatlah mensuport dalam setiap kegiatan yang akan kami lakukan untuk menciptakan sekolah berbasis Adiwiyata, semua keluhan dari kami ditanggapi dengan baik, serta memberikan saran yang sifatnya membangun, semua kendala yang kami hadapi direspon dengan baik oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun,” ungkap Jufrizal.

“Saat ini kita menghadapi musim kemarau, hambatan kami adalah tentunya di air, karena kami tentu akan lebih ekstra dalam menjaga lingkungan yang ada, terutama dalam hal penghijauan tanaman agar bisa tetap tumbuh berseri,” kata Jufrizal.

“Disamping kita lakukan sosialisasi kepada para guru, tak ketinggalan para orang tua murid dan komite sekolah juga kami sampaikan, agar bisa sama-sama saling memberikan suport, bekerja keras untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata Mandiri tingkat Nasional, karena mempertahankan penghargaan ini adalah merupakan cita-cita kami semua”. tutup Jufrizal. (KR).

Editor : Mila

SLB Negeri Bintan Butuh Perhatian Pemerintah

Bintan, GK.com – Ruang Kelas yang terbatas bukanlah menjadi penghalang bagi para guru-guru Pendidikan Luar Biasa (PLB) dalam mengajar para siswa-siswi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kabupaten Bintan.

Dengan menerapkan Kurikulum 2013 (K-13), meski keterbatasan Ruang Kelas, para Guru PLB tetap semangat dalam mengajarkan setiap mata pelajaran, dalam satu Ruang Kelas para Guru tersebut mengajarkan dua mata pelajaran, yang kemudian dibagi lagi ke dalam beberapa tingkatan kelas.

Lestari Rahayu selaku Kepala SLBN Bintan saat ditemui oleh Media ini mengatakan bahwa seharusnya satu guru itu mengajarkan untuk porsi 5 anak didik dalam 1 Ruang Kelas, namun karena keterbatasan Ruang Kelas yang kita hadapi hingga sampai saat ini, maka guru-guru disini harus mengajarkan 7 hingga 8 anak dalam 1 Ruang Kelas.

“Disini ruangannya sedikit, cuma ada 4 Ruang Kelas, ditambah 2 Ruang Kelas Baru (RKB) yang belum di resmikan, padahal anak-anak disini ada yang masih tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), jadi untuk mengakalinya kami membagi ruangan yang ada dengan cara menggunakan sekatan demi sekatan, itupun dalam satu sekatan kami bagi lagi dalam beberapa tingkatan kelas sehingga dalam sekali mengajar para guru PLB dapat memegang beberapa kelas,” terang Lestari kepada gerbangkepri.com saat dijumpai di Ruang Kerjanya, Senin (21/01) pukul 08.38 Wib.

“Anak-anak berkebutuhan khusus yang kami didik ini ada beragam-ragam, seperti Tunanetra (Buta), Tunarungu (Tuli), Tunagrahita (Mental), Tunadaksa (Fisik) dan Autis,  seharusnya kelasnya pun harus kita beda-bedakan,” katanya.

“Kami memetakan mereka berdasarkan kelainan yang mereka alami, bukan berdasarkan tingkatan kelas,” tambah Lestari.

Dijelaskan Lestari, selain kekurangan Ruang Kelas, SLBN Bintan ini juga kekurangan bagi para guru pengajar, sehingga solusi yang ada kita harus mengadopsi dari guru umum.

“Di Bintan masih kekurangan guru yang berasal dari PLB, jadi kami harus mendatangkan pengajar dari guru umum yang tentunya mereka harus lebih maksimal lagi dalam mengajar anak didik disini, karena SLB penanganannya sangatlah berbeda dari sekolah-sekolah umum lainnya,” ujar Lestari.

“Hanya ada 4 guru PLB dari 12 guru yang mengabdi di SLB ini, sisanya adalah guru umum, tapi meski begitu mereka yang bukan berasal dari PLB tetap bersemangat dalam membimbing siswa-siswi yang berkebutuhan khusus dengan penuh kesabaran”. tutup Lestari. (FL).

Editor : Mila