Jumat, Mei 8, 2026
Beranda blog Halaman 1026

Sepanjang 2018, Pemkab Bintan Tuntaskan 61,95 Km Pembangunan Jalan

Apri Sujadi : Pentingnya Infrastruktur Jalan Bagi Akses Masyarakat.

 

Bintan, GK.com – Pada Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Bintan, menuntaskan pelaksanaan pembangunan proyek  jalan lebih dari 61,95 Km. Proyek fisik pembangunan jalan tersebut bahkan termasuk menuntaskan pekerjaan jalan aspal sepanjnag 6 Km di Desa Selat Bintan, Kecamatan Teluk Bintan dengan menggunakan alokasi anggaran  mencapai 20 Milyar Rupiah melalui BP Kawasan Bintan.

Dikatakan oleh Bupati Bintan, H. Apri Sujadi, Jum’at (8/3) pagi, bahwa untuk Tahun 2019 ini nantinya pengerjaan jalan tersebut akan di lanjutkan kembali lebih kurang sepanjang 3 Km dengan anggaran mencapai 9 Milyar Rupiah, di BP Kawasan Bintan.

“Di Tahun 2019 ini juga ada beberapa proyek infrastruktur jalan yang akan tetap kita lanjutkan pengerjaannya. Karena menurutnya pembangunan infrastruktur jalan sangatlah penting bagi akses untuk masyarakat, sekaligus komitmen dari Pemerintah Daerah untuk meningkatkan infrastruktur pembangunan di Bintan”. tutur Apri. (MCB/Red).

Editor : Milla

Mencegah Terjadinya Konflik Sosial, Dinsos Provinsi Gelar Pelatihan Bagi Tenaga Pelopor Perdamaian

Batam, GK.com – Dinas Sosial Provinsi Kepri menggelar Pemantapan Tenaga Pelopor Perdamaian se- Provinsi Kepri dengan tema “Kita Tingkatkan Peran Serta Pelopor Untuk Memperkuat Penanganan Konflik Sosial”, Rabu (06/03), di Hotel Golden View Hotel, Batam.

Dalam acara yang di buka langsung oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri, Drs. H. Doli Boniara M.Si sekitar pukul 21.04 Wib itu di ikuti oleh Tenaga Pelopor Perdamaian se- Provinsi Kepri.

Tujuan di laksanakannya kegiatan yang di gelar selama tiga hari itu adalah untuk Pencegahan Konflik Sosial yang ada di lingkungan masyarakat, seperti terjadinya konflik perang suku, agama, dan lain-lain.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri, Doli Boniara  mengatakan bahwa peranan Tenaga Pelopor Perdamaian saat ini sangatlah penting, terutama dalam menjaga serta mencegah konflik yang ada di daerahnya masing-masing.

“Tugas dan fungsi mereka ketika berada di daerah setelah dilakukan pemantapan ini adalah untuk menjaga, serta mencegah terjadinya konflik sosial di setiap desa atau pun di kota tempat mereka masing-masing,” ucap Doli.

“Tenaga Pelopor Perdamaian ini merupakan relawan kami yang tidak diberi gaji, tentunya jasa-jasa mereka sangatlah besar buat kami,” ujar Doli.

“Saat ini jumlah relawan Pelopor Perdamaian yang kita punya ada sekitar 40 orang, kami yakin dengan kehadiran mereka nantinya bisa menjadi kepanjangan tangan pemerintah, khususnya dalam mencegah terjadinya konflik sosial di Kepulauan Riau  ini,” jelas Doli.

Ditempat yang sama Ketua Panitia penyelenggara kegiatan tersebut, Dra. Haniza S.H.I berharap kepada semua lapisan masyarakat agar selalu menjaga kerukunan di dalam bertetangga maupun bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat demi menghindari terjadinya konflik.

“Harapan kami dengan di adakannya pemantapan ini bagi para Tenaga Pelopor Pelopor kedepannya mampu menjalankan tugas di daerahnya masing-masing dan selalu sigap dan cepat terhadap kejadian maupun konflik yang akan terjadi maupun yang sedang terjadi”. tutup Haniza. (MR).

Editor : Milla

 

 

 

Perangi Narkoba, Bintan Lounching Desa Bersinar

Bintan, GK.com – Maraknya peredaran Narkoba bukan lagi menjadi persoalan lokal, namun hal ini telah menjadi problematika dunia dan musuh bersama. Distribusi Narkoba lintas Negara yang kian merajalela, seolah ingin membawa pesan bahwa “Momok” benda terlarang ini tak mengenal ujung.

Bintan sebagai kawasan yang berbatasan langsung dengan Negara luar cukup memberi celah bagi mafia benda haram perusak generasi. Beberapa kasus penangkapan dan penyergapan penyeludupan narkoba yang terus meningkat, menandakan perlunya upaya lebih dalam untuk pencegahan maupun pemberantasan narkoba.

Desa Berakit yang letaknya sebagai salah satu perbatasan Negara, nyatanya sering menjadi tempat berlabuh bagi penyeludupan narkoba. Dermaga nelayan yang sejatinya menjadi sandaran kapal pengkap ikan dan lokasi pantai landai terkadang dimanfaatkan sebagai “Pelabuhan Tikus” (Pemberhentian) paket kiriman narkoba yang operasinya dominan dilakukan pada malam hari untuk menghindari pantauan dari para aparat dan masyarakat.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bintan melounching Desa Bersinar (Bersih Narkoba), Selasa (5/3) yang disiapkan sebagai salah satu Satgas terdepan bersama Kepolisian dan masyarakat dalam rangka melawan peredaran narkoba.

Desa Berakit sebagai pilot project nantinya akan diikuti oleh Desa lainnya. Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos menyampaikan, saat ini perlunya upaya bersama dalam mengatasi masalah berstatus internasional itu.

“Ini terobosan baru sebagai bentuk perhatian kita bersama. Narkoba saat ini telah menghantui masyarakat, disini kami sangat berharap kepada para pegiat Desa Bersinar nantinya bisa memberikan dedikasi terbaik untuk persoalan ini” ucap Apri.

Kepala Badan Narkotika Nasional Perwakilan Provinsi Kepri Brigjen Pol Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA yang hadir pada kesempatan itu memberikan apresiasi tinggi atas pegiat Desa Bersinar itu. Menurutnya, BNN maupun pihak kepolisian tidak bisa bekerja secara maksimal tanpa dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

“Saat ini mafia narkoba punya berbagai ide untuk menembus pasarnya hingga ke perkampungan. Hadirnya para pegiat anti narkoba ini sangat kami apresiasi dan kami harapkan dapat memaksimalkan seluruh kinerja kita bersama” ujarnya.

“Kita paham, seperti sabu saja yang di Malaysia harganya berkisar 400 ribu/gram kalau dirupiahkan dan bisa meningkat 4 kali lipat jika sudah dipasarkan di sini,” ujarnya.

“Dengan banyaknya keuntungan ini tentunya akan menjadikan alibi bagi mereka untuk melakukan berbagai cara menembus pasar yang lebih luas hingga ke sini”. tutupnya. (MCB/Red).

Editor : Milla

 

Gelar Musrenbang, Pembangunan Infastruktur, SDM dan Sosbud Menjadi Prioritas Kecamatan Bengkong

Batam, GK.com – Kecamatan  Bengkong   menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), Sabtu  (02/03) sekitar pukul 13.30 Wib, di Hotel Golden Prawn, Bengkong.

Dalam kegiatan yang dibuka oleh Camat Bengkong  Muhammad Tahir itu juga dihadiri oleh Walikota Batam H. Muhammad Rudi di dampingi Wakilnya Amsakar Achmad, Kepala Bapelitbang Kota Batam  Wan Darusalam, Ketua DPRD Kota Batam Nuriyanto SH,MH,  para  Lurah se- Kecamatan Bengkong, para Ketua RT/RW se- Kecamatan Bengkong, Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakatan (LMP) dan para tokoh masyakarat.

Musrenbang tingkat Kecamatan ini diadakan merupakan agenda rutin setiap tahunnya yang digelar untuk merencanakan pembangunan yang ada di Kecamatan  tersebut.

Camat Bengkong, Muhammad Tahir dalam laporannya mengatakan bahwa Musrenbang ini dilaksanakan bertujuan untuk melakukan evaluasi di dalam pembangunan, baik pada pembangunan di tahun sebelumnya, maupun pembangunan untuk di tahun 2019 yang akan menjadi prioritas oleh Kecamatan dan nantinya akan di kembangkan ke tingkat Provinsi.

Adapun melalui program-program yang telah disusun oleh pihak Kecamatan ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan pembangunan infastruktur, kesejahtraan masyarakat, Sumber Daya Manusia (SDM)  dan  Sosial Budaya.

“Pada Tahun sebelumnya kami berhasil merealisasikan pembangunan infrastruktur berupa semenisasi di lokasi yang belum mendapatkan fasilitas jalan, namun kami harus tetap mengajukan program-program yang belum terealisasi di tahun sebelumya agar dapat terlealisasi di Tahun ini, dan kami juga akan selalu berusaha bagaimana semua program-program ini nantinya bisa terlaksana kedepannya dengan baik,” ucap Tahir.

“Di Tahun 2019 ini, saya berharap melalui program-program yang sudah kita ajukan dapat nantinya terlealisasi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di daerah  Bengkong ini khususnya,” harap Tahir.

Ditempat yang sama, Walikota Batam, melalui Wakilnya Amsakar Achmad dalam pidatonya mengatakan bahwa hasil dari Musrenbang tingkat Kecamatan ini nantinya akan menghasilkan solusi yang nantinya dapat memajukan kesejahteraan bagi masyarakat setempat, khususnya Masyarakat Bengkong.

“Tentunya dalam Musrenbang ini, kita semua berharap nantinya akan mendapatkan solusi terkait bagaimana caranya agar pembangunan di wilayah kita ini bisa terlealisasi, baik itu membangun infrastruktur, sumber daya manusia  maupun  Sosial Budaya,” ujar Amsakar.

“Saya sangat berharap melalui Musrenbang ini nantinya dapat menjadikan Kecamatan Bengkong khususnya, Kota Batam sebagai Kota yang memiliki perubahan, karena Kota Batam ini sekarang saingannya adalah Singapura dan Malaysia”. tutup Amsakar. (SI).

Editor : Milla

Dalam Reses nya, Erizal Berharap Mampu Memperjuangkan Apa Yang Menjadi Keluhan Masyarakat di Perumahan Villa Mas

Batam, GK.com – Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat, Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi PPP H. Erizal  T, SE, MM  menggelar Reses di Perumahan Villa Mas, RW IX, Kelurahan Sungai Panas, Kecamatan Batam Kota, Jum’at (01/03) sekitar pukul 20.40 Wib.

Dalam sambutannya, H. Erizal mengungkapkan bahwa kegiatan Reses ini dilaksanakan merupakan sebagai kegiatan wajib yang harus di lakukan oleh setiap para Anggota DPRD, sebagai wujud dalam menampung setiap keluhan dari masyarakat sekitar Perumahan Villa Mas khususnya.

“Pada kegiatan ini saya wajib terjun langsung ke masyarakat untuk megetahui setiap keluhan demi keluhan dari masyarakat, termasuk apa saja kebutuhan masyarakat yang diperlukan di daerah ini,” kata Erizal.

“Disini tentunya apa yang menjadi permasalahan masyarakat seperti terkait pendidikan, pembangunan, sosial budaya, serta program koprasi untuk masyarakat, akan kita tampung dan kita perjuangkan kedepannya” ujarnya.

“Tidak hanya sekedar janji saja, sebagai Anggota DPRD sudah selayaknya saya memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan bagi masyarakat yang ada di wilayah saya, salah satu bentuk kinerja saya selama menduduki kursi legislatif di DPRD Batam ini untuk Perumahan Villa Mas adalah merealisasikan semenisasi jalan serta merenovasi Posyandu  yang ada di Perumahan Villa Mas ini,” terang Erizal.

“Saya berharap kedepannya melalui kegiatan Reses ini, apa yang menjadi keluhan bagi masyarakat disini dapat saya perjuangkan dan terealisasi”. tutup Erizal.

Hadir dalam kegiatan itu para Ketua RT/RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, Tokoh Agama, serta masyarakat. (MR).

Editor : Milla

SDN 012 Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong Butuh Perhatian Pemko Batam

Batam, GK.com – Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, selain ditunjang dengan kelengkapan fasilitas belajar-mengajar yang ada, keamanan lingkungan bagi para siswa/siswi merupakan salah satu hal penting yang harus di perhatikan oleh Pemerintah Daerah, maupun pihak sekolah.

Sekolah Dasar (SD) Negeri 012 Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam yang memiliki sekitar 852 Siswa dan terdiri dari 12 Ruang Belajar (Rombel) yang posisinya berdekatan dengan Jalan Raya, mirisnya, saat ini sekolah tersebut belumlah mempunyai pagar.

Kepala Sekolah SDN 012 Tanjung Buntung, Asmalina, S.Pd saat ditemui media ini untuk di konfirmasi terkait pagar sekolah yang belum ada di sekolah tersebut mengatakan bahwa pihaknya sudah beberapa kali mengajukan permohonan kepada Pemerintah Daerah maupun Dinas Pendidikan Kota Batam, agar sekolahnya dapat di buatkan pagar, namun hingga saat ini hasilnya masih saja belum terrealisasi.

“Kami sudah mengajukan program ini ke Dinas Pendidikan, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda baik dalam mendapatkan anggaran untuk pemagaran tersebut,” ucap Asmalina saat di temui media ini, Jum’at (01/03) sekitar pukul 10.30 Wib.

“Saat ini, saya selaku Kepsek di sekolah ini bertanggung jawab penuh akan keselamatan siswa kami dan keamanan sekolah ini, tentunya jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, pastilah saya orang pertama yang harus bertanggung jawab akan hal itu,” katanya.

“Tempo hari, salah satu anak didik kita pernah di intai oleh orang yang kurang normal (gila), bayangkan saja jika hal yang tidak diinginkan menimpa pada siswa kami,” ujarnya.

“Langkah yang kami ambil saat ini demi menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan menimpa siswa/siswi kami, pihak sekolah  mencari solusi dan jalan keluarnya dengan menggelar rapat bersama para wali murid untuk membangun pagar tersebut dengan cara mengumpulkan sumbangan seiklasnya, Alhamdulillah tindakan ini di respon positif oleh para wali murid,” terang  Asmalina.

Pagar sekolah yang dibangun dari hasil swadaya wali murid

 

“Kami sangat berharap, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Kota Batam dapat segera merespon akan hal ini, janganlah sampai musibah itu datang menimpa disekolah ini, barulah ada tindakan dari pemerintah”. pungkasnya.

Tampak tukang saat ini sedang mengerjakan pagar sekolah tersebut 

 

Seperti diketahui, pemagaran di sekolah adalah suatu hal yang menjadi prioritas bagi sekolah itu sendiri, karena dikahwatirkan  bisa terjadinya kecelakaan jika posisi sekolah berada berdekatan Jalan Raya, terjadinya penculikan pada anak di sekolah,  serta memudahkan bagi orang jahat untuk masuk ke sekolah tersebut dalam hal mengambil aset sekolah seperti fasilitas computer dan lainnya. (SI).

Editor : Milla